Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
125


__ADS_3

Pak Jono bilang ia sudah bermurah hati dengan tidak memberikan bunga yang besar, tapi tetap saja, bagi Azura itu terlalu besar. Dari mana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu satu bulan? Sedang kan di perjanjian dengan Zie, ia baru akan mendapatkan sisa nya saat misi berhasil. Namun misi nya saja masih abu-abu, belum ada titik terang. Tidak mungkin bukan ia meminta sisa uang itu di muka! Bagaimana bila misi nya gagal? Arti nya ia justru akan berhutang dengan Zie.


Masih berada di dalam toilet, Azura pun menghubungi Leon. Hanya Leon satu-satu nya tempat nya untuk berkeluh kesah. Hanya Leon, satu-satu nya yang tau segala masalah dalam hidup nya. Hanya Leon satu-satu nya tempat nya berbagi cerita, suka maupun duka. Entah bagaimana reaksi Alfi saat ini saat ia terlalu lama berada di dalam toilet. Paling ia beralasan, ia mendadak sakit perut.


"Ada apa Ra? Tumben lo nelpon jam segini?" tanya Leon saat panggilan Azura telah di angkat nya.


"Yon, gue harus gimana?" lirih Azura membuat Leon yang tadi nya sedang rebahan, reflek terduduk. Dari nada suara Azura, ia tahu sahabat nya itu kini sedang dalam keadaan tertekan.

__ADS_1


"Ada apa Ra? Lo ada masalah apa?" tanya Leon penasaran.


Lalu Azura pun mulai menceritakan apa yang baru saja terjadi. Leon hanya bisa mendengarkan segala keluh kesah Azura, ia sangat ingin membantu tapi dari mana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu? la pun bukan lah orang berada, apalagi ia juga tulang punggung keluarga. Ia tidak memiliki kemampuan lain selain menjadi bartender. Dan gaji sebagai bartender pun tidak lah seberapa.


"Lo tau Yon, rasa nya gue pengen nyerah. Gue capek Yon. Gue... gue lelah. Rasa nya gue udah nggak sanggup. Apalagi hati gue... Hati gue Yon. Rasa nya... gue juga nggak sanggup selesaikan misi ini. Bagaimana ini Yon? Gue harus apa? Gue... gue harus gimana? Hati gue Yon, hati gue... Hutang-hutang itu. Mengapa semua makin rumit?" lirih nya sambil terisak pedih.


Azura membekap mulut nya, tak ingin orang mendengar isak tangis nya. Azura menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan, berusaha sekuat tenaga menghentikan tangis nya. Di pukul nya dada nya hingga berkali-kali, berharap sesak itu segera pergi. la tak ingin Alfi curiga, ia tak ingin Alfi tau kalau ia baru saja menangis. la tak ingin Alfi tau kesulitan nya, ia tak ingin memperlihat kan kerapuhan nya. la tak ingin menjadi parasit yang hanya bisa memanfaat kan dan menyusahkan Alfi, ia tak ingin meninggalkan kesan dan kenangan buruk saat mereka berpisah. Ia hanya ingin... meninggalkan kenangan indah dan manis pada suaminya itu.

__ADS_1


****


Ya Allah aslinya nyesek banget jadi Azura, author pas ngetik pun sambil menyusut air mata๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2