Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
93


__ADS_3

Pagi ini, Azura bangun tidur dengan mood yang sangat buruk karena setelah menunggu semalaman, Alfi tak juga menunjukkan batang hidung nya. Dengan emosi, ia melahap tumpukan roti berisi selai kacang kesukaan nya. Ia makan dengan beringas, persis seperti orang yang sudah satu Minggu tidak makan.


"Awas ya kamu pak dokter kalau sampai macam-macam!" desis nya lalu kembali menggigit roti yang ia berisi 4 lembar roti itu.


Sementara itu, di sebuah cafe shop yang berseberangan dengan rumah sakit tampak 3 sekawan tengah mengopi bersama sambil bercengkerama. Lalu Steven pindah duduk di samping Alfi dan merebah kan kepala nya di bahu Alfi lalu cekrek. Dengan secepat kilat, Steven mengambil gambar nya lalu mengirimkan nya pada Azura yang mulut nya masih penuh dengan roti. Sontak saja, Azura langsung memuntahkan roti di mulut nya sampai terbatuk-batuk.


Ukhuk ... ukhuk ... ukhuk ...


"Sial! Kurang ajar si pelakor! jadi mereka beneran menghabiskan waktu berdua! Aku harus melakukan sesuatu. Ya, harus" gumam nya seraya mondar-mandir di ruang tengah apartemen.


"Ngapain sih lo!" sergah Alfi dengan mata menyipit.


"Ngapain? Ngirimin foto kita pacaran ke bini lo, puas!" balas Steven tak kalah sengit.

__ADS_1


"Bini Alfi? Emang dia ngapain sampai lo kirimin dia foto kalian berduaan?" tanya William penasaran.


Lalu Steven membuka ponsel nya dan menunjuk kan semua riwayat chat Azura yang dikirim semalam. Sontak saja, kedua sekawan itu tertawa terbahak-bahak. Mereka tak menyangka, aksi Alfi tempo hari berlanjut hingga sekarang.


"Lo tau, gara-gara bini lo, gebetan-gebetan gue jadi mempertanyakan kejantanan gue. Mereka kira, gue beneran Gayus Tambunan. Gila nggak tuh! Nyebelin banget bini lo Al!" kesal Steven sambil mengangkat cangkirnya dan langsung meminum nya dengan cepat sebelum ia sembur kan kembali membuat kedua teman nya lagi-lagi tergelak melihat nya.


"Awww ... panas-panas! Sialan! Ini gara-gara tuh cewek!" desis Steven masih saja menyalah kan Azura.


"Lagian lo ya Stev, bibir lo yang salah main sosor aja, eh malah nyalahin bini Alfi. Kayak nya, lo udah kena kutukan bini Alfi deh!" ejek William.


"Nggak tau deh Wil, suka aja ngerjain dia. Tapi jujur sih keberadaan nya cukup menghibur. Gue kadang nggak sadar jadi ikutan ketawa melihat tingkah nya" ungkap Alfi jujur.


"Kayak nya sebenar nya tanpa sadar lo udah mulai tertarik sama bini lo Al!" ujar William mengemuka kan pendapat nya.

__ADS_1


Alfi menggeleng. Ia tidak yakin akan hal itu. Mustahil bagi nya menyukai gadis seperti Azura yang menyebalkan, cerewet, dan juga bar-bar.


"Nggak mungkin, itu mustahil. Kalian tau sendiri kan bagaimana tipe gadis yang ku sukai"


"Yayaya, gadis yang manis di depan tapi busuk di belakang, itu maksud lo!" timpal Steven membuat Alfi mengepal kan tangan nya.


"Wait, jangan marah! Bukan kah itu kenyataan nya? Justru gue lebih suka istri lo ini Al, biarpun dia nyebelin tapi seperti nya dia gadis yang baik dan tulus yah terlepas dari tujuan dia mendekati mu. Tapi nggak ada salah nya, kalian mencoba menjalani nya dengan sebaik mungkin. Apalagi kalian sekarang terikat dalam hubungan yang sah"


"Tapi Steven benar Al. Apalagi dia cantik, keliatan cerdas juga. Nggak susah buat dia jatuh ke dalam pesona lo. Tapi itu semua terserah lo, gue cuma khawatir di saat lo udah nyaman tiba-tiba perjanjian nya udah berakhir terus dia beneran pergi baru deh lo nyesel. Pikir kan itu baik-baik, bro. Kami pun menginginkan yang terbaik buat lo" saran William membuat Alfi tercenung sendiri memikirkan nya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2