
"Kau bukan sopir suruhan dokter Alfi? Siapa kau, hah? Jangan macam-macam! Aku bisa menghabisi mu kalau sampai berbuat macam-macam" seru Azura dengan suara cukup nyaring membuat Angkasa jadi terbangun dari tidurnya.
"Tante, Tante kok teriak-teriak sih?" tanya Angkasa dengan mata sayu karena masih mengantuk.
"Angkasa, buka mata kamu! Liat, dia sopir opa atau bukan?"
Angkasa pun mengerjapkan mata nya dan terkejut.
"Lho, om siapa? Kenapa bukan pak Sarmin yang menjemput?" Lalu mata Angkasa mencoba memastikan benar kah ini mobil opa nya, ternyata benar. Tapi mengapa bukan pak Sarmin pikir nya.
"Mobil nya bener Tante, tapi sopir nya Angkasa nggak kenal" imbuh Angkasa dengan wajah polos nya.
__ADS_1
"Kamu siapa? Di mana sopir yang membawa mobil ini? Cepat jelas kan!" pekik Azura tapi sopir itu justru meningkatkan kecepatan membuat Azura memeluk Angkasa yang mulai ketakutan.
"Berhenti! Berhenti aku bilang! Kamu siapa, hah! Cepat hentikan mobil ini! Jangan macam-macam dengan kami sialan!" teriak Azura kesal karena di abaikan. Bahkan ia sampai tanpa sadar mengumpat di depan Angkasa karena khawatir sopir gadungan itu berbuat macam-macam.
Namun sopir itu masih acuh tak acuh. Beberapa detik kemudian, mobil itu berhenti di tempat yang sepi secara mendadak membuat kepala Azura sampai terbentur kaca jendela mobil dengan keras. Beruntung, kepala Angkasa berada di pelukan nya hingga tidak membentur seperti diri nya. Azura pun segera berusaha membuka pintu mobil sekuat tenaga, tapi pintu terkunci. Azura pun bertolak ke arah depan untuk menekan kunci agar pintu dapat dibuka, namun sopir itu segera mengambil kunci itu. Azura pun berusaha melawan dengan memukul sopir gadungan itu hingga beberapa kali, tapi sopir gadungan itu justru memasuk kan kunci nya ke saku celana membuat Azura kesulitan merebut nya.
Azura kembali mencengkram kerah baju sopir gadungan itu dan memukul nya tepat di hidung hingga berdarah. Tak terima, sopir itu mengambil sebuah sapu tangan yang seperti nya telah ia siap kan di atas dashboard lalu ia mencengkram tangan Azura sekuat tenaga dengan sebelah tangan nya agar tidak bisa memukul lagi. Kemudian tangan satu nya lagi bergerak membekap hidung Azura dengan sapu tangan yang seperti nya telah di tetesi obat bius tersebut. Dalam hitungan detik, pandangan Azura pun mengabur kemudian tak sadarkan diri.
"Tante... "
"Diam kamu anak kecil! Atau kamu mau saya tinggal kan di sini, hah!" bentak laki-laki itu dengan mata melotot membuat nyali Angkasa ciut. Apalagi saat mata nya melirik ke luar jendela, langit sudah mulai menggelap, tempat itu juga begitu sepi dan di penuhi semak belukar. la takut, sangat-sangat takut. Ia hanya bisa terisak sambil menutup mulut nya, khawatir sopir gadungan itu kembali marah dan membentak nya. Apalagi ini kali pertama ada seseorang yang membentak nya, tentu ia merasa amat sangat takut.
__ADS_1
'Om Alfi, tolong Angkasa dan Tante Rara' lirih Angkasa dalam hati dengan bibir bergetar karena takut.
Byurrr...
Azura tersentak hingga tersadar dari pingsan nya akibat guyuran air yang entah siapa yang melakukan nya. Mata Azura mengerjap, ia ingin menyeka air yang membasahi mata dan masuk ke rongga hidung nya, tapi saat ingin menggerakkan tangan ia baru sadar, kini tangan nya sedang terikat di belakang. Bahkan kini ia tengah tergeletak di atas lantai yang kotor dan dingin. Tempat itu terlihat sangat kotor, bahkan udara nya pun terasa sangat pengap.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak