Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
109


__ADS_3

"Kamu makan duluan aja, aku ke toilet dulu" ucap Alfi kepda Azura


"He'em" jawab Azura yang sudah fokus makan.


Usai Alfi buang air kecil, Alfi keluar dari toilet lalu tiba-tiba..


"Alfi.." seorang perempuan memanggil nya.


Seorang perempuan yang sangat familiar bagi nya, suara perempuan yang dulu sangat ia dambakan, suara perempuan yang dulu sangat ia cintai. Alfi pun menoleh dan ya dugaan Alfi benar, dia adalah perempuan itu.


Alfi hanya melirik nya acuh lalu kembali berjalan meninggal kan perempuan itu.


"Alfi tunggu, ada yang pengen aku bicarakan" cegah Vina.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi" ucap Alfi hendak melanjutkan jalan nya.

__ADS_1


"Sekali ini aja Al" cegah Vina lagi sembari menahan tangan Alfi.


Alfi pun berhenti namun menghempas kan tangan Vina.


"Cepat katakan apa yang ingin kau bicara kan! Aku tak punya banyak waktu untuk meladeni mu!" sinis Alfi dengan posisi masih memaling kan wajah nya. la benar-benar enggan menatap wajah Vinan walau pun beberapa detik saja.


"Terima kasih Al, aku tau kau takkan sekejam itu padaku! Bisa kah kita bicara di tempat lain yang lebih nyaman?" ucap Vina dengan tersenyum lebar.


"Cepat katakan! Jangan bertele-tele! Atau tidak sama sekali!"


"Baiklah bila itu yang kau mau, kita bisa bicara di sini. Maaf bila yang aku bicarakan ini sedikit kurang sopan tapi aku harap kau mengerti, ini semua demi kebaikan kita semua" ucap Vina, lalu ia menghela nafas panjang dan melanjut kan kata-kata nya.


Alfi tertawa sumbang mendengar setiap kata yang terucap dari bibir Vina. Ia tak menyangka perempuan yang telah menghancurkan kebahagiaan rumah yang pernah ia tinggali bisa mengatakan kata-kata manis seperti itu.


"Jangan siksa aku seperti ini, tidak cukup kah beban moral yang harus ku tanggung sebagai pasangan selingkuh? Nama ku sudah tercemar di mata semua orang. Aku sudah hampir gila mendapat caci maki serta umpatan dari orang-orang"

__ADS_1


Vina tau, perbuatan nya di masa lalu telah menorehkan luka yang begitu besar di hati Alfi. Tapi tidak bisa kah Alfi mencoba melupakan semua itu dan mencoba memulai lembaran baru.


"Sudah? Tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan?"


"Aku tau kau masih sakit hati dengan ku yang lebih memilih menikah dengan sahabat mu sendiri, tapi mau bagaimana lagi karena saat itu aku sudah mengandung anak nya. Maaf kan aku yang tidak bisa setia pada mu dan malah diam-diam berselingkuh dengan sahabat baik mu sendiri"


Alfi semakin jengah mendengar perkataan Vina yang semakin bertele-tele.


"Aku tau kau pasti belum move on dari ku hingga kau berpura-pura menjadi lelaki yang gay kan. Kamu tenang aja Al, setelah melahirkan anak ini aku akan kembali bersama mu lagi. Aku janji akan setia pada mu Al, aku janji" ucap Vina seraya memegang kembali tangan Alfi namun lagi-lagi Alfi menghempas kan tangan nya.


Alfi ingin tertawa terpingkal-pingkal mendengar penuturan dari Vina yang menurut nya sangat lucu itu. Belum sempat Alfi ingin membalas ucapan Vina, tiba-tiba sepasang tangan terentang di hadapan nya. Menghalangi diri nya yang ingin membalas kata-kata Vina.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2