
"Lah, itu kan pak dokter sendiri yang mau klarifikasi sama orang-orang terus bilang kita pasangan kekasih, pak dokter galak gimana sih!"
"Itu sekedar sandiwara, kau pikir saya tertarik dengan gadis seperti dirimu. Maaf saja, saya tidak tertarik dengan perempuan" ucap Alfi membuat Azura melongo.
"A-apa? Pak dokter nggak suka sama cewek? Apa-apa maksudnya pak dokter itu... gay?" tanya Azura dengan mengucap kan kata gay seraya berbisik.
"Kalau iya kenapa?" tanya nya sambil tersenyum sinis.
"Astagfirullahaladzim, pak dokter serius? Ganteng-ganteng kok hombreng sih? Nggak banget deh kayak di dunia ini kekurangan cewek aja. Emang apa enak nya sih main pedang-pedangan? Ngaco banget sih pak dokter"
"Itu bukan urusan mu, ikuti saja perintah ku. Ayo aku antar pulang!" titah Alfi tegas.
Azura berdiri lalu berjalan sambil menghentakkan kaki nya.
"Oke, karena aku kekasih pak dokter sekarang, aku akan menyembuhkan penyakit pak dokter. Aku yakin pak dokter bisa normal lagi kalau bersama ku" ucap Azura penuh keyakinan dengan tangan kanan mengepal kuat.
"Tapi aku harap itu hanya bualan pak dokter aja. Cowok mana sih nggak bisa Zura taklukkin kecuali cowok itu mata nya buta, nggak bisa bedain berlian asli sama batu kerikil" ucap Azura sambil tergelak. Kini ia sudah masuk ke dalam mobil Alfi.
__ADS_1
"Terserah kau saja kalau kau mampu" ucap Alfi sudah jengah menanggapi ucapan Azura.
"Yes, dapat lampu ijo nih!" ucap nya sambil cekikikan.
Lalu Azura menunjuk kan jalan menuju rumah nya. Sesampainya di rumah, Alfi tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat Azura membulat kan mata nya.
"Saya akan mengadakan konferensi pers besok siang. Sebelum itu, saya akan mengajak mu ke rumah ku, ayah ku ingin bicara dengan kita berdua" ucap Alfi santai.
"Oh iya, tadi pak dokter bilang ayah pak dokter mau bicara sama kita? Apa ayah pak dokter mau marahin aku karena masalah foto itu? Nggak mau nggak mau, aku nggak mau" tolak Azura dengan bulu kuduk yang sudah berdiri membayang kan diri nya di marahi habis-habisan oleh ayah Alfi.
"Tenang saja, beliau tidak akan memarahi kita"
"Ingin menikahkan kita mungkin" ucap Alfi santai sambil mengedikkan bahu nya membuat Azura terperangah hingga tak berkedip. Bahkan sampai mobil Alfi hilang dari pandangan mata nya, Azura masih mematung di tempat nya. Kalau tidak ada Hasna yang menyadarkan lamunan nya, mungkin ia masih akan berdiri di sana hingga fajar menyingsing.
"Kak... "panggil Hasna yang ternyata telah pulang terlebih dahulu.
"Kok bengong disini sih? Diantar pulang sama siapa tadi?" tanya Hasna penasaran.
__ADS_1
"Eh Hasna, udah pulang?" Azura malah balik bertanya mengabaikan pertanyaan Hasna, karena tentu saja tidak mungkin ia mengatakan siapa pria itu. Ini masalah pribadi nya, ia tidak mau menambah beban sang adik. Biarlah masalah ini jadi urusan nya sendiri.
"Ih kakak, Hasna nanyain apa malah balik nanya. Nyebelin banget kakak ih!" rengek Hasna yang membuat Azura terkekeh.
"Cuma temen kok. Udah ah, kakak capek. Mau tidur. Good night, adik kakak yang cantik" ucap Azura sambil mengacak rambut Hasna.
"Good night too kakak ku tersayang" sahut Hasna dengan tersenyum lebar.
Kira-kira bagaimana ya pertemuan mereka besok, xixixi🙈
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak
__ADS_1