
Langit sore itu tampak masih begitu mendung, tapi keluarga Wijaya tampak sudah berkumpul di pemakaman umum untuk memakamkan jenazah baby Bentrand. Angin berhembus lirih, dingin nya sampai menembus pori. Seperti nya, langit pun turut bersedih atas kepergian bayi yang tidak berdosa itu.
Proses pemakaman bayi itu di lakukan secara tertutup. Hanya pihak keluarga dan para tetangga sekitar yang tahu tanpa mengatakan bagaimana bisa peristiwa itu terjadi.
Sepulang nya Azura dan Alfi dari pemakaman, mereka langsung membersihkan diri dan beristirahat. Beruntung operasi yang di jalani Lana berjalan lancar jadi mereka bisa beristirahat dengan tenang malam ini. Sedangkan Lana ia tinggalkan di bawah pengawasan rekan-rekan nya sesama dokter dulu.
__ADS_1
Kini Azura dan Alfi tengah bersandar di sandaran ranjang sambil berpelukan. Mereka tengah saling menguatkan satu sama lain. Alfi sedang menguatkan Azura yang tak menyangka ternyata Vina lah yang mencoba melenyapkan nya, sedangkan Azura sedang menguatkan Alfi yang tak habis pikir dengan mantan kekasih nya itu yang dengan bisa berbuat demikian. Mendekati saudara nya hanya demi harta lalu hamil dengan orang lain. Sungguh terkuak lah perempuan itu.
"Mas, kasian ya baby Betrand. Padahal dia masih kecil banget tapi harus mengalami hal setragis itu" tukas Azura seraya mendusel-dusel ujung hidung nya di dada Alfi yang polos. Alfi hanya mengenakan celana bokser saja seperti kebiasaan nya selama ini. Azura tak pernah mempermasalah kan itu, justru ia sangat suka menempelkan diri nya seraya menghirup aroma tubuh Alfi yang menurut nya selalu harum dan menenangkan. Ibarat kata netijen tuh, udah candu. Ya gitu, mau nya nemplok-nemplok mulu udah kayak cicak-cicak di dinding.
"Hmmm... tapi mungkin itu lebih baik untuk nya. Bukan bermaksud jahat, bayangkan aja gimana kelak dia dewasa saat tahu kelakuan orang tua nya, pasti dia akan merasa nggak nyaman bahkan tertekan dan rendah diri. Doakan saja, semoga baby Betrand bahagia di sisi-Nya" ujar Alfi memberikan pemikiran nya. Azura pun mengangguk membenarkan perkataan suami nya.
__ADS_1
"Emang kalau belum kenapa?" tanya Alfi sambil memandangi istri nya dari samping atas. Posisi kepala Azura yang berada di atas dada nya membuat nya harus sedikit menunduk.
"Hhmmm... mau apa ya?" goda Azura seraya tersenyum manja dan menggigit bibir bawah nya.
"Making love or making baby?" cetus Alfi yang sudah berpindah posisi ke atas tubuh Azura. la sudah dalam posisi mengungkung.
__ADS_1
"Dua-dua nya... nggak masalah. Aku juga pengen punya baby yang lucu dari mas, mas juga mau kan?" sahut Azura yang langsung mendapat sambutan suka cita dari Alfi sebagai jawaban.
Alfi pun segera melabuhkan bibir nya di atas bibir Azura dengan gerakan lembut namun lambat laun makin dalam dan menuntut. Ia memagut dan melu*mat bibir istri nya dengan dada yang bergemuruh. Tangan nya tak mau diam, ia mulai bergerak menjelajahi setiap inci kulit mulus sang istri hingga akhir nya berhenti di salah satu kepemilikan sang istri yang menjulang dan sedikit menantang. Alfi pun mulai menggerakkan jemari nya dengan gerakan memutar hingga memberi kan sensasi geli di tubuh Azura.