Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
81


__ADS_3

"Jadi beneran nih pak dokter mau makan aku?" goda Azura sambil mengerling kan sebelah mata nya.


Alfi menggeleng tak percaya melihat tingkah Azura yang kian menyebal kan menurut nya.


"Cepat ganti pakaian, cuci muka, terus makan. Aku nggak mau tiba-tiba kamu sakit lagi karena kelalaian kamu itu. Seperti anak kecil saja, makan pun harus di ingat kan" ketus Alfi mengabaikan selorohan Azura.


Bukan nya marah, Azura justru terkekeh sambil beranjak dari tempat tidur nya.


"Wah, suami aku ternyata perhatian banget! Nggak salah aku milih suami pak dokter. Jadi makin sayang deh!" goda Azura sambil tersenyum cengengesan.


Cup ...


Tiba-tiba saja Azura mengecup pipi Alfi kemudian segera berlari dari sana sambil mengangkat bawahan songketnya.


Alfi seketika mematung di ditempat sambil menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup rapat.


"Astaga, gadis itu!" gumam nya hingga tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat ke atas.


Usai makan Alfi langsung keluar kamar meninggal kan Azura seorang diri, entah pergi kemana dia.

__ADS_1


Tiba-tiba..


Ting tong Ting tong ...


Terdengar suara bel yang di tekan berulang kali membuat Azura segera bangkit dari sofa yang ia duduki dan berjalan menuju pintu.


"Hai Ra ... " seru trio icikiwir bersamaan membuat mulut Azura menganga sempurna melihat kedatangan mereka.


"Eh kalian! Mau ngapain?" tanya Azura dengan sorot mata bertanya-tanya.


"Persilakan masuk dulu kek!" ketus Leon yang sudah memegang sebuah kantong plastik kecil. Entah apa isi nya.


Mata Mario tampak celingukan kesana-kemari, semua itu di sadari oleh Azura.


"Nyariin apa sih pak dokter?" tanya Azura.


"Si galak itu dimana? Kami pikir kalian lagi mau ngadon karena itu kami kemari mau gangguin kalian" ujar Mario seraya terkekeh.


"Ngadon? Emang nya lagi buat adonan pempek, roti, ih aneh-aneh aja pak dokter. Temen sendiri malah mau di usilin" ujar Azura tak percaya dengan niat teman suami nya itu.

__ADS_1


"Kalo pak dokter nanyain dimana pak dokter galak, jangan tanya aku deh. Aku juga nggak tau dimana rimba nya tuh orang" ujar Azura seraya mengangkat bahunya.


"Bukan nya kenapa Ra kami datang, kan entar malam lo mau resepsi tuh. Bisa kacau kalau siang-siang gini lo di ajak ngadon sama si nyebelin itu, bisa-bisa entar malam lo malah K.O." seloroh Eza membuat Azura melemparkan bantal yang ia peluk ke arah Eza.


"Gila banget ya kalian bisa mikir sampai kesana, kayak udah pengalaman aja" ujar Azura sambil geleng-geleng kepala.


"Kami kan laki-laki Ra. Kalau udah nikah apalagi istri nya secantik lo, siapa yang bisa tahan" timpal Mario sambil tergelak.


"Udah ih, kalian meracuni otak polos ku aja. Kalau cuma mau bahas hal-hal kayak gituan mending keluar deh" Rajuk Azura dengan wajah memberengut.


"Hehehe... " Eza dan Leon terkekeh dan Mario yang ikut menyengir lebar.


"Jangan dong! Emang sih, niat kami yang awal itu. Kami cuma mau jagain kamu Ra. Eh tapi gue nggak nyangka ternyata pengantin baru kita malah di tinggalin sendirian, tega bener. Apa jangan-jangan rumor tentang si dokter itu beneran ya?" celetuk Leon.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2