Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
64


__ADS_3

"Ck... jangan dong pak! Biar sekuat apapun aku tapi aku kan tetap perempuan, tubuh ku nggak sekuat tubuh bapak. Bapak yang cowok atletis aja di pukul cewek kesakitan, apalah aku yang cewek imut, lembut, manis, dan rapuh ini. Bisa-bisa rahim ku jadi bermasalah. Emang bapak nggak pengen punya keturunan?" seloroh Azura membuat pupil Alfi membesar dengan wajah memerah. Bagaimana bisa gadis itu membicarakan hal tersebut, sedangkan mereka menikah saja belum.


"Kau pikir saya mau menyentuh mu apa? Jangan mimpi! Biarpun kamu melenggang tanpa selembar kain pun di depan saya, saya tak kan tertarik apalagi berniat membuat anak dengan mu" ketus Alfi yang masih berdiri di samping mobil nya.


"Cih, mulut nya pak dokter! Awas ya kalau tiba-tiba pas udah nikah minta jatah! Aku mau minta bayaran tinggi pokok nya" seru Azura dengan tangan bersedekap di depan dada.


"Silahkan, saya akan memberikan mu 100 juta kalau saya sampai meminta hak saya sama kamu!" sahut Alfi penuh percaya diri. Ia yakin, ia tak kan mungkin terpancing oleh gadis menyebalkan itu. Walaupun dia cantik, tapi tidak semudah itu membuat nya tertarik untuk melakukan hal tersebut. Ia memiliki alasan tersendiri mengapa ia sampai seyakin itu.


Mata Azura sontak berbinar saat mendengar nominal sebesar itu. Azura merasa hidup nya begitu beruntung bisa di kelilingi orang-orang berkantong tebal seperti Zie dan Alfi.


"Oke deal!" Azura mengulur kan tangan nya untuk bersalaman dengan Alfi yang di sambut laki-laki itu dengan penuh percaya diri.


Azura menyeringai lebar setelah mereka saling berjabat tangan. Lihat lah, ia akan membuat Alfi panas dingin hingga menuntut hak nya setelah mereka menikah nanti.

__ADS_1


"Kamu bisa nyetir kan?" Alfi masih menuntut minta di antar pulang.


"Pak dokter, saya kan ke sini pakai motor terus motor saya gimana? Pak dokter nyetir sendiri ya, nanti saya iringi deh biar sampai ke rumah kalau pak dokter takut terjadi apa-apa"


"Saya nggak takut apa-apa dan tak pernah takut apa-apa selain Tuhan"


"Lah terus itu minta anterin tadi bilang nya nggak jamin selamat sampai tujuan arti nya kan pak dokter takut terjadi apa-apa di jalan"


"Aaargh... "


"Pak dokter, pak dokter beneran kesakitan ya? Gimana kalau kita ke rumah sakit pak dokter aja?" tawar Azura tapi Alfi menggeleng.


"Ya sudah kalau kamu nggak mau antar saya pulang, saya bisa pulang sendiri" ketus Alfi sambil membuka pintu mobil nya.

__ADS_1


"Eh eh eh, ya udah deh oke oke saya anterin. Sini mana kunci mobilnya, saya nggak mau tiba-tiba jadi janda gara-gara calon suami nya mengalami sesuatu di jalan" ujar nya sambil memberengut masam. Alfi pun menyerah kan kunci mobil nya sambil mengulum senyum tipis yang nyaris tak terlihat. Sedangkan Azura, telah duduk di balik kemudi dengan wajah yang tertekuk masam.


"Alamat?" ketus Azura dengan mulut sibuk komat-kamit sambil mengemudikan mobil Alfi. Entah apa yang di ucapkan nya.


"Apartemen Cendrawasih" sahut Alfi singkat sambil memejam kan mata nya. Pura-pura tak mendengar omelan demi omelan yang keluar dari bibir tipis Azura. Ternyata selain menyebal kan, gadis itu juga sangat ceriwis bin cerewet pikir Alfi.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak

__ADS_1


__ADS_2