
Alfi kini telah kembali ke apartemen milik nya. Mengetahui banyak wartawan yang mencari nya di rumah sakit, ia pun memilih tidak bekerja dan minta tolong rekannya menggantikan dirinya sementara. Beruntung ia hari ini tidak memiliki jadwal operasi jadi ia bisa menyendiri untuk sementara waktu.
Tapi keinginan nya terpaksa terganggu sebab kedatangan seseorang yang tidak di inginkan nya. Ia pun bingung, bagaimana orang itu bisa seenak nya masuk ke apartemen milik nya padahal ia sudah kembali mengganti pin. Apa mungkin orang itu memiliki keycard duplikat sehingga ia bisa seenak hati melenggang ke dalam apartemen nya? Atau orang itu memiliki kemampuan meretas? Alfi tidak mengerti.
"Mau apa kakak kesini?" desis Alfi saat melihat kakak nya masuk ke dalam apartemen nya dan duduk santai seolah-olah tengah berada di rumah nya sendiri.
"Hei hei hei, galak amat sih! Aneh nya Angkasa ngefans sama om galak sama kamu. Angkasa emang apa sih bagus nya om kamu itu? Galak kayak gitu aja kamu seneng banget sama dia." ucap Zie sambil menatap putra nya yang sedang mengemut lolipop.
"Om Alfi baik sama Angkasa, Om Alfi cuma galak sama mama dan orang-orang tapi nggak galak sama Angkasa" ucap Angkasa si bocah 5 tahun itu polos.
Mata Zie membola mendengar jawaban sang putra.
"Baik? Ck... orang galak kayak gitu kata nya baik? Kamu emang benar-benar aneh deh!" desis Zie sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
__ADS_1
Alfi yang tadi nya berwajah datar, diam-diam tersenyum tipis mendengar ucapan keponakan tersayang nya itu.
"Angkasa nggak aneh, kakak yang aneh. Kenapa kak Zie kesini? Senang liat penderitaan Alfi?" desis Alfi dengan sorot mata tajam.
"Ya ampun Alfi, kamu itu disuruh nikah bukan di suruh menderita. Apalagi kayak nya cewek itu cantik. Lagian kamu main sosor-sosor aja nggak tau tempat, harus tanggung jawab lah. Kasi klarifikasi dulu tuh, kasian tuh cewek kena hujat cewek-cewek dan emak-emak se-Indonesia raya padahal kamu duluan yang nyoso kan!" cetus Zie acuh.
"Kakak lupa Alfi siapa? Mana mungkin Alfi kayak gitu" kilah Alfi.
"Itu urusan dia, salah dia sendiri masuk ke kehidupan gue" jawab nya acuh.
"Astaga, kenapa Angkasa bisa punya om kayak gini sih? Kok kakak jadi bayangin gimana kalau kakak punya anak cewek terus di gituin juga sama cowok? Ah, aku pasti udah bunuh diri kalau sampai anak aku di hujat terus di caci maki kayak gini. Nggak sanggup rasa nya" ucap Zie bernada frustasi dengan ekor mata menatap Alfi.
"Cih, nggak usah akting deh?"
__ADS_1
"Akting apa sih? Kamu nggak tau Al, gimana rasanya di hujat kayak gitu apalagi ini cewek. Cewek itu lebih dominan main perasaan di banding kan logika, kalo perasaan nya udah sakit terus tertekan tuh ya dia bisa berbuat nekat apa aja termasuk bunuh diri. Karena itu pesan kakak, cepat temuin gadis itu terus bawa ke rumah seperti perintah ayah. Kamu juga harus buat klarifikasi sebelum semua orang berspekulasi makin jauh" ucap Zie.
"Dan yang lebih penting lagi, segera nikahi dia. Bukan hanya demi dia, tapi juga demi kamu, nama baik kamu, sama nama keluarga besar kita. Oh iya, masalah ini juga bisa berimbas ke perusahaan kalau kamu nggak cepat ambil keputusan" imbuh nya lagi sebelum mengajak Angkasa pergi dari sana meninggalkan Alfi termenung seorang diri.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak
__ADS_1