GADIS UMPAN MILIK BOS

GADIS UMPAN MILIK BOS
BAB 113


__ADS_3

Teriakan para pelayan yang melihat kejadian itu menyadarkan Angel hingga akhirnya dia pun terkesiap, terkejut dengan apa yang baru saja sudah ia lakukan.


Tak ada rasa takut dan bersalah di wajah Angel justru ia malah menyunggingkan senyum sebelah bibirnya, menyeringai, seolah merasa puas dan meremehkan laki-laki di hadapannya itu.


Tak sampai situ, Angel lalu menarik serpihan guci dari dada Candra dengan selanjutnya mengarahkan potongan guci itu ke lehernya sendiri. Bermaksud untuk mengakhiri hidupnya.


Teriakan para pelayan yang menyaksikan pertikaian mereka sedari tadi semakin histeris saja hingga mengundang perhatian para penjaga yang berada di luar untuk masuk ke dalam rumah itu.


Begitupun dengan Candra yang tadinya tertunduk kesakitan karena tak percaya jika Angel akan berani melakukan hal itu kepadanya, kepalanya terangkat.


Dengan cepat tangannya meraih tangan Angel yang sedang mengarahkan potongan guci pada lehernya sendiri itu. Meski terlambat karena sebagian leher Angel sudah tergores dan juga mengeluarkan darah tapi akhirnya laki-laki itu bisa menurunkan tangan Angel yang masih memegang serpihan potongan guci itu.


Terasa olehnya tangan Angel sangat keras dan menolak untuk diturunkan hingga jari jemari wanita itu pun ikut berdarah karena terluka, serpihan guci itu dipegang dengan sangat kuat oleh tangan wanita itu.


"Jangan.. halangi.. aku." ucap Angel sambil terbata karena emosi yang tak dapat ia tahan terus.


Dengan kuat pula Candra mencekal tangannya agar tak melanjutkan tindakan bodohnya itu. Bahkan laki-laki di hadapannya itu kini memeluknya, memeluk tubuh Angel yang masih kaku karena dipenuhi dengan emosi. Suhu tubuh wanita itu panas namun jari jemarinya sangat dingin bak es dan juga kaku.

__ADS_1


"Cepat tolong nyonya kalian!" teriak Candra malam itu hingga menyadarkan para pelayan dan penjaga yang sudah berdiri sejak tadi menyaksikan pertikaian mereka.


Tak ada niatan salah satu dari mereka untuk turun tangan karena tak ingin ikut campur permasalahan rumah tangga pasangan suami istri itu.


Candra memerintahkan kepada salah seorang pelayan dan beberapa anak buahnya untuk segera membawa Angel ke rumah sakit agar segera di beri pertolongan pertama. Karena ia tidak bisa jika harus menunggu lama dokter pribadinya datang ke rumahnya. Bahkan Candra sendiri lupa jika dirinya juga terluka sekarang.


Setelah kejadian itu Candra menyadari jika di kediamannya ada seorang penyusup yang menjadi mata-mata hingga akhirnya dia mengirim sang istri untuk tinggal di kediamannya yang berada di luar negeri.


Selain untuk menghindari informasi yang akan selalu Angel terima dari mata-mata tersebut, ia juga ingin menghindari pertikaian diantara mereka kedepannya.


Entah kenapa ia juga tidak melepaskan saja wanita itu secara langsung. Bukankah menceraikannya akan jauh lebih baik dari pada membuatnya tetap terikat namun tetap saja rumah tangganya tak sehat. Itupun juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan jasmani Angel nantinya.


Dan lagi, saat ia memeluk Angel untuk pertama kalinya setelah mereka terpisah sekian lama, maksudnya karena memang Angel tak ingin bersamanya dan disentuh olehnya ada sedikit perasaan hangat yang menjalar dalam dadanya baru saja.


Ya meski saat itu tubuh Angel terasa kaku karena dipenuhi dengan emosi tapi hanya saat itu juga Angel bisa dipeluk olehnya.


Setelah mendapatkan pertolongan pertama tanpa menunggu Angel benar-benar sehat dan pulih, Candra benar-benar mengirim istrinya itu ke luar negeri.

__ADS_1


Kembali ke malam perayaan ulang tahun Rain. Seperti biasa, setelah acara malam itu selesai, Rain, Andra, Fariska dan Ratna mengunjungi villa Bougenville yang kini menjadi tempat liburan dan istirahat favorit Rain dewasa untuk melepaskan penat dari sibuknya dunia.


Tanpa mereka sadari sopir yang biasa bertugas mengantar mereka pergi ke villa Bougenville malam itu adalah sopir yang berbeda.


Karena terlalu bahagia di hari yang bahagia itu, juga terlalu lelah karena juga menyambut dan melayani para tamu untuk berbincang-bincang mereka tidak memeriksa terlebih dahulu siapa yang menjadi sopirnya malam ini.


Hingga perjalanan yang sudah di tempuh terasa jauh dan sudah memasuki area perhutanan yang hanya ada tumbuhan pohon karet sepanjang perjalanan.


Tiba-tiba mobil yang ditumpangi oleh Rain, Andra, Fariska dan Ratna oleng ke kanan lalu ke kiri hingga menimbulkan guncangan dan membuat para penumpang yang tadinya sudah lelap tertidur itu menjadi tersadar karena merasakan guncangan.


Dan pada akhirnya sebelum mereka sepenuhnya sadar mobil itu mengalami kecelakaan fatal yang membuat Andra dan Fariska meninggal di tempat dan Ratna cacat permanen lalu Rain koma untuk waktu yang lama.


Media ramai mengabarkan bahwa mobil yang mereka tumpangi sedang menghadiri kendaraan besar bermuatan kayu yang mengalami rem blong dari arah berlawanan. Sang sopir yang terkejut dan tak bisa mengendalikan mobilnya akhirnya menabrak sebuah pohon karet besar hingga menyebabkan kondisi mobil tersebut ringsek dan sang sopir juga meninggal di tempat.


🐾🐾


hola readers πŸ‘‹

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ke karya saya. Buat kalian yang sempat lihat tulisan saya tinggalkan jejak kalian dengan kasih like, kalau suka tulisan saya favoritkan juga boleh, dikasih hadiah dan vote saya lebih berterimakasih πŸ˜πŸ’ž. Isi kolom komentar dengan kritik dan sarannya ya untuk perkembangan dan kemajuan author. Terimakasih πŸ˜˜πŸ’ž.


__ADS_2