
"Makasih ya pak dokter, calon suami aku ternyata selain ganteng perhatian juga ya. Sayang nya galak, coba nggak galak pasti banyak cewek-cewek yang antri mau jadi kekasih pak dokter" ujar Azura sambil melahap mie ayam milik nya. Wajah nya terlihat cerah, tidak seperti orang yang sedang sakit. Seperti nya obat yang di suntik kan Mario bereaksi dengan baik.
"Jangan ge'er!" ketus Alfi.
"Saya lakukan ini karena nggak mau kamu sakit lagi, merepot kan saja. Ingat, sudah 3 kali kamu pingsan di depan saya. Jangan ada ke empat kali nya! Kalau ada, urus saja dirimu sendiri" imbuh nya setelah menenggak air mineral botol yang tersedia di hadapan nya.
Azura tersenyum kecut. Lalu membanting sendok nya ke atas mangkok dan menjauh kan makan nya yang masih tersisa separuh.
"Kenapa nggak di habiskan?" tanya Alfi sambil mengerut kan kening nya.
"Hilang selera. Maaf sudah merepotkan pak dokter" ketus Azura.
"Seharus nya tadi aku terima aja tawaran dokter Mario yang mau beliin sarapan dari pada di anggap merepot kan seperti ini. Kenapa aku suka nya dokter galak ini sih? Kenapa harus nikah sama dia? Kenapa aku telat kenal dokter Mario? Coba kenal dia duluan, pasti yang jadi calon suami aku dokter Mario. Eza juga mana sih? Kata nya mau ke sini bawain kue kesukaan aku kok belum sampai juga" omel Azura seraya membaring kan tubuh nya membelakangi Alfi.
__ADS_1
Alfi yang masih duduk di kursi tak jauh dari Azura tentu saja mendengar segala omelan itu. Tangan Alfi mengepal, entah mengapa ia begitu kesal mendengar semua kata-kata itu. Tiba-tiba suara pintu di ketuk, kemudian masuk lah seorang lelaki yang pernah menemani Azura terakhir kali di rumah sakit.
"Wah, calon suami cadangan aku udah datang!" seru Azura sambil menyeringai dan wajah berbinar cerah membuat Alfi melotot kan mata nya.
'A-apa? Calon suami cadangan?'
Bukan hanya Alfi yang melotot kan mata nya, tetapi Leon juga. Tak lama kemudian, Eza dan Mario pun masuk secara bersamaan membuat Azura makin tersenyum lebar.
Ketiga orang lelaki tampan itu pun masuk ke ruang rawat Azura dengan senyum lebar di bibir mereka masing-masing. Tentu hal itu tak luput dari tatapan Alfi yang setajam scalpel. Tanpa mempedulikan Alfi, ketiga lelaki tampan itu pun langsung menyerbu brankar Azura dan mencecar nya dengan berbagai pertanyaan.
"Cheese cake. Ah makasih Leon ku, lo emang cowok paling pengertian deh!" seru Azura setelah melihat isi paper bag itu.
"Ra, nih gue juga bawa sesuatu buat lo" kini giliran Eza yang menyerah kan sebuah paper bag yang ternyata isi nya klappertaart kesukaan Azura.
__ADS_1
"Ya ampun Za lo tuh ya hafal banget apa-apa yang gue suka, sama kayak Leon. Thanks banget ya!" ujar Azura dengan tersenyum lebar.
"No problem, apa sih yang nggak buat eneng nya aak Eza" ujar Eza seraya memain kan alis nya.
"Ih, lo kok so sweet banget sih!" ujar Azura seraya terkekeh.
Kini giliran Mario yang maju. Dengan tersenyum semanis mungkin, ia menyerah kan sebuah bucket bunga mawar merah yang sangat cantik. Azura pun langsung mencium aroma nya sambil tersenyum lebar.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak.