GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 17


__ADS_3

Sementara di rumah sakit


"Hei bangun. Aku haus."kata asisten Coky dengan suara serak ia mengusap kepala Luna yang sedang tidur di samping ranjangnya.


Luna segera bangun melihat asisten Coky telah sadar. "Kau sudah sadar. Aku akan menghubungi bos. Ah bukan aku akan panggikan dokter." kata Luna dengan panik yang belum sepenuhnya sadar dari bagunnya.


"Jangan."sergah Coky memegang tangan Luna.


"Kau ingin aku cepat dikerjakan oleh bos. Beri aku minum."suara Coky sedikit naik.


"Aku haus."katanya lagi dengan lembut.


Luna yang mulai sadar lalu menaikkan crank ranjang pasien bagian kepala. Dia lalu memberi minum pada asisten Coky.


"Aku panggilkan dokter dulu."kata Luna. Asisten Coky mengangguk. Tak lama dokter datang bersama dua perawatnya dan memeriksa Coky dengan seksama.


"Anda sangat kuat ya pak. Anda tidak kekurangan darah pasca operasi juga sekarang sudah siuman."kata dokter setelah memeriksa detak jantung dan aliran infus.


"Iya terimakasih atas pujian anda tapi saya belum termasuk orang yang dipanggil pak."ucap asisten Coky.


"Pftt.."Luna yang mendengar pernyataan itu menahan tawanya.


"Oh maaf tuan atas kekeliruan saya."dokter meminta maaf dengan tersenyum.


"Pasien bisa dipindahkan ke ruang VVIP sesuai perintah Tuan Rain, sekarang dia sudah boleh dijenguk."kata dokter lalu dia meninggalkan ruangan bersama perawat yang akan memindahkan asisten Coky.

__ADS_1


"Nona saya titip pasien saya. Jangan biarkan pasien banyak bergerak dan berbicara lama."kata dokter yang sudah tua itu kepada Luna.


"Jika terjadi sesuatu lagi padanya tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuan Rain pada saya."ujarnya.


"Baik pak dokter. Terimakasih untuk pemeriksaannya."Luna menganguk. Dokter dan perawat segera meninggalkan ruangan. Kini di dalam ruangan hanya tinggal Luna dan Coky.


"Terimakasih."ucap Coky pada Luna.


"Untuk apa?"tanya Luna


"Untuk selamat dan meminta bantuan untuk kami."


"Itu kan sudah menjadi tugas."kata Luna ringan.


"Jika benar informasi yang didapat Tuan Rain dari Roy maka target terakhir adalah Candra. Setelah itu tugas mu selesai."ujar Coky.


"Jika sudah selesai apa yang akan aku lakukan? Bekerja seperti ini pun tak masalah untuk ku. Makan enak, tidur nyaman, uang terjamin. Mati pun tak akan ada yang menangisi atau merasa kehilangan."ucap Luna dengan nada tak berekspresi.


"Aku yang akan menangis jika kau mati."kata Coky dengan cepat dan tegas. Luna tersentak.


"Apa kepala mu jadi sakit asisten Coky ? setelah kakimu tertembak."Luna memegang kepala Coky.


"Disini."Coky memegang tangan Luna dan menuntunnya ke dadanya. "Hati ini yang sakit saat kau bicara begitu."


Luna sedikit malu mendengar perkataan asisten Coky. Mukanya memerah merona.

__ADS_1


"Semoga barang yang kudapatkan kemarin bisa menjadi bukti untuk membantu Tuan Rain. Dan jika semua sudah selesai sesuai yang diharapkannya. Aku yang akan menjamin makan mu enak, tidur mu nyaman dan uang akan terus mengalir padamu."ucap Coky dengan mantap.


"Apa yang kau bicarakan Coky?"Luna merasa malu dan bingung.


"Jadilah istri ku."kata Coky tegas.


"Apa kau sedang menggoda ku asisten Coky? Hei hati-hati kau sedang menggoda seorang mata-mata. Ah bukan, pembunuh juga."kata Luna dengan tertawa menyeringai.


"Kalau begitu bunuh aku jika aku berkhianat."Coky selalu saja berkata dengan tegas dan mantap.


"Hentikan."kata Luna seraya melepaskan tangannya.


"Aku mohon hiduplah dengan ku?!"Coky tak mau menyerah dan akan bangun dari tempat tidurnya.


"Cukup. Beristirahatlah sekarang. Jangan banyak bicara dan bergerak."Luna mencegah Coky yang akan bangun.


"Aku akan berjaga di luar. Jadi beristirahatlah."Luna akan beranjak pergi.


"Jawabanmu?"Coky masih saja berusaha.


"Kita selesaikan tugas ini secepatnya lalu aku akan memberikan jawaban dengan segera."jawab Luna lalu membuka pintu ruangan dan keluar. Diam berdiam diri sebentar di depan pintu. Hatinya gusar antara harus bahagia atau tidak mendengar pengakuan dari Coky.


Luna adalah gadis yatim piatu teman bermain Coky dari kecil. Mereka tinggal sekampung. Dia menjadi mata-mata karena dibawa oleh Coky atas permintaan Rain yang kala itu sedang membutuhkan mata-mata sebagai pelayan. Coky adalah tangan kanan kepercayaan Rain jadi yang berhubungan dengan Rain semua melewati dia.


🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2