Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
88


__ADS_3

"Bwakakakakak..."


Akhir nya, Alfi dan William benar-benar menyembur kan tawa nya. Wajah frustasi Alfi kini benar-benar hilang melihat aksi kocak istri dan sahabat nya itu.


"Gila lo ya, gara-gara lo gue cowok tulen di sebut pelakor. Bisa hancur reputasi gue sebagai usahawan muda, tampan, dan mapan gara-gara lo" desis Steven geram karena Alfi menjadikan nya pasangan hombreng.


Tak peduli kekesalan sahabat nya, Alfi dan William tetap saja tergelak sampai perut mereka sakit.


"Thanks atas bantuan lo!" ujar Alfi sambil berusaha mengontrol tawa nya.


"Dasar gila!" balas Steven.


Sedang kan di kamar hotel, saat panggilan ditutup sepihak Azura langsung mengumpat kesal seraya melempar ponsel nya ke atas kasur.


"Gila... Jadi rumor itu ternyata benar. Jadi dia itu pacar nya pak dokter. Arrrghh... ganteng-ganteng kok bego sih masa' sukanya main pisang-pisangan. Pantesan Kak Zie ngasi tugas ini, ternyata... pak dokter itu beneran hombreng. Ish... jadi gimana cara biar dia normal lagi ya?" racau Azura frustasi sambil mengacak rambut nya.

__ADS_1


flashback off


*******


Alfi baru kembali ke kamar hotel pukul 6 pagi. Mata Azura yang memang terjaga sepanjang malam mendelik tajam saat melihat penampilan rapi Alfi. Yang membuat Azura makin geregetan, Alfi justru melenggang santai tanpa beban di hadapan nya, padahal Azura telah menunggu kepulangan nya semalaman hingga membuat mata nya sudah seperti panda yang kehilangan induk nya.


Azura telah berusaha menahan diri sejak tadi. Mereka bahkan saling berdiam diri tanpa sepatah kata pun terucap. Bahkan sampai sarapan pagi terlewat pun, Alfi tetap pada pendirian nya yang bungkam membuat emosi Azura seakan naik hingga ke ubun-ubun. Kalau saja amarah itu berupa asap, mungkin asap itu sudah mengebul dari mulut, lubang hidung, telinga, juga mata Azura.


Akhir nya, Azura sudah tak sanggup menahan emosi nya jadi ia segera menghampiri lelaki yang sudah hampir 24 jam yang lalu berganti status menjadi suami nya. Dengan jalan menghentak, ia berdiri berkacak pinggang di depan Alfi yang tengah memainkan ponsel nya. Entah, dia sedang berchating ria dengan siapa sebab ia tampak tersenyum bahagia sekali.


"Hmmm..." gumam Alfi tanpa mengangkat wajah nya dari ponsel.


"Ck... pak dokter, seriusan deh! Yang semalam itu beneran pacar pak dokter ya?" tanya Azura blak-blakan.


"Kalau iya, kenapa?" tanya nya santai dengan mata yang masih saja tertuju ke arah ponsel.

__ADS_1


"Astagfirullah, pak dokter! Pak dokter sekolah pinter-pinter cuma buat jadi pasangan main pedang-pedangan? Emang apa enak nya sih? Ada sarung yang sah kok malah diadu dengan pedang lain" ujar Azura sambil geleng-geleng kepala.


"Ingat dosa pak. Setiap manusia itu di ciptakan berpasang-pasangan, pasangan pedang ya sarung, terus kenapa malah pak dokter pasangin sama pedang yang lain? Pak dokter kan dokter yang jenius nih, pasti tau kan bahaya hal kayak gitu apaan? Terus semalam pak dokter kemana? Apa kalian... " cerocos Azura lalu ia menyentuh kan ujung jari telunjuk kanan dan kiri nya.


"Apa pak dokter semalam nggak pulang karena habis main pedang-pedangan?" tanya Azura dengan wajah kepo mode on.


Mata Alfi melotot tajam, tak menyangka gadis itu mengira ia benar-benar melakukan hal itu.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2