Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
99


__ADS_3

"Tante kenapa nikah sama om Al, harus nya Tante nikah sama Angkasa aja soal nya Tante itu cantik" seloroh Angkasa dengan polos.


Semua yang mendengar pun tertawa lepas karena syok mendengar ucapan bocah kecil itu.


"Hey, siapa yang ngajarin ngomong seperti itu?" tanya Alfi mengacak rambut bocah kecil itu dengan gemas.


"Ngga ada, Angkasa sendiri yang mau" lagi lagi jawab Angkasa dengan polos sedang Azura semakin membulatkan mata nya.


"Udah-udah makan dulu yuk, sini Angkasa duduk sebelah Oma yuk" ajak bunda Yasmin.


"Ngga mau, Angkasa mau nya duduk sebelah tante cantik" jawab Angkasa, Azura yang mendengar nya pun langsung menggandeng Angkasa dan mendudukan nya di sebelahnya.


"Mau tante suapin?" tanya Azura dan di angguki oleh Angkasa.


"Kamu ini penyayang ya ternyata, nggak salah Alfi pilih kamu" ucap Zie sembari melirik Alfi.


"Iya bener, Azura itu anak yang baik loh. Nggak seharus nya kamu bentak dia seperti waktu itu" sahut bunda Yasmin.


"Ya ampun dek, kalian baru aja nikah tapi kamu udah pernah bentak istri kamu?"


"udah deh kak, ngga usah mulai drama nya" jawab Alfi dengan malas.


"Udah yuk kita makan" ucap bunda Yasmin memecah kan keributan.


Usai makan malam, Azura langsung berdiri dan berinisiatif membereskan piring piring kotor.


"Udah udah sayang, nggak usah. Ada mbok inem nanti yang beresin" cegah bunda Yasmin.

__ADS_1


"Ayah kangen sekali dengan suasana makan bersama seperti ini" celetuk ayah Damar.


"Gimana kalau kalian tinggal disini, Zura juga mau kan?" sahut bunda Yasmin.


"Emm, iya ma.. "


"Enggak" potong Alfi.


"Dasar anak ini" sahut Zie.


Sebenar nya Alfi bukan tidak mau tinggal bersama, namun Alfi tidak mau bagaimana kehidupan rumah tangga nya di ketahui oleh keluarga nya.


"Ayo!" Alfi pun ikut berdiri sambil meraih tangan Azura dan menggenggam nya.


"Kemana?"


"Hah!"


"Kamu bilang langit malam ini indah. Melihat dari kamar ku akan lebih indah. Aku yakin, kamu pasti suka"


"Benar kah?" seru Azura tak percaya.


"Hmmm... Ayo!" ajak Alfi yang mempererat genggaman tangan nya.


"Dasar pengantin baru, mau nya berdua terus" seloroh ayah Damar.


Dengan tangan yang masih saling menggenggam, Alfi mengajak Azura masuk ke kamar nya. Azura cukup terkejut saat memasuki ruangan serba abu-abu putih itu. Kamar itu begitu luas bahkan 2 kali lebih luas dari kamar Alfi di apartemen nya. Perabotan di dalam nya juga sangat komplit, sudah seperti rumah terpisah. Televisi, sofa, bahkan ada minibar di dalambnya jadi Alfi tidak perlu bersusah payah turun ke dapur untuk mengambil minum karena di sana segala nya telah tersedia.

__ADS_1


"Mas dokter, ini beneran kamar mas dokter?" tanya Azura dengan mata terbelalak.


"Kenapa?" tanya nya heran.


"Luas banget, udah kayak rumah kontrakan aku aja luas nya.


Lalu Alfi membuka lemari pendingin dan mengambil 2 botol minuman bersoda dari dalam nya.


"Ini" Alfi mengerah kan sebotol minuman pada Azura.


"Aman nggak nih? Entar udah kadaluarsa kan mas dokter jarang kesini"


"Aman. Tenang aja, mbok inem suka mengganti nya setiap 2 Minggu sekali"


"Rajin banget!"


"Udah tugas nya gitu. Emang aku juga udah pernah berpesan sama mbok inem jadi walaupun aku nggak pulang-pulang, isi kamar ku tetap terawat dan di bersih kan terus juga di ganti minuman nya secara berkala" ujar Alfi.


"Ayo, kata nya mau lihat bintang!" ajak Alfi.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2