
"Iya Wil, ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan pak Sarmin?" tanya Alfi panik.
"Al, ada yang menemukan tubuh pak Sarmin di buang di semak-semak. Keadaan nya kritis. Telat sedikit saja, mungkin pak Sarmin udah nggak bisa diselamatkan. Seperti nya ini percobaan pembunuhan"
"A-apa? Apa ada yang lain di dalam mobil nya?"
"Mobil? Nggak ada, dia di temukan nggak sama mobil nya. Emang dia pergi dengan mobil? Kalau iya, bisa jadi ini kasus perampokan?" tukas William.
Alfi makin frustasi.
"Wil please tolong gue, tadi gue minta pak Sarmin jemput Azura sama Angkasa di taman bermain dekat apartemen, tapi pak Sarmin kondisi nya justru kayak gitu. Azura juga nggak bisa dihubungi, mereka belum pulang sampai sekarang" tukas Alfi dengan nada frustasi. Mario menepuk pundak Alfi, meminta nya tenang.
"Apa? Lo nggak ada petunjuk yang lain?"
Alfi tanpa sadar menggeleng.
"Nggak ada Wil. Tadi gue sempat melewati taman bermain, tapi udah sepi. Mereka nggak ada, di apartemen juga nggak ada, di rumah orang tua gue juga nggak ada"
Alfi benar-benar kalut saat ini, ia begitu tertekan karena terlalu mengkhawatirkan dimana keberadaan Azura.
__ADS_1
"Sebentar gue ingat, Angkasa pakai smartwatch, gue coba hubungi dulu. Lo tolong stand by ya, kalau-kalau gue butuh bantuan lo" tukas Alfi dan langsung menutup panggilan itu sepihak tanpa menunggu jawaban.
Tuuuttt... tutttt ... tuttt ...
Panggilan pertama di abaikan, panggilan kedua pun sama, hingga pada panggilan ketiga.
'Lepasin kami breng-sek! Kalian mau apa?' terdengar teriakan dari Azura dari panggilan yang telah terhubung itu. Sontak saja, Alfi menegang, Azura dan Angkasa ternyata dalam keadaan bahaya.
'tante ... hiks ... hiks ...'
'Lepasin kami,sialan! Kenapa kalian membawa kami ke sini, hah! Sebenar nya kalian siapa dan mau apa?'
'Aaargh...'
'Tanteeee... hiks... hiks... hiks ...'
Rahang Alfi mengeras saat mendengar bunyi pertemuan antara telapak tangan dan pipi yang begitu nyaring serta teriakan kesakitan Azura. la tahu, Azura baru saja di tampar seseorang di seberang sana.
"Om Alfi... " bisik Angkasa takut-takut di depan smartwatch nya, khawatir orang-orang jahat yang menangkap mereka mendengar.
__ADS_1
"Sssst... jangan bersuara, dengar kan om Angkasa, tenang ya! Jangan khawatir! Om akan segera menjemput kalian" ucap Angkasa yang diangguki oleh Angkasa.
"Angkasa jangan tutup telepon nya ya! Biar om bisa melacak keberadaan kalian"
Alfi menghela nafas berat sambil mengepal kan tangan nya, ia mencoba menenangkan diri. Kalau ia panik, bagaimana ia bisa menyelamatkan istri dan keponakan nya. Siapa yang sudah berani bermain-main dengan nya? la bersumpah, akan memberikan pelajaran yang setimpal kalau sampai terjadi sesuatu dengan dua orang kesayangan nya itu.
Setelah mendapatkan lokasi Angkasa, Alfi pun bergegas menuju ke lokasi dimana Azura dan Angkasa berada setelah sebelum nya mengirimkan lokasi tersebut ke William dan meminta nya membawa tim nya untuk meringkus orang-orang yang telah menculik Azura dan Angkasa.
"Al, lo mau kemana main ninggalin gue aja kayak gitu?" pekik Mario seraya mengimbangi langkah panjang Alfi yang setengah berlari.
"Azura sama Angkasa diculik, gue mau nyusulin mereka" sahut Azura dengan tergesa.
Mata Mario membelalak, ia terkejut, ia tak menyangka Azura bisa di culik, bagaimana bisa pikir nya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak