Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
147


__ADS_3

"Tapi apapun yang kak Zie lakukan itu kan demi kebahagiaan pak dokter. Nggak terbayang kalau pak dokter jadi nikah sama perempuan itu dan dia masih menjalin hubungan sama sahabat pak dokter sendiri, pasti pak dokter akan makin hancur" ucap Azura sambil geleng-geleng kepala.


"Dan satu lagi, kita nggak bakal mungkin menikah" sahut Alfi cepat.


Azura memalingkan wajah nya saat Alfi mengucapkan itu. Ia tak boleh terpengaruh dengan kata-kata manis suami nya itu, tekan nya dalam hati.


"Terus sama si Lana itu pak dokter deket banget ya sampai anggap dia saudara?"


"Aku udah sahabatan sama dia dari kecil, sampai suatu ketika orang tua nya meninggal karena kecelakaan di saat kita masih SMP. Pada waktu itu dia udah nggak punya siapa-siapa lagi sampai akhir nya aku ajak dia tinggal di rumah aku, dan keluarga ku juga menganggap nya anak sendiri tanpa di beda-bedakan sedikit pun dengan ku"


"Wah keluarga pak dokter ternyata baik banget ya, tapi dia tega banget sama pak dokter berani-berani nya rebut calon istri sahabat nya sendiri. Nggak ada bersyukur-bersyukur nya jadi orang"


"Perempuan itu juga nggak ada bersyukur-bersyukur nya juga sih, jahat banget. Udah punya calon suami tampan, kaya, sayang sama dia, punya pekerjaan bagus, nggak ada kekurangan. Kalau aku ada di posisi nya seperti saat itu, pasti aku akan setia mati-matian. Kalau perlu aku pelukin tiap hari supaya nggak ada yang bisa ambil pak dokter dari aku. Dapetin pak dokter itu susah banget, butuh perjuangan dan pengorbanan besar. Rugi banget lepasin orang kayak pak dokter, dasar perempuan bodoh" imbuh Azura yang spontan karena ikut kesal mendengar penuturan Alfi.


"Dia mau bersama ku karena saat itu dia tau aku anak dari kelurga Wijaya dan aku baru menyadari nya setelah perkara selingkuh. Lalu entah dari mana dia tau kalau di antara aku dan Lana ada salah satu di antara kami yang hanya anak angkat. Dia berpikir aku lah yang anak angkat, karena pada saat itu aku yang hanya memilih menjadi seorang dokter umum biasa sedangkan Lana memegang salah satu cabang perusahaan milik ayah. Itu lah sebab dia berselingkuh"


"Wah aku yakin sih dia pasti nyesel banget sekarang pas udah tau ini, jelas karena itu dia temuin aku biar aku menjauh dari pak dokter, eh..." Azura dengan cepat membekap mulut nya yang keceplosan.

__ADS_1


Alfi mengangkat alis nya, seolah meminta penjelasan dari Azura membuat gadis itu jadi gelagapan.


"Eh nggak, maksud nya pas dia ngomong sama pak dokter tempo hari itu lho" kilah nya tak ingin memberitahukan perihal kedatangan Vina ke apartemen mereka.


Alfi menari telapak tangan Azura dan menggenggam nya erat sambil menatap nya lekat.


"Ra, abaikan saja perkataan nya! Jangan kamu simpan dalam hati! Dia itu hanya iri, jadi jangan pergi ya"


Azura membolakan mata nya saat mendengar penuturan itu.


"Pak dokter... tau... "


"Aku udah cek rekaman CCTV. Aku juga liat kamu nangis sendirian. Kenapa kamu pendam kesedihanmu sendiri?"


"Aku... aku... "


Alfi lantas menarik pundak Azura dan mendekap nya erat sambil mengusap punggung nya.

__ADS_1


"Menangis lah, jangan pendam segala kesedihan mu. Menangis lah, ada aku di sini"


Mendengar itu, Azura lantas kembali menumpahkan tangis nya. Ia butuh bahu untuk bersandar, ia butuh pelukan erat yang menguat kan, ia butuh usapan untuk menenangkan, ia butuh seseorang yang mampu mendengarkan.


Setelah tangis Azura agak mereda, Alfi pun menyeka sisa-sisa air mata itu dengan ibu jari nya.


"Terima kasih pak dokter. Maaf, baju nya jadi basah" cicit Azura seraya menunduk dan memilin jemari nya.


"Tak perlu minta maaf, kan yang basahin tukang cuci nya sendiri" canda Alfi.


Azura mencebik di sebut sebagai tukang cuci.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2