Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
142


__ADS_3

Setiba nya di basemen apartemen, tiba-tiba ponsel Alfi kembali berdering. Ia pun segera mengangkat panggilan itu yang ternyata dari William.


"Gimana Wil, lo udah bisa dapat kan informasi siapa yang menyuruh para bajing-an itu melenyapkan istri gue?" tanya Alfi to the point saat panggilan telah ia angkat.


"Wow, sekarang udah ngakuin istri lo! Udah nggak butuh Steve lagi kan buat ngejauhin istri lo itu?" ejek William.


"Shut up!" bentak Alfi. Saat ini kepalanya begitu pusing kurang tidur karena terlalu merindu, lalu kini terlalu cemas saat tau istri nya jatuh sakit saat ia tak ada.


"Jawab aja pertanyaan gue! Gue sedang nggak ada waktu buat bercanda. Sorry, gue benar-benar pusing sekarang!" tukas nya menyesal karena tanpa sengaja membentak William.


"Gue yang seharus nya minta maaf, gue tau saat ini lo sedang banyak pikiran" William pun menyesali keusilan nya yang tak tahu waktu.

__ADS_1


"Sorry Al, gue dan tim udah interogasi mereka tapi tak ada informasi yang spesifik. Mereka mendapatkan tugas via telepon. Gue udah coba hubungi nomor orang itu, tapi ternyata itu nomor sekali pakai. Pembayaran nya juga di kirim menggunakan jasa kurir yang nama pengirim nya menggunakan inisial Hr. Selain itu nggak ada jejak sama sekali, mereka sangat berhati-hati. Tapi lo tenang aja, gue akan terus mengusut tuntas kasus ini. Satu yang gue pinta, lo dan Azura lebih berhati-hati dengan orang-orang di sekitar lo. Gue yakin dalang nya ini orang terdekat lo sebab bagaimana bisa mereka tau kalo pak Sarmin mau jemput Azura kalo bukan orang terdekat lo" ujar William sebelum panggilan itu di tutup. Alfi menyugar rambut nya frustasi, ternyata mengungkapkan pelaku utama penculikan Azura tak semudah dugaan nya.


***


Dengan langkah setengah berlari, Alfi memasuki apartemen. Bahkan koper nya pun masih ia tinggal di dalam mobil. Yang ada di pikiran nya saat ini hanya lah menemui Azura.


"Gimana kak keadaan nya?" tanya Alfi pada Zie yang baru saja membuka mata nya. Bahkan ia tertidur di sofa agar bisa terus memantau kesehatan Azura.


Zie menghela nafas panjang lalu menepuk bahu Alfi pelan.


"Dia berniat mundur Al dari misi nya, dia menyerah" imbuh Zie membuat nafas Alfi tiba-tiba tercekat dan jantung nya seolah berhenti.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa tiba-tiba begini? Kenapa kamu tiba-tiba ingin menyerah? Apa kamu tak mau lagi memperjuangkan aku? Nggak, aku nggak akan pernah melepas kan kamu Ra. Kamu istri ku dan kamu hanya milik ku. Tak kan ku biarkan kamu pergi dan ninggalin aku, nggak akan!" ucap Alfi seraya duduk di bibir ranjang. Di pandangi nya wajah pucat Azura, di usap nya kepala istri nya itu. Lalu ia pun mendekat kan wajah nya dan mencium dahi nya cukup lama.


"Kamu nggak boleh menyerah Ra, kamu nggak boleh pergi. Kamu hanya milik ku, selalu dan untuk selama nya" bisik nya tepat di depan wajah pucat Azura lalu ia pun mengecup bibir nya singkat untuk menyalurkan rasa rindu nya beberapa hari ini.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2