Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
114


__ADS_3

"Mas dokter maaf nih, emang benar ya orang tadi itu mantan pacar mas dokter?" tanya Azura akhir nya. Dengan was-was ia menunggu jawaban, bahkan jantung nya sudah seperti genderang mau perang sakin gugup nya khawatir Alfi tiba-tiba marah karena ia menanyakan hal itu.


Alfi menatap nya dengan tatapan tajam.. Azura yang memang sudah gugup sampai menelan ludah nya sendiri.


"Ada pertanyaan lain?"


"Nggak, nggak ada. Aku cuma pengen tau itu aja sih. Kalau mas dokter nggak mau jawab ya udah, nggak papa kok. Nggak ada kewajiban mas dokter buat jawab juga, lagian itu juga bagian masa lalu mas dokter dan hubungan kita nggak sedekat itu untuk... "


"Ya, dia mantan kekasih ku" potong Alfi.


Sontak saja hal itu membuat Azura menganga tak percaya. Pertama tak percaya Alfi mau jujur perihal masa lalu nya, kedua untuk pertama kali nya Alfi tidak mempersoalkan Azura yang menanyakan sesuatu yang masuk ke dalam ranah pribadi nya. Tentu Azura tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk mengorek nya lebih lanjut.


"Wow, sejak kapan dan mengapa bisa?"


"Semua terjadi begitu saja"


"Ah, masa' gitu! Aku tadi sempat dengar lho pas dia bilang dia jadi selingkuhan sahabat nya mas dokter. Apa dia selingkuh saat masih menjalin hubungan dengan mas dokter?"

__ADS_1


"No comment"


"Ih kok no comment sih! Ayo, ceritain lagi tentang masa lalu mas dokter. Aku nggak nyangka banget, ternyata seorang gay seperti... Eh... Iya, apa yang di katakan wanita setres itu benar kalau mas dokter sebenar nya hanya... "


"Berisik, geser! Aku mau tidur"


Alfi menempel kan kedua tangan nya di bibir sofa dan menyandar kan kepala nya di atas tumpukan tangan.


"Ih, mas dokter kok mau tidur sih! Jelasin dulu, benar kan kalau mas dokter itu sebenar nya bukan gay! Terus si buluk itu cuma selingkuhan mas dokter kan? Ayo mas dokter, jelasin!" bujuk Azura.


Wajah Azura menghadap tepat ke kepala Alfi yang berada di bibir sofa sehingga aroma rambut nya dapat tercium dengan jelas di hidung Azura. Dia hampir saja terbuai kalau saja ia tak ingat tujuan nya sebelum nya. Tangan Azura sibuk menoel-noel bahu Alfi berharap ia mau menjawab semua pertanyaan nya.


"Apa lagi?" tanya Alfi tiba-tiba saja menoleh kan wajah nya ke arah Azura. Jarak yang terlalu dekat membuat hidung mereka nyaris bersentuhan. Azura yang kaget tak menyangka Alfi akan menoleh ke arah nya sontak cegukan.


"Heugh... "


"Makanya jangan bawel, aku mau istirahat sebentar sebelum kita pulang"

__ADS_1


"Tapi... heugh... Aku masih ... heugh... penasaran"


Cup...


Tiba-tiba saja Alfi membungkam bibir Azura dengan bibir nya. Ciuman itu tak lama, hanya beberapa detik. Sekedar agar Azura menghenti kan ocehan nya yang tak ada habis nya.


"Bisa diam?" tanya Alfi.


Azura salah tingkah, ia segera membalik badan nya membelakangi Alfi sehingga wajah nya kini justru menghadap ke sandaran sofa. Azura memegang jantung nya yang berdegup sangat kencang, bahkan pipi nya kini terasa panas. Padahal ini ciuman ke sekian kali nya antara diri nya dan Alfi, tetapi mengapa rasanya berbeda. Azura bingung dengan perasaan aneh yang tiba-tiba saja menjalari diri nya. Mungkin kah ...


'Ashh.. tidak-tidak, ini tidak boleh terjadi! Lo nggak boleh suka sama dia Ra! Nggak boleh! Ingat tujuan lo sebelumnya. Benar Ra, nggak boleh!' gumam Azura yang masih memegangi dada nya yang kian bertalu-talu. Azura berusaha memejam kan mata nya untuk melupakan segala rasa yang tiba-tiba saja menyeruak memenuhi relung hati nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2