
Malam hari nya, acara resepsi akan segera di mulai. Para tamu undangan pun telah mulai memenuhi ballroom Royal hotel. Para tamu undangan bukan hanya diisi oleh keluarga dan para sahabat, tapi juga rekan kerja dari perusahaan besar Wijaya serta Bagaskara, juga para dokter rekan kerja Alfi maupun Zie. Walaupun Alfi terbilang dokter muda, tapi jam terbang nya sudah menyamai dokter senior. Apalagi hanya dia satu-satu nya dokter spesialis bedah termuda di Indonesia, ia berhasil mendapatkan gelar itu di usia ke 26 nya. Sungguh prestasi yang luar biasa, sebab semenjak kecil memang Alfi terkenal sebagai siswa yang cerdas. la sering mengikuti kelas akselerasi sehingga di usia ke 15 ia telah memasuki fakultas kedokteran.
Azura baru saja selesai di dandani dan mengenakan gaun pengantin nya. Gaun pengantin Azura berwarna silver dengan bagian pundak hingga lengan terbuat dari bahan yang transparan sehingga mengekspos kulit putih mulus nya.
Alfi sampai mematung di tempat nya saat melihat Azura yang baru saja keluar dari walk in closet. Penampilan nya begitu sempurna, tapi Alfi tetap lah Alfi karena ia takkan mau memuji apalagi mengakui kelebihan seseorang. Dasar pelit!
"Heh dek ayo ajak Azura turun! Bengong aja, para tamu udah nungguin tuh!" tukas Zie yang entah kapan telah berada di belakang Zie dan menepuk kencang pundak nya.
"Ck... siapa yang bengong" kilah Alfi sambil berkacak pinggang.
"Kak" seru Hasna saat melihat Azura telah mengenakan gaun pengantin.
__ADS_1
"Hasna senang banget hari ini, akhir nya kakak udah menemukan pasangan hidup kakak. Aku harap kakak bahagia ya, Hasna sayang kakak" lirih Hasna seraya memeluk Azura yang di balas Azura dengan tepukan pelan di punggung Hasna.
"Kakak juga sayang kamu Has. Pesan kakak, kamu harus bisa lebih jaga diri sekarang. Kakak nggak bisa selalu dampingi bahkan mungkin kita bakal jarang ketemu. Terus ingat, kalau ada apa-apa cepat kabarin kakak. Kamu satu-satu nya keluarga kakak dan kakak nggak mau sampai terjadi sesuatu pada kamu" pesan Azura seraya menghapus bulir-bulir bening yang mengalir dari pelupuk mata Hasna.
Lalu Hasna membalik badan nya menghadap Alfi.
"Kak, Hasna titip kak Zura ya! Tolong lindungi kak Zura, kak Zura memang gadis yang terlihat kuat tapi itu cuma untuk menutupi kerapuhan nya. Bagaimana pun, kak Zura tetap lah perempuan. Mungkin Hasna nggak akan pernah bisa balas jasa-jasa kak Zura, bahkan kak Zura rela berhenti kuliah hanya demi banting tulang membesarkan dan menyekolahkan Hasna. Selama ini kak Zura selalu memendam sendiri kepedihan dan kesedihan nya. Tak jarang diam-diam kak Zura menangis seorang diri di kamar"
Hasna tersenyum sambil menitikkan air mata.
"Kak Zura nggak usah malu gitu ih, kan Kak Alfi udah jadi suami kakak. Sekarang kakak kan udah punya suami jadi jangan sungkan mengungkap kan isi hati kak Zura. Hasna yakin, kak Alfi akan dengan senang hati mendengarkan dan membantu kak Zura. Maafin Hasna ya kak belum bisa bahagian kakak" sambung Hasna.
__ADS_1
"Has, melihat kamu besar dengan baik dan jadi anak baik itu udah suatu kebahagiaan bagi kakak jadi kamu nggak perlu repot-repot berusaha membahagiakan kakak. Kamu itu kebanggaan kakak dan akan selalu begitu, dengan melihat kamu bahagia saja sudah otomatis membuat kakak bahagia"
"Makasih kak atas segala nya" ucap Hasna tulus.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak
__ADS_1