
"Jadi kamu kenapa nangis gini? Ada masalah apa? Has, jangan buat kakak panik, kamu beneran nggak papa kan!" desis Azura seraya menggigit kuku nya kebiasaan bila ia mulai resah campur panik.
"Be-neran, Hasna udah baikan. Hiks... .. tapi ... tapi ini ada hubungan nya sama pak tua yang suka nagih hutang kak. Tadi... tadi mereka kesini terus... hiks... terus mereka minta kita segera melunasi hutang-hutan kita kak. Hiks... hiks... kita... kita harus bagaimana kak? Mereka mengancam mau jadiin Hasna sebagai ganti nya kalau nggak segera melunasi hutang-hutang itu dalam bulan ini juga" Tangis yang Hasna coba tahan, akhir nya pecah bersamaan Azura yang juga menangis kebingungan. Padahal ia telah membayar 750 juta lagi, uang pemberian Kencana yang kedua kali telah ia serahkan semua pada Pak Jono, menurut hitungan nya sisa nya tak sampai 500 juta. Ia pun telah berjanji akan melunasi sisa nya dalam tempo satu tahun, tapi ini baru 1 bulan berlalu dari pembayaran terakhir. Kenapa sekarang tiba-tiba menagih kembali?
'Dasar bandot tua kepa*rat! Nggak bisa di percaya. Apa kata nya, mereka ingin menjadikan Hasna sebagai ganti nya? Akan ku bunuh mereka semua kalau sampai melakukan hal itu apalagi sampai menyakiti Hasna' geram Azura dalam hati.
"Kamu tenang ya dek, kamu nggak usah khawatir kakak pasti akan segera melunasi nya. Kamu nggak usah banyak berpikir, apa kamu lupa siapa suami kakak? Uang beberapa ratus juta, bukan masalah bagi kakak ipar kamu itu. Kakak takkan membiarkan siapa pun menyakiti kamu, jadi kamu tenang ya! Kakak pasti akan segera melunasi nya" tukas Azura mencoba menenangkan Hasna yang tengah di landa kekalutan.
"Tapi kak... "
__ADS_1
"Nggak ada tapi-tapian dek. Dengarckan kata-kata kakak, kamu nggak usah khawatir oke!" potong Azura cepat.
"Dalam bulan ini juga, kakak akan segera melunasi semua nya. Setelah itu, kita akan aman" imbuh nya mencoba meyakinkan Hasna, ia paham akan ketakutan Hasna. la pun sama khawatir nya tapi sebagai seorang kakak, ia harus bisa menenang kan sang adik dan melindungi nya. Ia tak boleh terlihat lemah dan rapuh.
"Baik kak" sahut Hasna patuh.
"Kalau begitu, kakak tutup telepon nya ya! Kamu istirahat aja, nggak usah banyak pikiran. Kakak sayang kamu Has" tukas Azura sebelum menutup panggilan itu.
Setelah membuka blokir, ia pun segera menghubungi Pak Jono si bandot tua rentenir sialan.
__ADS_1
"Halo cantik, akhir nya kau menghubungi ku. Tidak sia-sia aku mengancam adik kesayangan mu itu" ujar seseorang di seberang telepon, siapa lagi kalau bukan si bandot tua.
Gimana ya kelanjutannya? Hmm, yang sabar ya Azura.
Go go go Azura...
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak