GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 89


__ADS_3

Kini dia bersiap memasuki Velicia dengan kesaktiannya. Dengan perlahan dan beberapa kali percobaan dia memasukinya, akhirnya lepas juga darah yang disebut dara untuk sang perawan hingga mengeluarkan bunyi sobekan.


Keduanya bisa mendengar, sejurus kemudian mereka terdiam. Air mata menitik dari sisi-sisi netra Velicia. Dia menggigit bibir bawahnya kuat, menahan sakit.


"Apa sakit sekali?" tanya Rehan lembut seraya mengusap air mata sang istri yang jatuh di kedua sisi. Velicia menggeleng pelan.


Bohong. Mana mungkin ia tidak merasa sakit. Dia hanya menahannya, dia ingin terlihat kuat karena dia juga ingin merasakan menjadi seorang wanita sesungguhnya layaknya wanita yang sudah menikah. Bukan wanita yang sudah menikah tapi masih gadis.


Tubuh Rehan yang berada di atas mengungkung tubuh sang istri, melakukan kewajiban yang seharusnya ia lakukan sejak dulu. Suara merdu khas malam pengantin menghiasi ruangan yang kedap udara itu. Ralat, bukan malam sebab mereka melakukannya bukan di malam hari namun di siang hari yang tengah terik mereka melakukan itu.


Meski sudah beberapa minggu menikah dan ini bukan malam pertama pengantin mereka namun baru hari mereka melepaskan diri untuk menjadi suami istri yang sebenarnya.


"Velic..." racau Rehan yang kesekian kalinya sambil mengusap lembut wajah sang istri lalu membingkainya.


"Haannh.." desis Velicia dengan suara lemah.


Dirinya memang sudah merasa kelelahan bahkan keringat sudah menguap di sekujur tubuhnya. Wajahnya kini terlihat sayu, Velicia ambruk, memejamkan matanya setelah mencapai puncaknya. Disusul dengan Rehan yang nafasnya tersengal memburu udara untuk menggantikan oksigen yang banyak ia keluarkan tadi.

__ADS_1


*


*


*


"Sudah bangun?" tanya Rehan yang berada di kursi sofa panjang dekat jendela kaca yang besar sedang memangku laptopnya.


Velicia mengerjapkan matanya, menelisik ruangan tempat ia berbaring. "Kau memindahkan ku?" tanyanya yang kini ia merasa sedang di kamar mereka.


"Emm.. tubuh mu banyak keringat jadi aku memindahkan mu kesini agar dapat udara segar." Rehan kini berada di samping Velicia, duduk sembari mengusap-usap puncak kepala Velicia.


"Ingin minum?" tawarnya pada sang istri. Velicia mengangguk, Rehan meraih gelas yang berisi minuman jahe hangat di atas meja nakas samping tempat tidur.


Velicia menggerakkan tubuhnya, mencoba untuk bangun namun seketika pinggangnya terasa nyeri. Mencoba bergerak dengan menggeserkan badannya tetap saja rasanya malah seperti seluruh badannya remuk hingga dia tak kuat lalu menjatuhkan kembali tubuhnya, berbaring lemah.


Rehan yang melihat istrinya kesusahan untuk bangun itu lalu meletakkan kembali gelas yang ia pegang, dengan segera membantu Velicia untuk bangun. Melihat ekspresi dari wajah istrinya sepertinya ia sangat kesakitan. Apalagi tadi Velicia sampai tak sadarkan diri, entah pingsan atau tertidur karena terlalu kelelahan.

__ADS_1


Ya hampir satu jam tadi mereka melakukannya di kamar itu. Itu pun Rehan sudah berusaha semaksimal mungkin mengontrol dirinya untuk pelan dalam melakukannya. Tapi tetap saja ujungnya berakhir lama dan kini malah Velicia juga yang merasa kesakitan.


Rehan menyadarkan tubuh Velicia di headboard dengan segera ia memberi minuman hangat tadi untuk sang istri agar istrinya merasa lebih segar dan bertenaga kembali.


Setelah ada lima belas menit bersandar, Velicia mencoba beranjak turun dari ranjang, ingin ke kamar mandi. Sialnya kakinya pun terasa lemas untuk dia berpijak. Rehan dengan cepat menyanggap tubuh sang istri, dia kemudian menyibak selimut yang membelit tubuh istrinya lalu menanggalkannya.


Di gendong nya ala bridal tubuh Velicia menuju kamar mandi lalu diletakkannya dalam bathtub.


🐾🐾


----------------


hola readers πŸ‘‹


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


enjoy the reading πŸ€— πŸ’

__ADS_1


__ADS_2