
"Idih, bilang aja lo mau nikahin gue! Hayo ngaku!" pancing Azura sambil menaik turun kan alis nya.
"Tuh tau, kita nikah aja yuk! Biarpun nggak sekaya dokter itu, gue mampu kok memenuhi kebutuhan hidup lo. Gue jamin lo nggak bakal kekurangan, mau ya? Lagian kan gue lebih kenal sama lo, kita udah lama saling kenal jadi mending sama gue. Gue nggak kalah ganteng kok sama dia" bujuk Eza yang kini sudah duduk di samping Azura.
"Apa kualifikasi anda sehingga anda merasa layak untuk meminang calon istri saya?" tiba-tiba suara tegas, datar, dan dingin menerobos gendang telinga Azura dan Eza sehingga kedua orang itu tersentak. Bahkan Azura sudah merasakan merinding di sekujur tubuh nya karena suara itu. Suara nya memang terdengar rendah, tapi begitu dingin hingga Azura terpaksa menelan ludah nya.
"Kau... Mengapa kau tiba-tiba ada disini?" seru Eza tak suka saat melihat Alfi telah masuk ke dalam gudang minimarket milik nya.
"Kenapa? Kau malu ketahuan sedang menggoda calon istri orang?" desis Alfi sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Saya tanya kembali, apa kualifikasi Anda sehingga Anda merasa lebih layak menjadi suami Azura?" kini suara itu kian terasa dingin dan mengintimidasi. Azura sampai heran, mengapa Alfi terlihat seperti calon suami yang posesif karena calon istri nya di goda orang lain? Tidak mungkin kan dia cemburu? Batin Azura bertanya-tanya.
"Banyak, sangat banyak, pertama aku lebih mengenal Azura, kedua aku yang terlebih dahulu mengenal nya, dan yang ketiga merupakan poin paling penting, aku sudah lama menyukai Azura. Jadi bukankah aku layak untuk jadi calon suami nya? Bahkan biar pun aku tau kalian mau menikah, aku meragukan perasaan mu pada nya. Aku yakin, kalian sebenar nya tidak memiliki hubungan apa-apa. Entah apa alasan kalian ingin menikah, tapi bila pernikahan ini hanya akan berakhir membuat Azura terluka, lebih baik jangan karena aku tak mau Azura sampai terluka" tegas Eza tanpa rasa ragu, canggung, apalagi takut membuat Azura melongo tak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat.
'Sejak kapan?' batin Azura bertanya-tanya.
Alfi terkekeh sambil melirik Azura yang tampak nya pikiran nya sedang menerawang. Melihat itu, tangan Alfi mengepal.
"Itu katamu, tapi bagaimana bila Azura membatalkan nya?" ucap Eza sinis.
__ADS_1
"Itu tak kan pernah terjadi" ucap Alfi penuh percaya diri.
Khawatir Azura benar-benar menikah dengan Alfi, Eza pun lantas membalik badan nya menghadap Azura. la bahkan memegang bahu Azura agar mereka dapat saling berhadapan.
"Ra, jawab pertanyaan gue tadi! Lo mau kan nikah sama gue? Ra, gue akui gue bodoh karena selama ini memendam sendiri perasaan ini. Tapi kali ini, gue mau jujur sebenar nya sejak awal lo kerja di Happymart, sejak itulah gue suka sama lo. Please terima gue, gue janji akan bahagiain lo. Lo mau kan nikah sama gue? Dari pada nikah sama dia yang belum tentu bisa mencintai lo, bukan kah lebih baik lo nikah sama gue? Lo mau kan! Please, jawab permintaan gue!" ucap Eza.
Jawaban Azura nya next bab ya guys🤪
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....