Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
151


__ADS_3

"Menurut mu?" tanya nya balik membuat Azura menggeleng karena memang ia tidak tahu.


Alfi tersenyum lembut lalu mengecup bibir sang istri.


"Aku kalah Ra" ucap nya ambigu membuat Azura mengerut kan kening nya, makin tak mengerti.


"Kalah? Maksud nya?"


"Apartemen ini akan resmi jadi milik kamu plus uang 100 juta seperti yang aku janji kan" ucap nya seraya tersenyum manis.


"A-apa?" seru Azura tak percaya. Otak nya kembali flashback ke 2 taruhan yang sudah mereka buat sesaat sebelum menikah dan juga sesudah menikah.


"Ya, aku Alfi Wijaya telah jatuh cinta kepada istri nya sendiri, Azura Karenina" ucap Alfi pasti tanpa keraguan sedikit pun.


Azura hanya bisa tercengang dengan mulut menganga mendengar penuturan Alfi mengenai perasaan nya. Hati Azura seketika berbunga-bunga dan meletup-letup bagai ada kembang api yang meledak di dalam sana. Perasaan bahagia membuncah memenuhi rongga dada, sungguh tak terlukis kan dengan kata.


Azura bukan bahagia karena akan mendapat kan uang senilai 100 juta dan apartemen mewah itu, tapi karena mengetahui kalau sebenar nya Alfi mencintai nya. Sungguh tak pernah terbayang kan oleh nya kalau Alfi akan jatuh cinta pada nya. Ia pikir itu hanya akan terjadi dalam mimpi nya saja, tapi ternyata Alfi benar-benar mencintai nya. Ada rasa tak percaya di benak nya, bagaimana mungkin lelaki sesempurna Alfi mencintai diri nya? Tapi inilah yang baru saja ia dengar. Apa mungkin ia hanya berhalusinasi?

__ADS_1


"A-apa? Bisa mas Alfi ulangi lagi kata-kata barusan?" ujar Azura dengan wajah merona bahagia.


"Yang mana?" jawab Alfi pura-pura tak paham dengan permintaan Azura.


"Cck... jangan pura-pura nggak tau, ayo mas Alfi ucapin sekali lagi. Tapi yang romantis" bujuk Azura manja seraya menarik lengan Alfi.


"Nggak ada siaran ulang" ujar Alfi sambil mengulum senyum membuat Azura berdecak kesal.


Kadung kesal, Azura lantas melepaskan diri dari pelukan Alfi lalu membalik kan badan nya membelakangi Alfi.


Alfi yang paham sang istri tengah merajuk pun lantas menggeser tubuh nya untuk memeluk tubuh Azura dari belakang.


Alfi pun berusaha menarik punggung nya, namun Azura tetap berupaya mempertahankan posisi nya membuat Alfi mendesah pelan.


"Kamu kenapa, hm?" tanya Alfi lirih seraya membenar kan helaian rambut Azura yang berantakan.


"Apa aku tadi hanya berhalusinasi?"

__ADS_1


"Halusinasi?"


Azura mengangguk dengan wajah tertutup bantal.


"Iya, tadi aku mendengar pak dokter ngaku kalah terus mengatakan telah jatuh cinta padaku. Bodoh nya aku, aku pikir itu nyata tapi nyata nya... hiks... hiks...hiks... "


Alfi tercengang mendengar penuturan Azura, lantas menarik paksa Azura agar menatap mata nya.


"Astaga Ra, setelah apa yang kita lakukan kamu pikir ini halusinasi?" tanya nya tak percaya dengan pikiran sang istri.


"Lihat aku? Dan lihat tubuh kamu! Bahkan kita masih dalam keadaan telanjang dan kamu masih meragukan semua?" imbuh nya seraya menggelengkan kepala.


"Kamu tahu aku Ra, aku nggak mungkin mau melakukan ini sama seseorang yang nggak aku cintai. Mungkin lelaki lain bisa saja, tapi aku nggak Ra. Aku hanya ingin melakukan hal ini dengan perempuan yang benar-benar spesial di hati ku dan perempuan itu adalah kamu, hanya kamu. Aku hanya menginginkan kamu karena aku mencintai mu"


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2