
Beberapa bulan telah berlalu, kini kandungan Azura telah memasuki trimester akhir. Masa-masa kehamilan nya ia jalani dengan suka cita karena selalu ada sang suami yang siap siaga.
"Mas" panggil Azura sambil menggoyang-goyangkan bahu Alfi.
Alfi yang awal nya sudah terlelap lantas segera membuka mata nya.
"Ada apa, hm?" di lirik nya jam di atas dinding baru menunjukkan pukul 1 dini hari.
"Aku... aku..."
"Ngomong aja sayang, kamu mau apa, hm?"
"Aku pengen sate padang yang ada di deket Miracle" cicit Azura tak enak hati karena membangun kan suami nya di tengah larut seperti ini.
__ADS_1
Alfi menghela nafas panjang, tapi ia tetap berusaha tersenyum. Tak mungkin ia marah atau menolak permintaan sang istri. Mungkin ini bawaan kehamilan nya. Walaupun ini sudah memasuki trimester terakhir, tapi Azura terkadang masih menginginkan sesuatu secara tiba-tiba. Walau pun ia tahu terkadang Azura merasa tak enak hati karena telah merepotkan nya, tapi ia tak masalah. Asal kan itu untuk kebahagiaan Azura dan calon buah hati nya, ia rela melakukan apapun.
"Ya udah, aku beliin dulu ya! Kamu tunggu aja di rumah, oke!" Ucap Alfi yang bergegas berdiri. Tapi belum Alfi beranjak dari sana, Azura telah lebih dahulu menghentikan nya.
"Kenapa?" tanya Alfi bingung.
"Ada yang lain, hm?" tanya nya lembut seraya mengusap pelan kepala Azura.
Azura mengangguk membuat Alfi menunggu apa keinginan Azura selanjut nya.
"Terus aku kesana pakai apa?" tanya Alfi bingung.
"Naik motor aku" ucap nya dengan mata berbinar membuat Alfi membelalak kan mata nya.
__ADS_1
"Mas kan nggak bisa... "
"Biar aku yang bawa motor nya mas, aku bisa kok"
"Ra, masalah nya bukan itu aja. Kamu nggak lihat perut kamu itu? Kamu sedang hamil besar Rara sayang, Mas nggak mau sampai terjadi sesuatu pada kalian" ujar Alfi cemas.
Mendengar penolakan itu, Azura langsung mencebik dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Azura lantas segera melepaskan pegangan tangan nya dan masuk ke dalam selimut. Semenjak hamil, tidak ada lagi Azura yang garang, yang ada Azura yang mellow yang sedikit-sedikit nangis. Bila keinginan nya tidak tercapai. maka ia akan segera menangis dan membisu sampai keinginan nya terwujud. Terang saja hal tersebut membuat Alfi gelagapan. Kini ia bingung, antara mengabulkan permintaan sang istri atau mengabaikan nya. Sungguh, ia tidak masalah Azura meminta nya membelikan sate padang di dini hari seperti ini. Tapi yang jadi masalah, Azura ingin membeli nya menggunakan motor sport nya dengan diri nya di posisi pengemudi. Alfi sampai menyesal, mengapa ia menghadiahi istri nya itu dengan motor sport itu kalau akhir nya membuat nya bingung seperti ini. Mana dia tidak bisa mengendarai nya. Sungguh motor sport yang merepotkan.
Maaf ya guys baru up jam segini, he he๐คช
...๐น๐น๐น๐น...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...