Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
58


__ADS_3

"Kakak tega ih, masa' Hasna tau nya dari lambe-lambe lalu lintas. Nah, apalagi kalau kak Zura udah nikah nggak mungkin kan kak Zura masih mau kerja siang malam. Entar suami kak Zura malah merasa terabaikan kalau kak Zura sibuk terus. Kan kalau aku udah kerja, kak Zura bisa kerja siang aja. Atau kalau perlu kak Zura resign biar bisa fokus sama keluarga baru kakak" tukas Hasna memberikan penjelasan.


Azura salah tingkah saat Hasna mengungkit masalah pernikahan. Sebenar nya ia pun bingung campur kaget, ia tidak di berikan kesempatan untuk berpikir apalagi berpendapat jadi jalan satu-satu nya ya menerima. Lagi pula pernikahan ini menurutnya menguntung kan, seperti pernikahan kontrak tapi kontrak nya bukan dengan si calon suami melain kan dengan kakak nya.


"Oh, itu, dia... dia itu..."


"Hasna udah tau kok siapa dia. Wah, kakak hebat ya bisa dapat calon suami dokter secakep itu. Mana orang kaya juga, wah kak Zura ternyata diam-diam menghanyut kan" seru Hasna yang turut antusias.


"Bukan maksud kakak nggak mau kasi tau, tapi ya semua itu mengalir gitu aja. Kakak juga nggak nyangka tiba-tiba di suruh nikah"


"Tapi seneng kan?" goda Hasna.


"Seneng? Ah, iya iya dong! Kakak pasti seneng" ujar Azura sambil menyengir lebar.

__ADS_1


'Apalagi lalu sampai berhasil menaklukkan si kulkas 10 pintu itu, wah makin tambah seneng. Semoga aku yang berhasil memenangkan taruhan ini' lanjut Azura dalam hati.


*********


Siang ini wajah Azura benar-benar kusut. Bukan tanpa sebab, semenjak konferensi pers kemarin nama nya kian melejit sehingga waktu bekerja nya pun terganggu. Minimarket Happymart tempat nya bekerja bukan nya di padati pembeli, justru ramai di kunjungi orang-orang yang menurut Azura merupakan ras kepomonoloid.


Mereka datang pura-pura belanja atau cuma membeli sesuatu sebagai alat untuk melampias kan keingintahuan mereka. Bahkan tak sedikit yang datang hanya membeli permen chuppa chup atau kinder Joy supaya memiliki alasan untuk berdiri di depan meja kasir kemudian cekrek... kamera pun berbunyi sampai akhir nya karena kasihan, Eza pun datang menggantikan nya. Entah tau dari mana orang-orang itu kalau ia bekerja di minimarket itu. Yang pasti, ketenangan nya kini tengah terancam.


'Apa pak dokter juga kayak gini ya? Nggak nyaman banget di untit orang!' gumam Azura saat membayang kan diri nya yang terus-menerus menguntit si dokter galak kesayangan nya.


Baru saja memperoleh masa tenang nya karena ia bisa bersembunyi sementara di gudang penyimpanan barang.


"Menurut lo?" tanya Azura balik seraya merebah kan kepala nya di atas meja yang berbantal kan tangan nya.

__ADS_1


"Yah, gue nanya el kok lo malah nanya balik sih? Apa ini kesalah pahaman? Atau ini jebakan dia? Kalau emang dia jebak lo, gue bersedia kok bantuin lo bisa lepas dari dia" ucap Eza bersungguh-sungguh.


Azura mengangkat kepala nya.


"Emang bisa? Emang gimana cara nya?" tanya Azura seraya mencibir.


"Gampang, tinggal gue nikahin aja lo. beres kan!" jawab Eza acuh.


"Idih, bilang aja lo mau nikahin gue! Hayo ngaku!" pancing Azura sambil menaik turun kan alis nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak


__ADS_2