
Setibanya di apartemen, suasana canggung masih melingkupi pasangan absurd Azura dan Alfi. Saat mereka berdua sudah berada di dalam apartemen, kedua nya justru jadi salah tingkah sendiri mengingat kejadian yang terjadi saat di kontrakan Azura.
"Ra... " panggil Alfi saat Azura hendak masuk ke dalam kamar.
"Ah, mas dokter manggil aku?" tanya Azura canggung. Di palingkannya wajah nya agar mata mereka tidak saling bertatapan. Begitu juga Alfi, ia menggaruk tengkuk nya sendiri karena bingung ingin mengatakan apa. Mulut nya tiba-tiba saja ingin memanggil Azura tapi tujuan nya apa, ia tak tahu.
"Itu... em... " Alfi maju beberapa langkah mendekati Azura membuat nya jadi deg-degan tidak karuan. Azura sampai menelan ludah nya sendiri, otak nya sampai traveling, mungkin kah dokter galak nya berniat melanjutkan sesuatu yang tertunda sebelum nya? Kalau iya... Ah, Azura sampai senyum-senyum sendiri membayang kan apa yang akan ia lakukan dengan dokter galak nya. Ia sudah seperti istri jablay yang begitu mengharapkan sentuhan sang suami. Eh, tapi memang Azura belum pernah benar-benar disentuh kan? Sebagai seorang istri walau ada perjanjian yang mengikat nya di belakang, tapi tetap saja ia adalah seorang istri. Wajar kan kalau ia berharap sesuatu yang intim? Wajar kan kalau ia mengharapkan belaian? Dan wajar kan kalau ia berharap Alfi mau menyentuh nya dan memberikan nafkah batin? la seorang istri lho. Istri sah. Ia pun ingin merasakan indah nya melayang dibuai hasrat. la wanita normal, apalagi ia selama ini telah menjaga diri nya sebaik mungkin tentu ia ingin menyerah kan kehormatan nya kepada seseorang yang berhak yaitu suami nya sendiri.
Tapi, mengapa semakin Alfi mendekat semakin bertalu-talu juga jantung nya? Azura tak berani mengangkat wajah nya, ia justru menggigit bibir nya untuk menetralisir rasa gugup.
Ting tong Ting tong...
__ADS_1
Suara bel terdengar nyaring. Kedua nya sontak mengerjapkan mata lalu saling berpandangan, bertanya-tanya siapa yang sore-sore begini bertamu ke rumah nya.
"Biar aku buka pintu nya" ucap Alfi sambil mengusap tengkuk nya.
la pun segera beranjak menuju pintu dan membuka nya.
"Hy tante cantik.." seru Angkasa seraya melompat masuk ke pelukan Alfi.
"Eh ada Angkasa, yuk masuk yuk. Silahkan masuk kak!" ujar Azura saat muncul dari balik punggung Alfi. Zie pun masuk seraya mengikuti langkah Alfi yang masih menggendong Angkasa.
"Emang mommy Angkasa mau kemana?"
__ADS_1
"Aku mau ke Milan. Grandma Angkasa mengalami serangan jantung jadi aku akan terbang ke sana malam ini juga. Aku nggak mungkin kan membawa Angkasa malam-malam gini, belum lagi perjalanan ke sana butuh waktu 16 jam lebih. Bunda sama ayah nyusul ke Milan besok pagi buat jenguk Grandma Angkasa, jadi nggak ada yang bisa di titipin dia selain kalian" tukas Zie menjelaskan, terlihat jelas kalau ia tengah khawatir saat ini.
Azura pun ikut duduk di samping Alfi.
"Kak Zie tenang aja, ada aku di sini semua pasti akan baik-baik aja"
"Tante nanti kita bobo bertiga ya?" cetus Angkasa membuat mata Azura seketika melotot.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak