Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
165


__ADS_3

"Ooek... ooek... ooek... " terdengar tangisan sang putra, Vina pun mempercepat pekerjaan nya. Setelah selesai, ia segera menghampiri bayi nya dan menyusui nya terlebih dahulu. Ia memang jahat, tapi ia juga sangat menyayangi anak nya. Apa lagi yang orang-orang tahu, bayi itu merupakan keturunan Wijaya, putra dari Lana, jadi sudah tentu keberadaan nya dapat ia manfaat kan kelak.


"Sssst... jangan nangis dong sayang, kita akan segera bertemu dengan papa kamu. Kita harus segera pergi dari sini. Jangan nangis ya, cup cup cup!" Ucap Vina seraya menyusui bayi nya. Setelah di rasa cukup, Vina segera melepas kan ujung pu*ting nya dari dalam mulut putra nya dan kembali merapikan pakaian nya. Vina segera memakai kan bayi nya selimut dan menggendong nya setelah itu ia segera mencangklong tas nya yang sudah penuh berisi perhiasan.


'Aku udah di depan, buruan!'


Sebuah pesan masuk ke ponsel Vina.


la pun segera keluar dari dalam kamar.


"Mau kemana kamu?" tiba-tiba suara bariton keluar membuat Vina yang baru saja melangkah kan kaki nya keluar kamar tersentak singgah jantung nya berdebar tidak karuan.

__ADS_1


"A-ku aku kan tadi udah bilang mas, mau ketemuan sama temen. Dia pengen banget ketemuan sama aku dan lihat anak kita. Tempat nya nggak jauh kok, di cafe yang ada di tikungan jalan sana" dusta Vina. Kaki nya sudah berada lemas saat melihat keberadaan Lana yang tiba-tiba berdiri tak jauh dari tempat nya. Seperti nya ia baru keluar dari ruang kerja nya.


"Kalau dia mau ketemu kamu dan anak kita, kenapa nggak dia aja yang datang ke sini?" tanya Lana dengan sorot mata penuh intimidasi.


"Oh itu, tadi aku sudah mengatakan kayak gitu sih Mas, tapi dianya nggak mau. Kata nya nggak nyaman, dia kan cewek Mas, dia malu sama kamu" Sahut Vina yang terus saja beralasan.


"Ya sudah, nggak perlu ajak Betrand. Tinggal kan aja dia sama aku. Kasihan, usia nya belum genap 40 hari, nggak bagus buat kesehatan nya" Lana mencoba mendekati Vina untuk mengambil bayi mereka, tapi Vina justru berjalan mundur ke belakang. Hati nya sudah panik, ia ingin segera pergi dari sana sebelum polisi benar-benar datang.


"Jangan mas! Teman aku udah nungguin, aku pergi dulu ya!" Vina mencoba segera pergi tapi tangan nya justru di cekal oleh Lana.


"Mas, aku cuma sebentar kok! Kamu nggak usah terlalu parnoan kayak gitu lah!" Ucap Vina dengan suara meninggi.

__ADS_1


"Tapi aku ini ayah nya, wajar kalau seorang ayah mengkhawatirkan anak nya. Usia nya baru beberapa hari, kenapa nggak teman mu aja ajak ke sini. Kalau nggak mau, ya udah. Jangan maksa! Jangan egois, pikirin kesehatan anak kamu!"


"Karena ini anak aku jadi suka-suka aku dong!"


"Vina, kau... "


"Vina benar Lan, itu anak dia jadi suka-suka dia" ujar Alfi yang tiba-tiba saja ikut menimpali membuat Lana mengerut kan kening nya. Mengapa ia merasa aneh, tiba-tiba Alfi mau berbicara dengan nya? Padahal biasa nya sejak kejadian beberapa tahun yang lalu, ia tak pernah sama sekali mau berbicara dengan nya. Apalagi saat ini sedang ada Vina berada di sini.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2