Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
51


__ADS_3

"Alhamdulillah, makasih ya pak dokter galak atas traktiran nya. Coba traktir nya di restoran yang romantis, pasti malam ini akan jadi dinner terspesial dalam hidup ku" ujar Azura seraya memasang senyum semanis mungkin.


Alfi hanya bisa mendengus mendengar perkataan Azura. Ia tak habis pikir, dari mana gadis ini bisa mendapat kan kepercayaan diri sebesar itu.


"Aku mengajak mu kesini bukan untuk beromantis ria karena itu hanya akan terjadi dalam mimpi mu"


"Oh nggak masalah, tapi aku percaya suatu hari nanti pak dokter sendiri yang akan mengajak ku dinner romantis" balas Azura penuh percaya diri.


Alfi menyipitkan mata nya merasa geli mendengar jawaban Azura.


"Ya ya ya, silahkan bermimpi selama bermimpi itu belum dilarang"


"Dan aku yakin, mimpi itu bukan hanya sekedar bunga tidur karena tak lama lagi mimpi itu akan segera jadi kenyataan" balas nya lagi.


"Ternyata rasa percaya dirimu sangat tinggi"


"Oh tentu pak dokter, untuk apa merasa rendah. Rendah diri hanya di miliki orang yang tidak memiliki keyakinan diri, sedang kan aku selalu yakin akan kemampuan diriku" jawab Azura lagi tak mau kalah dengan ucapan Alfi.


Alfi mengetuk kan ujung telunjuk nya ke atas meja, berpikir harus segera menyelesai kan permasalahan mereka. Tak ada guna nya membahas hal yang tak penting, pikir nya. Apalagi hari sudah kian larut.

__ADS_1


"Jadi... pak dokter mau bicara apa?" tanya Azura terlebih dahulu sebelum Alfi sempat mengatakan tujuannya.


"Ayah ku ingin bicara dengan kita berdua besok" ucap Alfi datar membuat Azura membulat kan mata nya hingga nyaris melotot.


"Hah!"


"Masalah foto itu ..."


"Pak dokter aku kan udah bilang, aku nggak ngelakuin apa-apa. Bukan aku yang menyebarkan nya, aku aja nggak pernah mengambil gambar kita berdua kok" potong Azura cepat membuat Alfi menggeram kesal, tapi ia mencoba tuk menahan emosi nya yang hampir membuncah.


"Dengar kan saya dulu, baru bicara. Apa kau ini petasan banting?" geram Alfi membuat Azura mengangkat jari telunjuk dan jempol nya lalu membuat gerakan mengunci di depan mulut nya.


"Masalah foto itu sudah membuat heboh dimana-mana, kita harus melakukan klarifikasi" Azura sebenar nya hendak membuka mulut untuk menanyakan klarifikasi seperti apa, tapi bukan kah ia telah mengunci mulut nya.


"Demi nama baik saya, kamu, juga keluarga saya, maka kita harus melakukan jumpa pers dan mengatakan kalau kita sebenar nya sepasang kekasih"


Mendengar kata-kata Alfi yang ingin mengakui nya sebagai kekasih nya di hadapan para pers tentu membuat mata Azura sontak berbinar. Rasa nya ia ingin sekali memekik senang lalu berhambur ke pelukan Alfi, tapi ia harus ingat ini pasti hanya lah siasat untuk menjaga nama baik diri nya dan juga keluarga nya. Rasa antusiasme Azura seketika lenyap.


Tetapi bukankah dengan melakukan konferensi pers dapat membuat nya selangkah lebih dekat dengan Alfi?

__ADS_1


Tidak terlalu buruk pikir nya. Ternyata viral nya foto mereka bisa berguna juga.


"Terserah pak dokter deh, mana baik nya" ucap Azura.


"Eh tunggu-tunggu, klarifikasi kita sebagai pasangan kekasih? Jadi... kita udah jadi pasangan nih pak dokter? Kita beneran pacaran kah?" tanya Azura antusias.


"In your dream!" desis nya membuat Azura mengerucut kan bibir nya.


Buat para readers tercintaku, maaf ya kalau kemarin tidak up, lagi banyak kegiatan nih di kehidupan nyata he he he


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak


__ADS_1


__ADS_2