
"Ternyata istri ku bisa melow juga ya! Kirain selama ini cuma bisa marah-marah dan nyebelin doang" cibir Alfi membuat Azura mencebikkan bibir nya.
"Ayah, mas Alfi tuh lihat, suka banget ngejekin aku" rengek Azura sambil menghentak kan kaki membuat semua orang melotot kan mata nya, bukan tanpa alasan sebab ini kali pertama ada seseorang yang berani merengek pada ayah nya.
"Alfi, nggak boleh usil sama istri mu. Kamu tahu, sifat manja istri mu ini mengingatkan ayah pada bunda kalian. Dulu, saat bunda mu ini hamil, bunda mu juga suka manja sama papa dari ayah. Bunda kalian sudah di anggap seperti putri kakek kalian sendiri, jadi dengan senang hati kakek kalian akan menuruti segala kemauan bunda kalian. Dan ayah kini sangat bahagia, akhir nya masa-masa yang menyenangkan itu kembali lagi karena ada seseorang yang mampu memberikan warna di rumah ini setelah banyak masalah yang berlalu" Ucap ayah Damar dengan mata berkaca-kaca.
Di ruang tengah itu, semua orang tampak berbagi canda dan tawa. Sesekali ada haru menyelimuti, namun setelah nya kembali ceria lagi. Semua tampak berbahagia atas kehamilan Azura. Bahkan Angkasa pun sudah tak sabar menantikan kehadiran calon adik nya tersebut.
"Tante Tante, katanya Tante mau punya adek bayi, adek bayi nya mana Tante? Angkasa mau lihat. Angkasa mau cium juga" ujar Angkasa membuat semua orang terkekeh.
"Adek bayi nya ada, tapi masih di dalam sini nih!" Tunjuk Azura ke dalam perut nya.
"Oh kirain Angkasa udah ada. Wah, nanti perut Tante pasti akan jadi gede kayak balon dong Tante kayak mama temen Angkasa, perut nya gede banget. Kata temen Angkasa, di perut mama nya ada 2 dedek bayi, kalau di perut Tante ada berapa dedek bayi?" celoteh Angkasa penasaran.
"Wah.. Tante belum tahu sayang! Emang nya kenapa kalau ada dua?"
"Angkasa mau minta satu buat temen Angkasa main mobil-mobilan" Ujar Angkasa polos mengundang tawa Zie dan suami nya.
__ADS_1
"Nggak boleh. Kalau kamu mau, minta sana sama mama papa Angkasa, minta buatin dua sekaligus" Ujar Alfi sambil menunjuk ke arah Zie yang sedang rebahan di pundak suami nya.
Bukkk...
Zie melemparkan sebuah bantal sofa ke arah Alfi yang langsung di tangkap nya.
"Emang lo pikir gue mesin cetak bisa request seenak jidat lo" Ketus Zie dengan mata mendelik tajam.
"Lah, bukan gue yang minta tapi anak lo! Ya kan, Angkasa? Angkasa pengen adik nya langsung 2 kan! Bilang gih ke mama sama papa kalau Angkasa minta bikinin adik yang lucu tapi nggak boleh lebih lucu dari anak nya om ya! Anak om itu harus yang paling lucu dan menggemaskan"
"Lama-lama lo masuk rumah sakit jiwa Al! Ngajarin anak gue itu yang bener, bukan yang aneh-aneh" Sungut Zie sebal.
"Iya mama, kan mama sendiri yang ngajarin Angkasa bilang minta adek nya satu buat temenin Angkasa main mobil-mobilan" ucap Angkasa polos membuat Zie menutup wajah nya dengan kedua tangan.
'Duh, anak itu kok jujur banget sih! Jujur sih boleh, bagus malah tapi ya nggak gini juga" sungut Zie dalam hati. Pelan-pelan, Zie mulai beringsut ingin melarikan diri, Alfi pun dengan sigap mengejar nya.
"Angkasa, bantu om tangkap mama! Mama nakal udah ngerjain om" Teriak Alfi membuat Zie mempercepat langkah nya. Angkasa pun dengan semangat membantu Alfi membuat Azura, ayah Damar, bunda Yasmin, dan suami Zie terkekeh melihat nya.
__ADS_1
"Om, hadang mama di sana! Mama, jangan kabur!" teriak Angkasa memenuhi ruang keluarga itu.
"Angkasa, kok kamu bantu om Alfi sih! Seharus nya kamu itu bantu mama, bukan om galak kamu itu" seru Zie geram sang anak justru lebih memihak pada Alfi.
Alfi tergelak mendengar nya.
"Nggak mau, mama nakal kata om Alfi" tolak Angkasa.
Rumah keluarga Wijaya itu akhir nya kembali ceria setelah kehilangan sinar nya beberapa waktu yang lalu. Terdengar tawa canda penuh kebahagiaan dari sana membuat seseorang yang berdiri di balik pintu tersenyum sendu menatap ke arah keluarga bahagia itu. Kebahagiaan yang telah lama hilang kini telah kembali. Kesedihan yang pernah merajam jiwa-jiwa penghuni rumah itu kini telah pergi. Matahari keluarga itu kini telah kembali tapi dengan sosok yang baru.
Sungguh, Lana sangat menyesali kebodohan nya tergoda kelembutan dan perhatian dari ular berbisa seperti Vina. Karena kesalahan nya itu, bertahun-tahun rumah itu terasa hambar dan dingin. Tak ada kehangatan apalagi keceriaan. Hanya ada ketegangan dan kehampaan.
Sungguh ia bersyukur, akhir nya keluarga itu bisa kembali berbahagia. Ia pun sangat berterima kasih pada Azura karena diri nya telah berhasil mengembali kan kebahagiaan di dalam keluarga itu khusus nya kepada saudara nya, Alfi Wijaya.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...