Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
98


__ADS_3

Kini Azura dan Alfi tengah dalam perjalanan menuju kediaman Wijaya. Siang tadi Zie menghubungi mereka berdua dan menyampaikan permintaan sang ayah dan bunda nya agar mereka berdua datang untuk makan malam bersama di rumah keluarga besar itu.


Alfi mengemudikan mobil dalam keheningan, tak ada yang memulai pembicaraan sebab mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Azura sibuk berkirim pesan dengan seseorang sedangkan Alfi sibuk dengan pikiran nya sendiri. Sebenar nya Alfi merasa enggan datang ke rumah keluarga besar karena pasti banyak pertanyaan yang sedang menanti nya, namun atas desakan Azura akhir nya ia bersedia walaupun kini mereka harus saling mendiamkan.


"Kau... bisa diam tidak?" Alfi mendelik tajam saat mendengar Azura yang sibuk tertawa sendiri sambil berkirim pesan.


"Ck... jangan galak-galak dong mas dokter, entar ganteng nya hilang lho! Nggak mau kan aku berpaling hati ke cowok lain gara-gara kadar kegantengan mas dokter hilang!" goda Azura sambil mencolek pipi Alfi.


"Ckk... jangan pegang-pegang wajah, entar wajah tampan saya beneran hilang karena tangan kotor kamu yang banyak kuman" ketus Alfi membuat Azura tergelak.


"Tenang aja mas dokter, kuman di tangan aku itu hebat bisa menambah kadar ketampanan seseorang, tau nggak kenapa?" tanya Azura tapi Alfi justru cuek saja.


"Sebab kuman di tangan aku itu kuman cinta" seloroh Azura membuat Alfi mendengus.


"Narsis" ejek nya membuat Azura tergelak.


"Istri nya siapa dulu dong" ujar nya seraya tergelak.


Lalu Azura mengalihkan pandangan nya ke langit yang tampak cerah bertabur bintang.

__ADS_1


"Mas dokter, langitnya indah ya!" ucapnya seraya tersenyum.


"Tapi indah nya langit malam ini masih kalah sama indah nya senyum mas dokter" imbuh nya lagi tanpa menoleh ke arah Alfi.


"Bisa gombal juga, hm?" cibir Alfi.


"Idih, mas dokter aku serius tau. Tapi sayang, mas dokter pelit senyum. Padahal senyum itu kan ibadah. Coba mas dokter kayak Eza, dokter Mario, Leon yang murah senyum, wih bisa-bisa semua cewek jadi klepek-klepek sama mas dokter"


"Aku hanya senyum pada orang yang aku sukai saja"


"Yah, jadi aku nggak termasuk dong mas dokter! Mas dokter kan pelit senyum sama aku" Rajuk Azura.


"Mas dokter mah gitu, masa' sama istri sendiri pelit"


Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Alfi telah memasuki pekarangan rumah kediaman keluarga Wijaya. Di depan pintu telah berdiri pelayan untuk menyambut kedatangan Alfi dan Azura. Mereka pun langsung di bimbing menuju ruang makan karena memang waktu sudah malam sudah hampir dimulai. Di sana Azura melihat telah duduk ayah Damar, bunda Yasmin, Zie dan suami nya serta Angkasa.


"Om Al" seru Angkasa sumringah saat melihat kedatangan Alfi.


"Hai sayang, apa kabar mu?" sapa Alfi pada keponakan nya.

__ADS_1


"Angkasa baik om" jawab Angkasa seraya tersenyum.


"Malam ayah, bunda, kak. Malam juga Angkasa" sapa Azura lalu ia duduk di samping Alfi.


Sang bunda dan ayah mengangguk dan tersenyum sumringah dengan kedatangan pengantin baru itu.


"Malam juga pengantin baru. Eh Angkasa, sapa juga dong tante nya"


"Halo Tante cantik, kenalin aku Angkasa" ucap Angkasa dengan mengulurkan tangan nya dan Azura pun berjongkok di hadapan Angkasa.


"Hay, aku Tante Azura" jawab Azura dengan menerima uluran tangan Angkasa.


"Tante kenapa nikah sama om Al, harus nya Tante nikah sama Angkasa aja soal nya Tante itu cantik" seloroh Angkasa dengan polos.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2