Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
157


__ADS_3

"Dan untuk uang itu, semua murni milik kamu. Kak Zie telah menyerahkan segala nya padaku. Malah dia seenak nya nyuruh aku yang membayar. Padahal yang punya perjanjian siapa, yang di suruh bayar siapa. Tapi karena ini buat istri aku, ya udah lah. Lagipula, mulai saat ini uang ku juga uang mu. Nanti uang 1 milyar yang kak Zie janji kan akan aku transfer ke rekening mu" ujar nya membuat Azura membelalak kan mata nya.


"Lho, kok mas Alfi yang bayar? Terus kenapa di transfer lagi ke aku? Bukan nya tadi mas bilang bayar hutang itu pakai uang itu?"


"Ra, kamu itu tanggung jawab aku, jadi sudah sewajarnya aku melunasi hutang-hutang itu. Aku nggak mau kamu terbebani lagi apalagi sampai membahayakan keselamatan kamu dan Hasna. Mulai hari ini juga, urusan Hasna jadi tanggung jawab aku sebab ia juga adik ku. Jadi kalau butuh sesuatu apapun itu, tolong hubungi saja aku. Aku akan selalu sedia membantu mu" ucap Alfi penuh kesungguhan membuat mata Azura memanas.


"Ya ampun mas, aku nggak sanggup berucap apa-apa lagi. Apa yang kamu lakukan untuk ku dan keluarga ku sungguh luar biasa. Terima kasih, terima kasih, terima kasih mas. Mas Alfi tau banget cara nya bikin cewek baper parah. Love you mas" ucap nya lalu mengecup pipi Alfi sekilas.


"Too" sahut Alfi acuh.


"Ckk... nggak ada romantis-romantisnya pak dokter" cibir Azura sambil mencebikkan bibir nya.


"Emang"


"lhh.. mas Alfi nyebelin" pekik Azura.


"Tapi ngangenin kan!" ucap Alfi penuh percaya diri.


"Ck... percaya diri nya tinggi banget bang!"


"Harus dong!" sahut Alfi sambil mengulum senyum. Menyenangkan sekali membuat istri nya itu kesal.


Setelah berhasil menenangkan Azura, Alfi pun kembali menjalankan mobil nya. Di sepanjang perjalanan, ponsel nya tak berhenti berdering membuat Azura bertanya-tanya siapa sebenar nya yang menghubungi suami nya itu dan mengapa suami nya itu mengabaikan nya begitu saja.

__ADS_1


"Mas, kok telepon nya nggak diangkat? Itu dering terus lho dari tadi. Siapa tahu penting" tukas Azura heran.


"Itu kak Zie, malas ah"


"Lho kok gitu, mas bertengkar sama kak Zie?"


"Nggak"


"Terus?"


dddrttt...


"Kak Zie telepon aku, aku angkat ya mas!"


"Mas, nggak sopan dong kalau aku nggak angkat"


Azura kekeh mengangkat panggilan itu membuat Alfi hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tahu pasti apa yang akan di sampaikan kakak nya tersebut.


"Ya, halo kak? Ada apa?"


"Ra, Alfi dimana sih kok telepon kakak nggak di angkat-angkat?" tanya Zie saat panggilan telah di angkat.


"Mas Alfi lagi nyetir mobil kak, kenapa?"

__ADS_1


"Kalian udah dalam perjalanan ke rumah sakit?" tanya Zie.


"Ke rumah sakit? Ngapain? Kak Zie sakit?"


"Dokter galak kamu belum kasih tahu kamu ya kalau perempuan nyebelin itu udah melahirkan?"


"Hah! Azura nggak tahu kak, mas Alfi nya belum bilang"


"Bisa kamu nyalain loud speaker nya?"


Azura pun segera menekan tombol speaker.


"Udah kak"


"Alfi, kenapa kamu nggak kesini? Kakak sebenar nya paham kenapa kamu nggak mau, soal nya kakak juga sebenar nya gedek sama si nenek sihir cuma ini demi nama baik keluarga kita Al, jangan kecewakan ayah sama bunda. Buruan datang! Kakak tunggu, bye..."


Panggilan pun ditutup.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2