
Malam hari nya, Alfi pulang ke apartemen dengan muka lelah nya. Saat pintu terbuka, hanya kegelapan yang melanda membuat Alfi mengerut kan kening nya. Alfi memang tengah merasa begitu kelelahan, setelah semalam tiba-tiba mendapatkan panggilan on call, lalu siang hingga menjelang malam ini ia harus melakukan 2 buah operasi besar membuat nya pulang lebih larut. la pikir Azura telah tidur jadi ia mengabaikan nya dan segera masuk ke kamar dan segera membersih kan diri. Setelah selesai dengan handuk melilit pinggang nya, Alfi keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambut nya dengan handuk kecil di tangan nya. Lalu dengan santai, ia melangkah kan kaki nya menuju walk in closet dan berganti pakaian di dalam sana. Namun saat ia berbalik hendak keluar dari ruangan itu, Alfi terlonjak kaget saat melihat seorang gadis cantik dengan rambut terurai dan pakaian yang begitu... seksi tengah berdiri di depan pintu. Pakaian itu bukan hanya seksi, tapi juga menerawang membuat setiap lekukan tubuh Azura nampak begitu jelas di depan mata nya. Alfi bahkan sampai menelan ludah nya sendiri melihat pemandangan itu. Ia memang biasa melihat hal seperti itu, tapi itu khusus pasien di atas meja operasi. Bila melihat gadis dengan sama-sama sadar seperti ini, terus terang saja ini pertama kali bagi nya.
"Kau... Apa yang kau lakukan di sana hah? Kau mengintip ku berganti pakaian?" ujar Alfi dengan sorot mata tak percaya.
"Ckkk... ngapain ngintip suami sendiri? Kurang kerjaan. Kalau bisa tinggal lihat aja buat apa ngintip?" jawab nya santai.
Lalu dengan santai Azura mendekati Alfi yang justru mundur ke belakang.
"Mau ngapain kamu?" tanya nya dengan alis berkerut.
"Hmmm... mau ngapain yah?" gumam Azura seolah-olah tengah berpikir.
__ADS_1
"Aku mau melakukan terapi yang kedua, gimana? pak dokter siap?" desis Azura sambil mengedip kan sebelah matanya dengan bibir menyeringai.
Baru saja Azura berjalan mendekati Alfi, lalu Alfi justru melempar nya dengan handuk basah membuat Azura memekik kaget.
"Mas dokter, ih istri ngajakin romantis-romantisan malah di lemparin handuk basah. Dasar suami nggak ada akhlak. Handuk basah itu di letakkan di tempat nya" omel Azura. Saat Azura hendak meletak kan handuk basah, tiba-tiba saja Alfi berlari menghindari Azura. Ia sudah dapat menebak kemana arah pikiran istri menyebalkan nya itu.
"Mas dokter, ih kok malah di tinggalin sih!" Azura mencari-cari keberadaan Alfi, ternyata ia sedang memegang buku nya dan bersiap membaca sambil bersandar di kepala ranjang. Tapi belum sempat buku terbuka, Azura telah lebih dahulu duduk di pangkuan Alfi.
"Mau turun nggak?"
"Nggak, kan mau terapi kedua" jawab Azura acuh dengan tangan sengaja merayapi rahang, leher, hingga dada Alfi.
__ADS_1
"Stop, kamu tau aku nggak suka kamu ngelakuin hal kayak gini!" sergah Alfi sambil menangkap tangan Azura agar tak lagi merayapi tubuh nya.
"Memang nya kenapa? Mas dokter kan suami aku sendiri. Kata nya istri yang memulai duluan itu besar pahala nya, jadi karena aku istri yang Sholehah dan baik hati biarin deh aku mengalah memulai dulu. Mas dokter tinggal nikmatin aja" tukas Azura seraya kembali merayapi tubuh Alfi. Alfi memejam kan mata nya, mencoba melawan segala rasa yang membuncah di dalam dada.
Lalu Alfi membalik tubuhnya hingga Azura terlentang di atas kasur dengan Alfi berada di atas nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak