Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
139


__ADS_3

Di mulai dari di tinggalkan kedua orang tua nya, lalu menjadi layak nya orang tua tunggal, terjerat hutang yang tidak sedikit hingga membuat nya harus banting tulang siang dan malam untuk mencari uang dan kini ia mengalami pelecehan. Walaupun pelecehan itu tidak sampai ke pemerkosaan, tapi tetap saja ia merasa kotor dan jijik dengan tubuh nya sendiri.


Azura pun segera berlari masuk ke dalam kamar mandi dan melepas semua kain yang menutupi tubuh nya. Di pandangi nya satu persatu jejak menjijikkan yang sempat di tinggalkan pria bajing-an itu di tubuh nya, dari leher, tulang selangka, hingga ke bagian dada.


Azura merasa jijik dengan tubuh nya yang telah di jamah pria lain yang bukan merupakan suami nya. Seumur hidup ia berusaha menjaga tubuh nya dari jamahan tangan-tangan kotor. Namun kini, ia justru mendapatkan pelecehan setelah menikah. Bahkan suami nya saja belum pernah melakukan hal seperti ini. Walaupun ia pernah menggoda Alfi, tapi Alfi seakan menjaga diri nya agar tak berbuat terlalu jauh. Walaupun Alfi pernah mencumbu nya, tapi ia tak pernah meninggalkan jejak menjijik kan seperti ini. Ia merasa kotor, jijik, benci, ia pun mengambil sabun dan spons lalu mengusap nya secara kasar ke bagian tubuh yang sempat di jamah laki-laki breng-sek itu. Ia mengusap nya sekuat tenaga berharap jejak itu segera hilang dari tubuh nya, tapi jejak-jejak itu bukan nya menghilang, justru sebalik nya membuat kulit nya merah dan lecet bahkan ada yang berdarah.


Azura mengerang frustasi di bawah guyuran shower. la kini merasa begitu rendah diri. Kepercayaan diri nya telah musnah, hanya ada sesak, malu, dan jijik yang mendominasi.


"Mas Alfi, maaf kan aku yang tak bisa menjaga diri ku. Maaf kan aku yang tak bisa menjaga tubuh ku hanya untuk mu, maafkan aku Aku memang tak pantas untuk mu. Aku telah kotor, aku telah begitu menjijik kan, aku tak pantas untuk mu. Mungkin sebaik nya aku menyerah. Ya, sudah sepantas nya aku menyerah, sudah seharus nya aku menyerah. Mas Alfi, maaf kan aku, aku... menyerah" lirih Azura sambil meringkuk di bawah guyuran shower.


*****


Di Telepon


"Ra, kamu kenapa?" tanya Alfi lirih dengan perasaan bersalah yang menggerogoti benak nya.


"Saya nggak papa kok pak dokter" sahut Azura dengan suara sedikit tercekat dan berat. Air mata Azura menetes saat mendengar suara Alfi yang tampak mengkhawatirkan nya. Mengapa ia justru mendapatkan perhatian itu di saat seperti ini? Di saat ia sudah ingin menyerah. Azura menutup mulut nya agar isakan nya tidak terdengar di seberang sana.


"Tapi dari suara kamu, kamu tidak terdengar baik-baik aja Ra. Ngomong sama aku, cerita sama aku, aku akan mendengarkan segala keluh kesah mu. Jangan hanya diam seperti ini!"


"Saya nggak papa pak dokter, suara saya kayak gini soalnya sekarang saya sedang sakit tenggorokan" dusta Azura tak ingin Alfi terus-terusan mengkhawatir kan diri nya.


"Pak dokter kok sekarang gini sih?"


"Maksud nya?" Alfi mengerutkan kening nya saat mendengar pertanyaan ambigu Azura.

__ADS_1


"Kenapa sekarang kayak lebih perhatian gitu, nggak kayak biasanya. Pak dokter juga nggak pernah galak lagi" tukas nya seraya tersenyum getir.


"Emang nya nggak boleh perhatian dengan istri sendiri?" tanya Alfi menggoda.


"Tapi kenapa baru sekarang? Di saat semua nya tak kan lagi sama. Di saat saya sudah... " Ucapan Azura menggantung membuat Alfi kembali mengerutkan kening nya.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


Di mulai dari di tinggalkan kedua orang tua nya, lalu menjadi layak nya orang tua tunggal, terjerat hutang yang tidak sedikit hingga membuat nya harus banting tulang siang dan malam untuk mencari uang dan kini ia mengalami pelecehan. Walaupun pelecehan itu tidak sampai ke pemerkosaan, tapi tetap saja ia merasa kotor dan jijik dengan tubuh nya sendiri.


Azura pun segera berlari masuk ke dalam kamar mandi dan melepas semua kain yang menutupi tubuh nya. Di pandangi nya satu persatu jejak menjijikkan yang sempat di tinggalkan pria bajing-an itu di tubuh nya, dari leher, tulang selangka, hingga ke bagian dada.


Azura merasa jijik dengan tubuh nya yang telah di jamah pria lain yang bukan merupakan suami nya. Seumur hidup ia berusaha menjaga tubuh nya dari jamahan tangan-tangan kotor. Namun kini, ia justru mendapatkan pelecehan setelah menikah. Bahkan suami nya saja belum pernah melakukan hal seperti ini. Walaupun ia pernah menggoda Alfi, tapi Alfi seakan menjaga diri nya agar tak berbuat terlalu jauh. Walaupun Alfi pernah mencumbu nya, tapi ia tak pernah meninggalkan jejak menjijik kan seperti ini. Ia merasa kotor, jijik, benci, ia pun mengambil sabun dan spons lalu mengusap nya secara kasar ke bagian tubuh yang sempat di jamah laki-laki breng-sek itu. Ia mengusap nya sekuat tenaga berharap jejak itu segera hilang dari tubuh nya, tapi jejak-jejak itu bukan nya menghilang, justru sebalik nya membuat kulit nya merah dan lecet bahkan ada yang berdarah.


Azura mengerang frustasi di bawah guyuran shower. la kini merasa begitu rendah diri. Kepercayaan diri nya telah musnah, hanya ada sesak, malu, dan jijik yang mendominasi.


"Mas Alfi, maaf kan aku yang tak bisa menjaga diri ku. Maaf kan aku yang tak bisa menjaga tubuh ku hanya untuk mu, maafkan aku Aku memang tak pantas untuk mu. Aku telah kotor, aku telah begitu menjijik kan, aku tak pantas untuk mu. Mungkin sebaik nya aku menyerah. Ya, sudah sepantas nya aku menyerah, sudah seharus nya aku menyerah. Mas Alfi, maaf kan aku, aku... menyerah" lirih Azura sambil meringkuk di bawah guyuran shower.


*****

__ADS_1


Di Telepon


"Ra, kamu kenapa?" tanya Alfi lirih dengan perasaan bersalah yang menggerogoti benak nya.


"Saya nggak papa kok pak dokter" sahut Azura dengan suara sedikit tercekat dan berat. Air mata Azura menetes saat mendengar suara Alfi yang tampak mengkhawatirkan nya. Mengapa ia justru mendapatkan perhatian itu di saat seperti ini? Di saat ia sudah ingin menyerah. Azura menutup mulut nya agar isakan nya tidak terdengar di seberang sana.


"Tapi dari suara kamu, kamu tidak terdengar baik-baik aja Ra. Ngomong sama aku, cerita sama aku, aku akan mendengarkan segala keluh kesah mu. Jangan hanya diam seperti ini!"


"Saya nggak papa pak dokter, suara saya kayak gini soalnya sekarang saya sedang sakit tenggorokan" dusta Azura tak ingin Alfi terus-terusan mengkhawatir kan diri nya.


"Pak dokter kok sekarang gini sih?"


"Maksud nya?" Alfi mengerutkan kening nya saat mendengar pertanyaan ambigu Azura.


"Kenapa sekarang kayak lebih perhatian gitu, nggak kayak biasanya. Pak dokter juga nggak pernah galak lagi" tukas nya seraya tersenyum getir.


"Emang nya nggak boleh perhatian dengan istri sendiri?" tanya Alfi menggoda.


"Tapi kenapa baru sekarang? Di saat semua nya tak kan lagi sama. Di saat saya sudah... " Ucapan Azura menggantung membuat Alfi kembali mengerutkan kening nya.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2