Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
126


__ADS_3

Taman Bermain,


Tak ingin memperlihat kan kesedihan nya, Azura pun lantas berdiri lalu menemani Angkasa menaiki sebuah jungkat-jungkit di taman itu. Alfi hendak membeli es krim untuk kedua bocah kecil yang berbeda usia itu, tapi tiba-tiba ponsel nya berbunyi nyaring hingga beberapa kali. Alfi mengernyit saat melihat panggilan itu ternyata dari rumah sakit. Setelah mengangkat panggilan itu, Alfi pun segera mendekati Azura dan Angkasa yang masih asik bermain.


"Ra, kita harus pulang sekarang. Ada pasien yang harus menjalani penanganan segera" ujar Alfi.


"Tapi kita baru tiba di sini belum lama mas dokter, Angkasa juga belum puas bermain"


"Kita bisa lanjut besok Ra"


"Tapi kamu kan besok udah kerja lagi mas dokter" ujar Azura seraya mengerucut kan bibir nya.

__ADS_1


"Gini aja, mas dokter ke rumah sakit aja. Biar Angkasa sama aku di sini, atau mas dokter tanya dulu pendapat Angkasa" imbuh Azura.


Alfi pun mengangguk lalu bertanya pada Angkasa. Ternyata jawaban Angkasa pun sama, ia belum mau pulang. Jadi dengan berat hati, Alfi meninggalkan Angkasa dan Azura di taman bermain itu dan segera pergi ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan, sebenar nya entah mengapa hati Alfi terasa tidak nyaman. Rasa nya begitu berat meninggalkan istri dan keponakan nya itu. Apalagi setelah mendengar sedikit curahan hati Azura, bahkan sampai sekarang ia masih merasakan sesak di dada nya. Ia tak menyangka, Azura berpikir untuk meninggalkan nya. Ya, memang awal nya mereka melakukan perjanjian. Sebab saat itu ia tidak bisa menerima pernikahan paksaan itu, apalagi saat itu ia masih memendam ketidaksukaan pada Azura.


Namun dari hari ke hari, Alfi menyadari ia telah menemukan kenyamanan pada istri nya itu. Bukan hanya rasa nyaman, tapi juga kebahagiaan yang telah lama hilang itu seakan kembali lagi. Hari-hari yang di lalui nya kini lebih hidup dan berwarna. Mungkin kah ia sanggup berpisah dengan Azura kelak? Mungkin kah ia sanggup kehilangan kembali? Mungkin kah ia mampu merelakan seseorang yang telah tanpa sadar memenuhi ruang hati nya yang kosong?


*****


Dua jam telah berlalu, akhir nya Alfi dapat keluar dari ruang OK dengan bernafas lega. Operasi itu berjalan lancar walau pun di pertengahan jalan tadi sempat terjadi hal tak terduga, namun dengan kemampuan nya ia bersyukur mampu mengatasi nya dengan baik.

__ADS_1


Sekeluar nya dari ruang OK, Alfi segera membuka handscoon dan membuang nya di tempat sampah. Ia juga membuka pakaian khusus operasi dan mencuci tangan nya hingga bersih.


Saat menuju meja kerja nya, ia langsung terpikir dengan istri dan keponakan nya. Hari sudah menjelang malam, ia tidak tau mereka sudah pulang ke apartemen atau belum. la tadi sempat meminta sopir pribadi keluarga nya menjemput Azura dan Angkasa di taman bermain dan mengantarkan nya pulang ke apartemen.


Entah mengapa, kini jantung nya tiba-tiba berdebar kencang. Ada perasaan tak enak, tak nyaman, seperti ada sesuatu yang buruk terjadi. la menepis pikiran buruk itu, ia yakin istri dan keponakan nya itu tidak apa-apa. Ia pun segera mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Azura, saat panggilan pertama panggilan tersambung tapi tak diangkat. Panggilan kedua pun juga begitu, tapi Alfi tetap mencoba menghubungi nya, bisa saja saat ini Azura sedang sibuk dengan Angkasa pikir nya. Tapi pada panggilan ketiga hingga kelima mendadak panggilan tidak tersambung, nomor Azura tiba-tiba tidak aktif. Rasa cemas kian menggelayuti benak nya, lalu Alfi mencoba menghubungi sopir keluarga nya tapi hingga panggilan ketiga, nomor itu tak kunjung aktif. Tangan Alfi sampai bergetar karena cemas.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2