
"Rumor apaan?" tanya Azura.
"Itu tuh, gue dengar ya Ra kalau laki lo itu sebenar nya gay" ujar Leon dengan sorot mata penuh keseriusan.
"Gue pernah denger sih tapi... apa mungkin?"
"Udah... udah, dari pada lo pusing mikirin laki lo yang nyebelin itu, mending kita main ular aja. Tuh Mario bawa ular tangga" tunjuk Eza ke kantong plastik yang dipegang Leon.
"Hah gila! Emang gue anak kecil main begituan" tolak Azura.
"Ih, mending kita main permainan anak kecil tau lebih seru. Ayolah gue juga bawa jepitan baju. Siapa aja yang kalah bakal kena jepit, bebas mau jepit dimana aja buat seru-seruan" tukas Mario yang sudah merampas kantong plastik dan mengeluarkan isi nya. Lalu Mario mengajak mereka duduk lesehan di lantai untuk bermain.
Azura pun akhirnya setuju. Mereka pun main dengan riang sambil tertawa. Sesekali mereka menyantap pizza dan Thai tea yang di pesankan Eza.
"Yes, aku naik tangga lagi!" seru Azura saat dadu nya berhenti di sebuah tangga membuat nya naik ke baris teratas.
__ADS_1
"Sial, dapat ular lagi" umpat Leon saat dadu nya stop di kepala ular membuat catur nya turun lagi ke bawah membuat Eza dan Mario terkekeh.
Sudah satu jam berlalu, telinga Mario dan Leon telah di jepit kanan dan kiri. Sedangkan Azura dan Eza hanya mendapatkan satu jepitan di salah satu telinga nya.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata menatap nyala trio icikiwir itu dengan tatapan emosi. Bagaimana bisa kamar pengantin nya kini justru di datangi trio icikiwir itu. Dengan langkah panjang, Alfi menarik kerah baju Mario dan mendorong nya keluar. Lalu ia beralih pada Eza, tapi Eza menepis.
"Apaan sih lo! Lepas!" seru Eza tak suka.
"Apaan? Kalian yang apaan senang-senang di kamar pengantin gue, hah!" bentak Alfi geram.
"Lo yang ninggalin istri lo sendirian, eh datang-datang malah mau marah-marah" imbuh Leon lagi.
"Harus nya lo makasih sama kami sebab kami sudah berbaik hati menemani pengantin cantik ini yang di tinggalin gitu aja sama pasangan nya. Kami cuma mau menghiburnya bro" cetus Mario membuat bibir Alfi sampai berkedut-kedut menahan segala umpatan yang ingin terlontar dari mulut nya.
"Okay, terima kasih atas kebaikan kalian yang mau menemani istri gue dan sekarang karena suami nya ini sudah kembali silahkan kalian semua keluar. Gue juga mau menghabis kan waktu berduaan dengan istri gue" ujar nya sambil tersenyum smirk. Lalu tanpa malu ia mengecup bibir Azura di depan Mario, Eza, dan Leon membuat Azura membelalakkan mata nya.
__ADS_1
"****! Yuk, kita pergi!" ajak Eza dengan wajah memerah membuat Alfi menyeringai puas. Mario dan Leon pun terpaksa ikut pergi meninggalkan pasangan pengantin baru itu.
Brakkk ...
Setelah kepergian trio icikiwir itu, Alfi lantas menutup pintu kamar dengan kencang membuat Azura yang sedang membereskan permainan ular tangga jadi tersentak.
"Ck... nutup pintu nya kurang kuat pak dokter. Masih utuh itu, harus nya lebih kenceng lagi sampai rusak kalo perlu" sarkas Azura dengan satu sudut bibir tertarik ke atas.
Sedangkan Alfi yang sedang dikuasai emosi, tanpa mempedulikan cibiran Azura langsung masuk ke kamar mandi dan mendinginkan kepala nya di bawah guyuran shower.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...