Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
155


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore saat Azura dan Alfi tengah bersiap menuju suatu tempat. Azura tak banyak bertanya kemana suami nya akan mengajak nya, ia hanya pasrah saja karena tubuh nya sudah terlalu lelah untuk banyak berpikir pun bertanya.


Bagaimana tidak, seperti musafir yang baru saja menemukan oase untuk menghilangkan dahaga nya, Alfi terus saja membujuk nya untuk bermantap-mantap ria. Bahkan setelah makan siang pun, Alfi kembali menggempur nya. Beruntung Alfi bukan pria yang suka bermain kasar, jadi ia tetap bisa menikmati nya walaupun dengan risiko tubuh nya yang menjadi remuk redam. Sebagai ungkapan terima kasih, Alfi pun memijit bahkan memandikan nya dan membuatkan nya segelas susu hangat. Sungguh pengertian dan perhatian kan suami nya. Azura sungguh merasa begitu beruntung memiliki Alfi sebagai suami nya.


Sepanjang perjalanan, karena terlalu lelah Azura pun tertidur. Alfi terkikik geli melihat istri nya yang tampak begitu kelelahan. Salah kah diri nya yang tiba-tiba candu dengan tubuh sang istri sampai ingin lagi, lagi, dan lagi. Sebenar nya ada rasa iba di hatinya melihat sang istri kelelahan. Karena itu, ia tak lupa mengucap kan terima kasih pada sang istri setelah pergumulan panas dan mesra itu, mengecup dahi nya juga memijit tubuh lelah nya. Bukan pijit plus-plus ya, ini murni mijit.


Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Alfi telah tiba di tempat tujuan. Di depan sebuah rumah yang cukup besar walau tak sebesar rumah keluarga nya. Di depan rumah tampak 2 orang bertubuh kekar tampak berjaga.


Alfi turun terlebih dahulu, di ikuti 2 orang yang juga turun dari sebuah mobil berwarna silver.


"Semua sudah beres?" tanya Alfi pada kedua nya.


"Ckk... kayak lo nggak tau kami aja, Al!" ujar Steven menyahuti pertanyaan Alfi.

__ADS_1


"Mana bini lo?"


"Ada di mobil, ketiduran"


Sontak jawaban Alfi mendapat selokan menyeringai dari kedua sahabat nya.


"Woaaa, lo berhasil ngegoal Al" ?tanya Stevan yang kemudian mendapatkan sikutan dari William yang juga sudah menahan tawa nya.


"Kenapa? Sirik lo!"


"Mau mati lo?" desis Alfi dengan wajah memerah membuat Stevan dan William menyemburkan tawa nya. Baru kali ini mereka melihat wajah Alfi memerah karena malu.


Malas meladeni kedua sahabat nya, Alfi pun segera beranjak menuju pintu dimana istri nya tidur.

__ADS_1


"Ra bangun, kita udah sampai" ujar Alfi sambil mengusap pipi Azura lembut yang justru membuat Azura makin memejamkan mata nya.


"Bentar lagi mas, masih ngantuk plus capek. Kamu sih, nggak ada puas-puas nya" gumam Azura yang masih memejamkan mata nya.


Sontak jawaban Azura yang terdengar jelas di telinga Stevan dan William membuat mereka makin tergelak. Mereka tak menyangka, teman nya yang awal nya jijik melihat adegan ranjang justru ketagihan setelah merasakan nya.


Mendengar tawa yang begitu keras, sontak membuat Azura mengerjapkan mata nya. Saat ia sadar berada di mana, ia pun segera menegakkan punggung nya.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2