Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
90


__ADS_3

"Sumpah apaan itu? Memang nya ada sumpah kayak gitu?" cibir Alfi setiba nya di dalam lift.


"Ada, nih bukti nya. Aku kan barusan nyumpahin pak dokter. Biarin, entar pas pak dokter udah secinta-cintanya sama aku, aku tinggalin biar tau rasa" omel nya tanpa sadar membuat Alfi mengepal kan tangan nya.


Lalu dengan sekali sentakan, Alfi mendorong Azura hingga memepet ke dinding dan meletak kan kedua telapak tangan nya di sisi kepala kanan dan kiri.


"Apa kau bilang tadi? Membuat ku jatuh cinta setelah itu meninggal kan ku? Kalau itu sampai terjadi, kau pikir kau bisa pergi hm? Kalau itu sampai terjadi, akan ku pastikan kau pun takkan bisa pergi kemana-mana, kalau perlu aku akan membuat kan penjara khusus untuk mengurung dirimu agar tidak bisa per pergi kemana pun apalagi meninggalkan ku" ancam Alfi dengan sorot mata mengintimidasi. Bukan nya takut, Azura justru membulat kan mata nya dengan wajah berbinar.


"Lho pak dokter kok semena-mena ih! Atau jangan-jangan, pak dokter udah..."


"Dalam mimpi mu!" potong Alfi sambil menjentik dahi Azura membuat nya mengerucutkan bibir lalu ia kembali tersenyum lebar mengikuti langkah Alfi.


"Ngaku cinta aja ribet. Entar aku diambil orang lain, nangis kejer" cibir Azura tapi di abaikan Alfi.


Setiba nya di dalam apartemen milik Alfi, mata Azura sontak berbinar cerah. la berlari kesana-kemari melihat apartemen yang terlihat tidak terlalu luas tapi sangat mewah. Bahkan apartemen itu terdiri atas dua tingkat dan memiliki kolam renang sendiri.


"Wah, apartemen nya keren banget pak dokter! Jadi nggak sabar jadi pemilik sah nya!" ujar Azura sambil bergelayut manja di lengan Alfi.

__ADS_1


"Awas, mimpi jangan ketinggian kalo jatuh sakit!" cibir Alfi membuat Azura kesal dan menghentak kan kaki nya.


Melihat lantai 2, Azura sudah tak sabar melihat kamar milik mereka berdua. Jadi Azura pun bergegas lari menuju lantai atas lantas berdiri di depan pintu yang terkunci.


"Pak dokter, ini kamar kita kan! Aku mau masuk, bukain!" seru nya dari lantai atas.


Alfi yang melihat itu bergegas menyusul dan menarik baju bagian belakang Azura lalu menyeret nya ke kamar sebelah nya dan mendorong nya masuk ke dalam.


"Ck, pak dokter kok aku di kamar ini sih? Emang kita pisah kamar ya? Kok gitu sih, kita kan suami istri nggak boleh pisah kamar" celetuk Azura bersungut-sungut.


"Kau pikir aku mau tidur dengan mu? Tidur ngorok, ileran pula" ujar Alfi sambil menunjuk kan ekspresi jijik.


"Kamu lupa, berapa kali kamu pingsan dan siapa yang ngurusin kamu?"


"Bohong! Bilang aja takut kebablasan. Hayoooo, pak dokter takut ya!" goda Azura sambil menoel-noel lengan Alfi.


"Ck... Udah aku bilang, mau kamu telanjang juga aku nggak bakal tertarik" ketus Alfi.

__ADS_1


"Beneran nih! Awas ya kalau tiba-tiba pengen!"


"Di otakmu itu apa nggak ada hal lain selain me*sum?" ejek Alfi.


"Ada"


"Apa?"


"Membuat pak dokter jatuh hati padaku" ujar nya sambil menyeringai.


"Setelah itu, kau ingin meninggalkan ku?" ketus Alfi, entah mengapa ia kesal saat mengingat perkataan Azura di dalam lift tadi.


Yuk yuk yang belum vote sama like jangan lupa😚


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2