
"Al, lo sibuk?" tanya William dari sambungan telepon.
"Gue barusan keluar dari ruang operasi. Sekitar 3 jam lagi ada operasi lagi, kenapa? Ada info terbaru?" cecar Alfi yang sudah tidak sabar mendapat kan informasi tentang pelaku yang meminta para bajing-an itu melenyapkan Azura.
"Hmm... Kita ketemu di cafe seberang rumah sakit lo ya!" ujar William.
"Oke, gue segera ke sana"
"Pesan ruang VIP, jangan sampai informasi ini bocor" tukas William berpesan setelah itu mereka pun menutup sambungan telepon itu.
Beberapa saat kemudian Di cafe.
"Ada informasi apa?" tanya Alfi to the point setelah pelayan menghidangkan minuman untuk William, Stevan, dan Alfi.
"Gue sudah berhasil menyelidiki orang yang memerintah kan para penculik itu, nama nya Beni dan lo tau siapa itu Beni?"
__ADS_1
Alfi menggeleng cepat.
"Dia mantan kekasih Vina. Malah mereka masih jadian saat perempuan itu pacaran sama lo" jelas William membuat Alfi tercengang tak berdaya. Ternyata ia benar-benar tak mengenali mantan kekasih nya itu, bahkan selama ini ia tidak tahu sama sekali mengenai kehidupan dan masa lalu Vina.
"Beberapa orang yang mengenal mereka mengatakan mereka emang sudah putus, tapi fakta nya... " William menggeleng kan kepala nya seraya melemparkan beberapa foto ke hadapan Alfi. Di foto itu, terpampang jelas bagaimana kemesraan antara Vina dan Beni. Foto-foto itu di ambil di sebuah apartemen, di hotel, dan klub malam.
"Ternyata mereka masih berhubungan bahkan sampai sekarang" lanjut William membuat tangan Alfi mengepal erat.
"Bajing*an! Dasar wanita murahan! Kalau mereka masih berhubungan, jangan-jangan anak itu bukan anak Lana? Jadi sebenar nya apa tujuan mereka? Apa kau tahu?"
William mengedikkan bahu nya karena ia juga belum tahu sampai kesana.
"Dan seperti dugaan lo, bisa jadi anak itu emang bukan anak Lana. Jadi saran gue lakukan tes DNA secara diam-diam mumpung bayi nya masih di rumah sakit punya lo. Ini bisa kita gunakan untuk menjatuhkan dia" Saran Stevan yang di benarkan William.
"Oke, saran lo benar juga. Thanks bro. Gue nggak tahu gimana jadi nya kalau nggak ada kalian berdua yang bantuin gue" Ucap Alfi tulus.
__ADS_1
"No problem. Itu lah guna nya sahabat, selalu ada saat suka maupun duka dan saling membantu di kala butuh. Jangan sungkan-sungkan hubungi kami kalau lo butuh apa-apa Al" ujar William.
"Gue juga bakal ngumpulin bukti-bukti lagi sebab bukti yang gue pegang belum menunjukkan keterlibatan dia dalam kasus Azura" sambung nya membuat Alfi sumringah.
"Wah, seperti nya kekuatan cinta udah bisa mencair kan kulkas 10 pintu kita! Lo liat kan Wil, si dokter kulkas sekarang udah bisa tersenyum. Hebat banget bini lo Al, bisa mengubah lo jadi kayak gini" goda Stevan membuat William terkekeh.
"Maka nya nikah biar lo tau gimana rasa nya. Jangan pacar aja di banyakin, nggak guna tahu" balas Alfi acuh tak acuh.
"Gue banyak pacar biar bisa diseleksi mana yang terbaik buat di jadiin bini dan calon ibu"
"Ya ya ya, terserah lo aja. Gue balik ke rumah sakit dulu. Sekali lagi, thanks bro" ujar Alfi seraya beranjak dari tempat duduk nya dan pergi dari sana.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak