
Malam hari nya, Azura berniat melancarkan aksi nya kembali. Ia telah berdandan sedemikian rupa. Rambut nya di buat ikal di ujung, ia juga telah berdandan secantik mungkin demi memuluskan rencana nya. Azura telah memakai dress supermini dan ketat yang menonjol kan lekuk tubuh nya, tak lupa menyemprot kan parfum ke sekujur tubuh agar dapat membangkitkan hasrat terpendam Alfi.
Azura pun berdiri di ambang pintu menanti kan kepulangan sang suami. Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dan munculah Alfi dengan wajah lelah nya. Alfi mengerut kan kening nya saat melihat Azura sudah bak gadis penggoda. Sungguh, ia benar-benar lelah saat ini. Hari ini ia telah menangani beberapa operasi besar membuat energi nya terkuras habis.
Dengan jalan berlenggak-lenggok, Azura segera menghampiri Alfi yang terlihat begitu kelelahan.
"Hai suami, sini aku bantuin bawa tas nya! Kamu pasti capek banget hari ini" ucap Azura seraya meraih tas Alfi dan membantu membawakan nya.
"Seperti nya aku harus segera menyewa pengusir jin"
"Kenapa?
"Kau lihat dirimu? Dari penampilan mu, seperti nya kau baru saja kerasukan jin jadi bertingkah aneh" desis nya membuat Azura melotot kan mata nya.
"Heh dokter Alfi yang terhormat? Apa mata mu udah rabun, aku berdandan secantik ini malah di bilang kerasukan jin. Ini pasti karena pasangan hombreng mu itu jadi kau tidak bisa membeda kan gadis cantik dan laki-laki buluk?" pekik Azura seraya berjalan mengehentak kan kaki.
Azura mencoba mengontrol emosi nya. Bila terus-menerus seperti ini, bisa-bisa ia gagal dalam misi. Tidak, ia tidak boleh gagal. Setidak nya, bila suatu hari nanti ia di ceraikan, ia akan menjadi janda kaya. la tak mau pengorbanan nya berakhir sia-sia.
Azura pun mengekori langkah Alfi hingga masuk ke dalam kamar nya.
"Sini sayang, aku bantu melepaskan dasi dan kemeja mu" ucap Azura.
Alfi yang memang sudah merasa sangat lelah dan malas berdebat pun membiarkan saja apa yang ingin di lakukan Azura dari melepas simpul dasi dan membuka kancing kemeja nya satu persatu hingga kini hanya menyisakan celana bahan nya saja.
__ADS_1
"Mau apa kau?" tanya Alfi saat Azura mengulur kan tangan nya untuk membuka ikat pinggang Alfi.
"Melepaskan celana mu! Kau tau pak dokter, aku benar-benar penasaran melihat bukti kejantanan mu itu. Kira-kira torpedo mas dokter Alfi sebesar apa ya?" ucap nya dengan mata berbinar.
"Nggak usah, singkir kan pikiran kotormu itu! Aku mau mandi, sana keluar!"
"Ckk.. mas dokter kok pelit amat sih! Atau sini aku mandiin aja. Mas dokter kan lagi capek, jadi mending aku mandiin sekalian aku pijit-pijit, pasti mas dokter suka deh sama pijitan aku"
"Memang nya aku bayi harus di mandikan" ketus Alfi.
"Kan kamu bayi nya aku" sahut Azura seraya mengerling kan sebelah mata nya.
Tapi Alfi justru melengos dan segera mandi.
Alfi pikir, Azura telah pergi saat ia keluar dari kamar mandi. Jadi ia pun segera duduk bersandar di sandaran ranjang. Tapi nyata nya Azura kembali masuk seraya membawa secangkir coklat panas membuat Alfi jengah.
"Mas dokter, aku mau tanya serius?"
"Apa?" ketus nya jengah.
"Sebenar nya apa sih yang mas dokter suka dari si buluk itu? " Lalu Azura dengan membuang seluruh rasa malu nya, Azura merangkak dan segera duduk di pangkuan Alfi dan menurun kan tali lingerie nya hingga hanya menyisakan dalaman saja. Untuk pertama kali nya, ia menunjuk kan aset berharga nya di hadapan orang lain yang kini telah menyandang status sebagai suami nya.
"Mas dokter lihat baik-baik, mau gimana pun aku jauh lebih baik dari si buluk itu. Dan terpenting, aku gadis tulen, aku bisa memuaskan mas dokter. Sedangkan si buluk itu, kalian cuma bisa main pedang-pedangan doang" ucap nya sambil menggerak kan bokong nya di bawah sana. Lalu tangan nya meraih tangan Alfi dan meletakkan nya di atas dada nya sambil membantu membuat gerakan mere*mas.
__ADS_1
"Ahhh sayang, apa kau tega membuat ku tersiksa seperti ini" Azura sengaja sedikit mengeluarkan desa*han agar Alfi mulai terbakar gairah tapi Alfi justru menatap nya datar. Azura terus bergerak ero*tis sambil membimbing tangan Alfi agar mere*mas aset kembar nya.
Alfi segera membalikkan badan nya hingga kini ia yang berada di atas. Senyum Azura mengembang.
"Sentuh aku sayang" desah nya membuat Alfi tersenyum miring.
"Apa kau begitu menginginkan nya?" bisik Alfi seraya memainkan pu*ting Azura membuat nya makin melenguh ingin.
Azura menggigit bibir nya seraya mengangguk. Awal nya, Azura hanya iseng ingin menggoda Alfi tapi nyatanya dirinya justru terhanyut dan mengingin kan lebih.
"Lanjutkan, sayang! Please... Ah... "
Alfi tersenyum lalu ia melakukan hentakkan keras dan...
"Aaaargh .... " Azura menjerit kesakitan.
Apakah kali ini Azura berhasil?๐คช
Readerskuu, keyboarku error. Jadi maaf ya kalau up nya telat๐ฅบ๐๐
...๐น๐น๐น๐น๐น...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak