
Alfi yang belum puas bermain lantas mere*mas salah satu aset dengan gerakan sen*sual membuat Azura melenguh saat tautan bibir mereka terlepas. Kemudian bibir itu merambat turun hingga berlabuh di leher Azura. Ia pun memberikan kecupan dan isapan di sana hingga meninggalkan beberapa jejak merah kebiruan. Gelenyar indah itu kian merangkak naik membuat Azura memejamkan mata nya dengan bibir sedikit terbuka, menikmati setiap sensasi yang diberikan Alfi pada tubuh nya.
Lalu bibir itu kembali turun. Kini tujuan Alfi adalah aset kembar yang menjulang indah. Benda kenyal itu seperti dalam posisi menantang membuat Alfi makin kelaparan di buat nya. Bagaikan bayi yang kelaparan, Alfi menyesap nya kiri kanan bergantian membuat Azura kian gila di buat nya.
Tangan Alfi kini terulur ke area inti sang istri untuk memastikan sang istri telah siap untuk di masuki. Dalam berhubungan suami istri, tentu kita harus bisa saling memberikan kenikmatan dan kenyamanan, bukan hanya mementingkan ego sendiri yang merasa ingin di puas kan tanpa memikirkan pasangan kita. Apalagi memaksa kan diri memasuki sang istri tanpa membuat nya siap terlebih dahulu. Mereka tak tahu, kalau itu sangat menyakitkan dan membuat pasangan tak nyaman. Kenikmatan tak di dapat, hanya kekecewaan yang tertahan di rongga dada karena tak kuasa mengutarakan isi hati nya.
Setelah memastikan sang istri siap, Alfi pun mulai mengarah kan mesin bajak nya tepat di pintu masuk sawah sang istri.
"Mas" panggil Azura lirih saat Alfi telah siap membajak sawah istri nya.
Alfi pun mendongak kan kepala nya menatap mata sayu Azura.
__ADS_1
"Biarkan aku yang memimpin malam ini" tukas Azura yang segera membalik kan tubuh nya dengan posisi nya di atas sedangkan Alfi di bawah.
Alfi menyeringai, akhir nya macan betina nya mulai menunjuk kan taring nya dan membalik kan keadaan. Bila dulu Azura hanya berani dalam mode menggoda, namun kali ini ia berinisiatif sendiri ingin memimpin pertempuran membajak sawah.
Azura pun segera melesakkan mesin bajak Alfi ke dalam sawah nya. Ia mulai bergerak di bantu Alfi dari bawah. Hentak kan demi hentakan menggema di dalam kamar itu di iringi nada-nada indah dari bibir mereka berdua sebagai bukti kalau mereka begitu menikmati momen tabur benih tersebut. Hingga saat kedua nya mulai sampai ke puncak tujuan, mereka pun menge*rang bersamaan di ikuti semburan benih-benih cinta Alfi di sawah Azura. Dalam hati mereka berdoa, semoga apa yang mereka lakukan bernilai ibadah dan menghasilkan keturunan yang Sholeh/Sholehah.
"Terima kasih, Ma Cherie. I love you" bisik Alfi lirih saat mereka telah mencapai puncak bersamaan.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Al, gue ada kabar yang mengejutkan buat lo" tukas William setelah duduk di sofa ruang kerja Alfi.
__ADS_1
"Apa? Jangan bilang masa tahanan kedua baji*ngan tengik itu hanya sementara?" dengus Alfi yang kini telah berpindah tempat duduk ke sofa single yang ada di seberang William.
"No, ini berita spektakuler! Lo pasti bakal nggak menduga nya" sahut Stevan lalu ia menyesap kopi nya yang baru saja di hidangkan sekretaris Alfi.
"Serius sekretaris lo cowok?" desis Stevan saat melihat pria yang mengantar nya kopi ternyata sekretaris Alfi. Bukan kah biasa nya sekertaris itu cewek.
"Gue nggak mau menciptakan skandal, lo tau lah maksud nya apa. Udah lanjut yang tadi, maksud kalian apa?"
"Vina dia di pindah dari lapas ke..."
"Kemana?" tanya Alfi tak sabar saat William menjeda ucapan nya.
__ADS_1