
Sekelebat bayangan Alfi yang sedang tersiram air shower melintas di benak nya. Walaupun Alfi masih mengenakan bawahan boxer, tapi tubuh itu terlihat sangat... sangat... jantan. Dada nya yang bidang, perutnya yang kotak-kotak, bisep nya yang terlihat kokoh dan kencang, kulit nya yang putih bersih, oh my God, teriak Azura dalam hati. Bahkan kadar ketampanan nya jadi berkali-kali lipat. Azura menggeleng-geleng kan kepala nya untuk membuang jauh bayangan itu, bagai mana ia bisa membayang kan tubuh Alfi di saat seperti ini, ia harus segera keluar dari ruangan itu. Baru saja Azura hendak membuka pintu untuk melarikan diri, tiba-tiba sebuah tangan menarik pergelangan tangan nya hingga tubuh nya terhuyung ke belakang menabrak dada bidang Alfi. Seketika Azura tertegun, rambut basah dan air yang mengalir di sisi wajah hingga leher membuat Alfi terlihat sangat seksi.
"You're so sexy, pak dokter galak!" batin Azura.
Azura masih tertegun di tempat nya sambil menatap lekat garis rahang, bibir, hidung, mata, hingga, gerakan naik turun adam's apple yang terletak di leher Alfi membuat pikiran Azura kosong seketika.
"Ingat Azura ini hanya misi, jangan sampai lo jatuh hati dan berakhir patah hati. Lo harus bisa membentengi diri Ra! Ya, harus!" Azura memperingatkan diri nya sendiri. Apalagi misi ini memiliki jangka waktu, bila masa nya telah habis ia harus meninggal kan Alfi. Azura meringis saat membayang kan diri nya jatuh hati tapi terpaksa pergi, tidak... tidak... itu tidak boleh terjadi. la tidak boleh sampai jatuh hati dan berakhir patah hati. Misi nya adalah membuat Alfi jatuh hati, bukan diri nya yang jatuh hati.
Azura mulai tersadar dari ketertegunan nya. Ia pun mencoba melepas kan diri, namun bukan nya terlepas ia justru terpojok di dinding dengan kedua tangan Alfi menempel di dinding, tepat di sisi kanan dan kiri kepala nya. Azura menelan ludah nya sendiri saat wajah dingin Alfi makin dekat ke wajah nya, bahkan deru dan aroma nafas Alfi dapat ia rasakan hingga memenuhi indra penciuman nya.
__ADS_1
"Ap-apa yang pak dokter galak lakukan?" tanya Azura terbata. Bola matanya terlihat tak tenang, sibuk bergulir kesana-kemari menghindari tatapan mata Alfi yang seolah ingin membolongi wajah nya.
Tapi Alfi justru menarik dagu Azura hingga mata mereka bersirobok. Alfi memiring kan sedikit wajah nya dengan satu sudut bibir terangkat, ia seolah menertawakan kegugupan Azura atas ulah nya.
"Apa yang mau saya lakukan? Bukan kah itu yang seharusnya saya tanyakan?" desis Alfi membuat kadar kegugupan Azura meningkat berkali lipat.
"A-apa? Memang nya aku mau melakukan apa?" tanya Azura bingung. Bahkan kini ia berani membalas tatapan Alfi, Azura dapat melihat betapa indah bola mata Alfi yang hitam bagaikan langit di malam yang kelam, begitu pula Alfi yang baru kali ini ia dapat melihat dengan jelas betapa jernih bola mata itu. Bagaimana danau yang super jernih, tenang, tapi mampu menghanyutkan.
"Tak perlu berbohong, pasti kau ingin mengulangi lagi apa yang kau lakukan tempo hari bukan! Atau kau ingin melakukan hal yang lebih lagi.. " tuding Alfi dengan satu alis terangkat.
__ADS_1
"Mana ada ihh, dokter nuduh sembarangan. Fitnah itu fitnah, pak dokter pasti tau kan kalau fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan"
"Masih mau berkilah? Baiklah, kalau begitu saya yang akan memberikan nya supaya kau puas" desis Alfi sambil menyeringai membuat jantung Azura seketika berdebar kencang.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak