Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
79


__ADS_3

Azura pun menurut dan langsung berjalan ke kamar pengantin yang telah di sediakan. Sedangkan Alfi malah mengikuti Azura dan hendak meninggalkan bunda nya.


"Alfi!" seru bunda.


"Siapa yang suruh kamu pergi?" tanya bunda Yasmin.


"Apa bunda, itu cuma masalah sepele kok" jawab Alfi dengan nada malas.


"Bentak seorang istri itu kamu anggap sepele? Kamu berbicara dengan nada tinggi saja itu sudah termasuk menyakiti hati nya, apa lagi sampai kamu bentak dan menghina nya seperti itu"


"Bunda itu salah paham, bunda nggak tau masalah yang sebenar nya"

__ADS_1


"Bunda emang nggak tau masalah yang sebenar nya, tapi bunda tau cara mendidik anak bunda agar tidak menjadi laki-laki yang kasar seperti itu"


"Alfi sama dia itu nggak akan bisa seperti ayah sama bunda yang selalu harmonis"


"Tau apa kamu tentang ayah dan bunda!"


"Apa kamu tau rasa nya menjadi seorang istri yang hanya di nikahi tapi tidak pernah di anggap? Bunda sangat tau rasa nya itu. Meski dia hanya menantu untuk bunda, tapi bunda juga tidak akan rela bila dia di sakiti" tegas bunda Yasmin. Memang terlihat berlebihan jika bunda Yasmin berkata seperti itu, tapi ia takut jika anak laki-lakinya kelak akan memperlakukan seorang istri nya seperti apa yang di rasakan nya dulu.


Alfi hanya diam saja mendengarkan ucapan sang bunda, memang Alfi sangat kesal melihat tingkah Azura tapi ia juga menyadari jika ucapan nya sudah menyakiti Azura karena sempat menyebut nya murahan.


Azura kini telah berdiri di depan kamar hotel yang di peruntukkan untuk mereka berdua. Acara resepsi pernikahan akan di adakan di malam hari jadi sebelum itu mereka memiliki waktu untuk beristirahat. Azura tampak menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.

__ADS_1


Azura menghela nafas lega saat tidak melihat keberadaan Alfi yang tidak menyusul nya. Mereka memang sempat bertengkar tadi, tapi Azura tak memendam nya dalam hati. la sebenar nya paham bagaimana perasaan Alfi yang di paksa menikah. Tapi ia tidak memiliki pilihan selain menjalan kan rencana Zie.


"Kemana si galak itu ya? Apa dia check in kamar lain?" gumam Azura seraya berjalan pelan-pelan. la memakai bawahan songket yang di lilit ketat membuat gerakan nya terbatas.


"Ahhh, leganya! Udah lama banget nggak tidur di kasur seempuk ini!" desah Azura saat tubuh nya terhempas di atas kasur king size di kamar itu.


Baru saja Azura hendak memejam kan mata nya, tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki mendekat ke arah nya. Azura pun lantas membuka mata dan segera menduduk kan tubuh nya. Mata nya membelalak saat melihat ternyata Alfi ada di sana dengan hanya mengenakan kaos polo warna putih dan celana jeans pendek berwarna biru. Baru kali ini ia melihat penampilan santai Alfi. Bila biasa nya Alfi sering mengenakan celana bahan dan kemeja, tak jarang juga dengan snelli yang membalut tubuh nya tapi kali ini penampilan nya begi santai. Namun hal tersebut tak mengurangi kadar ketampanan pak dokter galak nya. Walaupun tubuh nya nggak gede-gede amat, tapi ternyata otot-otot nya terlihat begitu kokoh. Begitu menonjol di tempat semesti nya, sangat serasi dengan tubuh tinggi nya. Ternyata selama ini Alfi sukses menyembunyi kan tubuh seksi nya di balik penampilan formal ala dokter nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak.


__ADS_2