
Sebenar nya ia sedari tadi agak sakit kepala, tapi tak ingin membuat Alfi menunggu, ia pun datang lebih pagi padahal kalau di hitung ia baru memejam kan mata nya selama 2 jam. Selama ini, Azura memang kurang tidur dan ia berusaha bertahan. Tapi entah, hari ini seperti nya sistem imun nya sedang kurang bagus jadi tubuh nya terasa lemas dan sakit kepala. Lalu kini, rasa sakit itu kian bertambah karena kepala nya yang terantuk roof panel mobil.
Kesal melihat Alfi, Azura pun langsung mencangklong tas selempan nya dan membuka pintu mobil.
"Mau kemana?" tanya Alfi dengan alis bertaut.
"Ke minimarket" ketus Azura.
"Ngapain?"
"Kerja lah, masa mau cari pacar" masih dijawab dengan ketus oleh Azura.
Azura pun berjalan perlahan menjauhi mobil Alfi. Mata Alfi menyipit melihat langkah sempoyongan Azura dengan satu tangan tampak memijat kepala.
"Apa aku tadi sudah keterlaluan?" tanya Alfi pada diri nya sendiri.
Lalu Alfi mengemudi kan mobil nya dengan perlahan mengawasi Azura. Dari jauh dapat Alfi lihat, wajah Azura terlihat pucat. Ia pun menghenti kan mobil nya tepat di samping Azura membuat Azura mendengus dan tetap melanjut kan langkah nya.
__ADS_1
"Ayo, masuk!" titah Alfi tegas.
"Ogah" cetus Azura sinis. Kini ia tengah berjalan di trotoar, ia hendak menuju halte yang tak jauh dari tempat nya sekarang.
"Buruan naik" titahnya lagi. Mereka sudah seperti sepasang kekasih yang tengah bertengkar membuat beberapa pasang mata yang melihat nya tersenyum geli.
"Udah mbak, buruan naik! Entar pacar nya di culik orang baru tau rasa lho!" goda salah pengguna jalan membuat Azura kembali mendengus.
"Coba aja kalau bisa. Palingan, baru jalan satu hari langsung tobat minta putus" ujar Azura yang masih mengacuhkan Alfi. Mengingat bagaimana galak nya Alfi, ia yakin tak kan ada gadis yang betah menjadi kekasih nya. Orang-orang pun terkekeh melihat ekspresi Azura yang masbuloh.
"Ayo, cepat masuk! Atau ..."
"Saya hitung sampai 3, kalau nggak cepetan masuk, saya akan ... "
"Udah ah, aaargh ... " kepala Azura makin berdenyut. Lalu tanpa persetujuan Azura, Alfi menggendong gadis itu di depan nya dan mendudukkan nya di kursi samping kursi pengemudi. Terang saja, Azura tersentak dengan perlakuan Alfi. Bahkan ia tanpa rasa malu ataupun canggung memasang kan sabuk pengaman ke tubuh nya. Setelah semua selesai, Alfi masuk ke kursi pengemudi dan melajukan mobil nya.
Azura terkejut saat mobil itu melewati begitu saja minimarket Happymart tempat nya bekerja. Sambil memijit pelipis nya, Azura membalik badan nya menghadap Alfi dan menuntut penjelasan.
__ADS_1
"Pak dokter stop ih! Kita mau kemana? Happymart udah lewat, pak dokter jangan aneh-aneh ya! Aku bisa bela diri dan melawan pak dokter kalau berani macam-macam" seru Azura dengan tangan sudah dalam posisi bersiap untuk memukul.
"Ck... emang saya mau ngapain? Mau memperkosa kamu? Ih.. emang kamu pikir kamu secantik dan seseksi apa sampai bisa buat saya nekat?" cibir Alfi tanpa tedeng aling-aling.
"Ck... nggak usah sok ya pak dokter! Kalau pak dokter nggak ada ketertarikan sedikit aja sama aku, pak dokter pasti nggak akan nyosor aku seenak nya gitu. Aku tau, pak dokter kemarin begitu menikmati ciuman itu. Hayo nggak usah ngelak, arti nya pak dokter tanpa sadar udah tertarik kan sama aku" tuding Azura sambil menyeringai.
"GeEr" kilah nya.
"Itu saya lakukan bukan karena saya tertarik tapi sebalik nya, untuk membuat kamu bertekuk lutut sampai kamu mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Kau pikir, aku nyaman kau berkeliaran seenak nya di sekitar ku? Nggak. Mimpi saja kau!" desis Alfi sambil menyeringai membuat Azura terdiam.
la sudah cukup malas meladeni Alfi yang memang sangat menyebalkan. Apalagi kepala nya makin berdenyut hingga tanpa sadar mata nya kembali terpejam.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak....