
la pun segera beranjak menuju ke tempat Azura. Alfi telah sejak tadi membersihkan diri dan kini ia telah memakai jeans pendek hitam plus kaos berwarna abu-abu.
Sebenarnya Alfi agak ragu, andai ada orang lain ia sudah meminta orang itu untuk membuka kancing yang mengular itu. Ia memaklumi Azura membutuh kan bantuan nya sebab kancing nya tidak lah sedikit.
Dari balik punggung Azura, Alfi dapat melihat kulit putih mulus itu. Terlihat begitu lembut karena jenis kain bagian punggung pun menerawang. Hanya bagian dada hingga ke bawah saja yang tertutup sempurna dari balik gaun. Alfi menggeleng kan kepala nya, mengapa juga ia menyetujui saat Azura memilih gaun itu. Tapi tak dapat di pungkiri, Azura terlihat bak princess dengan gaun itu. Bahkan dapat ia lihat di acara resepsi tadi, hampir setiap mata memandang kagum hingga terpesona pada istri nya itu.
Istri nya?
Apakah ia telah mengakui Azura sebagai istri nya?
Ya, ia mengakui nya sebab ia telah menikahi Azura sah di mata hukum maupun agama.
Tapi itu hanya status sebab ia tahu apa alasan di balik pernikahan itu.
__ADS_1
Bulu kuduk Azura seketika merinding, seperti habis melihat Mak Kunti yang bergelantungan di pohon singkong saat ujung jari Alfi tanpa sengaja menyentuh permukaan kulit yang terlihat sangat indah itu. Dengan gerakan cepat, Alfi melepaskan kancing itu satu persatu hingga ke bagian ujung hingga punggung mulus itu terlihat nyata di depan wajah nya.
Setelah selesai, Azura langsung membalik kan tubuh nya menghadap Alfi dan merentang kan tangan nya hingga gaun itu luruh ke lantai. Kini hanya strapless bra dan petticoat saja yang menempel di tubuh Azura. Bila lelaki lain, mungkin akan langsung menelan ludah nya sendiri saat melihat keindahan itu, tapi tidak dengan Alfi. Entah apa yang ada di pikiran nya. Author pun tak dapat menebak nya.
Alfi menatap datar pemandangan di depan nya sambil tersenyum sinis lalu melingkarkan tangan kanan nya di pinggang Azura kemudian berbisik.
"Apa kau lupa dengan apa yang pernah aku katakan, hm? Mau kau melepaskan semua kain yang menutup tubuh mu sekalipun, aku tak kan pernah tertarik. Coba lah terus kalau kau tak percaya. Siapa tau, nanti kau beruntung dan mendapatkan apartemen ku" bisik nya sambil menyeringai membuat wajah Azura merah padam. Tapi dalam beberapa detik, warna nya kembali seperti semula.
Sesampai nya di kamar mandi, Azura mengepal kan tangan nya dan bergerak meninju udara dengan menggeram.
"Sialan si pak dokter! Haish, sabar Zura sabar kamu pasti bisa menaklukkan makhluk ajaib itu!" monolog Azura sambil menatap dirinya sendiri di depan cermin kamar mandi.
"Cantik, seksi, nggak ada yang kurang. Tapi, semua percuma aja kalau dia emang ternyata beneran gay! Ah, tapi itu kan belum terbukti! Kita lihat saja nanti, kebenaran pasti akan segera terungkap"
__ADS_1
Sekeluarnya Azura dari kamar mandi, ia justru tak menemukan suami nya itu.
"Kemana sih dokter galak itu?" gumamnya sambil menatap jari jam yang sudah menunjuk kan pukul 12 malam.
Apa Alfi sengaja menghindari Azura agar bisa menahan diri nya ya? Jiahhh🤣🤣
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...MAAF YA KAKAK KAKAK TERSAYANG BARU UP KARENA KESIBUKKAN DI DUNIA NYATA ...
__ADS_1