
Matahari sudah meninggi, tapi Azura justru masih asik bergelut di balik selimut tebal nya dengan keadaan polos. Mungkin terlalu lelah karena serangan bom nuklir dokter galak nya membuat Azura begitu kelelahan hingga bangun pun jadi kesiangan.
Alfi hanya menggelengkan kepala nya, namun ia tak membuka gorden dan membiarkan nya saja, ia sadar istri nya itu pasti merasa remuk redam di sekujur tubuh nya. Padahal itu untuk pertama kali nya mereka bercinta, tapi ia sudah di serang bom nuklir tak tahu berapa kali nya. Awal nya Azura menolak dan mengeluh sakit, tapi saat gelora asmara itu berhasil bangkit oleh ulah jemari dan bibir Alfi, ia justru meminta lebih dan tak mau berhenti sebelum mencapai puncak bersama.
"Shittt, bagaimana bisa aku membayang kan ingin kembali bercinta! Azura saja masih terkapar tak berdaya. Coba aja dari awal aku nerima kamu Ra, pasti sekarang di dalam sini sudah tumbuh calon anak kita" ujar Alfi yang kini telah kembali berbaring di samping Azura seraya mengusap perut wanita nya dengan lembut.
Alfi menelan ludah nya bulat-bulat saat melihat tubuh sang istri yang masih polos. Alfi menyeringai puas saat melihat hasil maha karya nya telah memenuhi tubuh bagian atas Azura. Bahkan jejak-jejak sentuhan bajing-an tempo hari telah lenyap tak bersisa akibat ulah nya.
"Udah pegang-pegang nya?" cibir Azura dengan mata terpejam membuat Alfi tersentak.
Alfi pun tersenyum lebar saat mendengar suara perempuan yang kini telah jadi milik nya seutuh nya itu.
Bukan nya menepis tangan Alfi, Azura justru mengikis jarak dan memeluk tubuh Alfi dengan kepala bersandar di dada nya.
__ADS_1
"Kau mau menggodaku, hm?"
"Ih siapa? Aku cuma mau peluk aja kok, nggak boleh? Kalau nggak boleh, entar aku minta peluk dokter Mario aja deh, Eza juga boleh" ucap Azura acuh tak acuh, sengaja mengerjai suami nya.
"Awas aja kalau sampai itu terjadi, aku mutilasi mereka berdua" ancam Alfi dengan sorot mata tajam nya.
"Kan yang mau meluk mereka itu aku, kok yang di mutilasi mereka mas dokter?" tanya Azura yang kini telah membuka mata nya. Sungguh tak pernah terbayang dalam benak nya, ia dapat bermesraan seperti ini. Posisi mereka sangat intim, sangat nyaman, rasa nya ia tak rela melepaskan diri. Ia takut tiba-tiba kehangatan ini hilang bagai mimpi.
"Cie... bilang aja takut kehilangan!"
"Siapa? GR, kalau kamu hilang tinggal cari ganti nya aja"
"Beneran nih? Kalau aku beneran pergi gimana? Sebenar nya sebelum ini, aku sudah membuat keputusan, aku ... "
__ADS_1
"Sssst... jangan bahas itu, aku tak suka. Selama aku masih bernafas tak kan aku biar kan kau pergi dari sisi dan hidup ku. Kau hanya boleh pergi saat aku yang meminta nya, tapi aku pasti kan itu tak kan pernah terjadi. Because you're mine, one and only" desis Alfi penuh kesungguhan memotong perkataan Azura yang ia sangat tahu kemana arah nya.
"Beneran mas Alfi nggak bakal pergi dari ku? Yakin?" tanya Azura memastikan.
"Sangat yakin" jawab Alfi dengan mantap.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak
__ADS_1