Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
36


__ADS_3

"Lo mau ikut Al? Ini bahaya Al, apalagi dia membawa senjata api. Lebih baik lo pulang, gue nggak mau ada apa-apa sama sahabat gue. Lagian gue ngajak lo bukan buat ikut turun tangan" ujar William sambil melangkah kan kaki nya menerobos orang-orang yang tampak nya sudah banyak yang mabuk.


Alfi diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun membuat William bingung. Lalu ia menoleh ke arah Steve meminta penjelasan, Steve hanya mengedikkan bahu nya karena tidak paham.


"Hai ganteng, lo mau ons sama gue?" tiba-tiba ada seorang wanita mabuk yang mencengkram pergelangan tangan Alfi dan hendak memeluknya. Tapi Alfi pun segera menghempas kan tangan itu dengan mata melotot tajam.


"Cih, dia pikir kita sama kayak dia apa, doyan 1 lubang rame-rame. Najis!" umpat Steve saat melihat tingkah perempuan tadi.


"Bagaimana?" tanya William saat melihat rekan nya.


"Itu dia!" tunjuk rekan William ke arah tempat parkir. Alfi dapat melihat dengan jelas Azura yang berusaha memberontak untuk melepaskan diri tapi itu sangat sulit.


"Lepasin gue breng-sek! Gue bukan ja-lang yang bisa lo pake buat muasin hasrat lucknut diri lo itu" pekik Azura saat lelaki itu melepaskan bekapan mulut nya.


Tapi tiba-tiba lelaki itu mengeluarkan sebuah sapu tangan dari dalam saku belakangan dan membekap hidung Azura hingga ia kehilangan kesadaran nya.

__ADS_1


"Bajing-an! Lepasin dia breng-sek!" teriak Alfi yang entah sejak kapan tinggal beberapa langkah lagi dari Azura. Steve dan William saling menoleh karena heran mengapa sahabat mereka yang selalu acuh tak acuh bisa murka seperti itu. Bahkan mereka pun tak sadar, Alfi bisa bergerak secepat itu dan telah berada di sana.


Buuugh...


Alfi pun meninju rahang lelaki itu sekuat tenaga hingga tubuh Azura terlepas dari cengkraman nya.


cih...


Lelaki itu meludah saat zat besi terasa di ujung lidah nya.


Alfi pun membaringkan tubuh Azura pelan-pelan di lantai kemudian segera menghampiri lelaki itu untuk melawan nya.


Belum sampai pukulan itu di wajah Alfi, Alfi justru dengan cepat menangkis nya dan melesat kan terjangan tepat di ulu hati lelaki itu hingga membuatnya terhuyung lalu terjengkang ke tanah.


"Lo jangan main-main sama gue sialan!" desis Alfi dengan wajah merah padam.

__ADS_1


"Atau lo bisa mati di tangan gue saat ini juga" imbuh nya lagi dengan tangan terkepal.


Lalu Alfi segera membalik tubuh nya hendak menghampiri Azura yang tengah pingsan, namun seperti tak mau menyerah lelaki itu berusaha bangkit kembali dan ...


Dorrr ...


Dorrr ...


Suara timah panas meletus di udara. Nyaring suaranya hingga sampai ke dalam club' malam membuat mereka yang masih dalam kesadaran penuh jadi panik dan berhambur keluar.


Seketika pistol yang ada di dalam genggaman lelaki itu terlempar jauh. Sambil meringis, ia memegangi lengan nya yang telah berlumuran darah. Matanya mengerjap, melihat ke sisi lain, ia pun membelalak kan mata nya saat melihat dua orang yang sudah berjalan ke arah nya dengan salah satu memegang pistol sambil di putar-putar. Kedua orang itu menyeringai membuat lelaki itu tertegun.


"Tangkap dia!" seru seseorang yang sedang memegang pistol membuat lelaki itu panik. Ia pun berusaha berdiri hendak melarikan diri dengan masuk ke dalam mobil.


...Happy Reading...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2