Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
167


__ADS_3

Perlahan, tangisan itu memelan lalu menghilang. Mata baby Betrand pun menutup rapat dengan tubuh yang mulai memutih bak kapas. Hanya ada tatapan nanar yang Mario tujukan pada semua orang di ikuti tirta bening yang mengalir dari sudut mata nya.


"Dia... sudah tiada" Ucap nya penuh penyesalan.


Sontak saja, Vina dan Beni yang mendengar itu merasa shock. Sambil meraung, Vina menyeret kaki nya yang seperti nya telah patah dengan tertatih. Darah bercucuran dari pelipis dan belakang kepala nya akibat benturan yang begitu keras. Bila Vina saja sampai mengalami luka yang sedemikian, apalagi bayi mungil itu yang memang terlepas hingga terhempas keras ke atas lantai yang dingin. Tentu ia tak kan bisa menahan rasa sakit itu hingga akhir nya meregang nyawa akibat perbuatan ibu nya sendiri.


"Tidak" pekik Vina.


"Anak ku Betrand, jangan tinggal kan mama nak. Bertahan lah sayang, kamu pasti akan sembuh. Betrand anak ku, tolong bangun lah ini mama sayang. Bangun lah, kamu nggak boleh pergi tinggalin mama nak" Vina meraung berusaha menggapai bayi Betrand.

__ADS_1


Tapi sebelum sempat tangan itu menggapai anak nya, Lana lebih dahulu menghentikan nya dan meraih tubuh bayi kecil itu lalu memeluk nya sambil sesegukan. Ia sangat menyayangi bayi kecil itu. Padahal usia nya baru beberapa hari, tapi ia sudah harus kembali kepada sang pencipta karena ulah ibu nya.


"Mas, kembalikan anak ku! Kemarikan Betrand, dia baik-baik saja kan mas!" lirih Vina seraya mengusap kasar air mata yang jatuh di pipi nya.


"Semua ini gara-gara kau. Dasar pela*cur!" desis Lana emosi karena baru mengetahui kalau ia selama ini telah di tipu. Bahkan anak yang begitu ia sayangi ternyata bukan lah anak nya. Lana mengutuk kebodohan diri nya yang begitu mudah masuk ke dalam jebakan Vina yang membuat keluarga angkat nya yang sangat baik menjadi sangat membenci nya. Inilah akibat napsu yang lebih mendominasi dari pada akal, akhir nya keluarga pun hancur juga kacau balau.


"Cepat kemarikan anak ku mas. Pasti Betrand sedang tertidur saja kan, dia nggak papa kan!" racau Vina berusaha mengambil Betrand dari tangan Lana tapi tetap tidak di berikan.


Tak lama kemudian, polisi datang. Mereka memberi hormat pada William. Setelah mendapatkan kode, mereka pun segera membekuk Vina dan Beni atas kasus percobaan pembunuhan pada Azura dan Angkasa. Tentu saja hal tersebut mengejutkan Lana. la sampai shock dan terkena serangan jantung karena terlampau terkejut sebab baru mengetahui fakta tentang Vina yang tak lebih dari seekor ular berbisa. Beruntung saat ini ayah Damar dan bunda Yasmin sedang berada di luar kota jadi ia tidak melihat kekacauan ini.

__ADS_1


"Lepas! Aku mau menemani anak ku, dia sedang tidur. Dia pasti nangis kalau aku nggak ada. Lepas, jangan bawa aku! Lepaskan aku! Lepas!" teriak Vina berusaha memberontak tapi tak di hiraukan para petugas polisi.


"Aaakh... "jerit nya saat nyeri di kaki dan kepala nya kian menyebar. Darah yang mengalir pun kian deras hingga perlahan-lahan Vina pun kehilangan kesadaran nya.


Para polisi pun segera membawa Vina masuk ke mobil ambulans yang baru saja datang. Sedangkan Beni, dengan patuh masuk ke dalam mobil polisi. Rasa cinta nya pada Vina membutakan mata hati nya sehingga mau saja mengikuti segala perintah Vina. Namun kini, semua nya hancur. Anak nya telah tiada dan Vina entah bagaimana nasib nya nanti. Yang pasti, mereka pasti akan masuk ke balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan nya.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2