Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
137


__ADS_3

"Kamu nggak usah khawatir Ra, Angkasa udah nggak papa kok. Kemarin emang sempat demam 2 hari, tapi sekarang udah baikan. Malah tadi dia maksa mau ikut ke sini padahal udah aku larang. Dia benar-benar mengkhawatirkan mu" jelas Zie yang kini telah berdiri di samping brankar.


"Gimana keadaan mu?" tanya Zie.


"Syukur lah." Azura menghela nafas lega.


"Udah baikan kok kak, rencana nya aku minta pulang hari ini" ujar nya seraya memasang senyum tipis. Tapi senyum itu terlihat di paksakan, Alfi bisa merasakan itu. Mereka telah tinggal satu atap lebih dari satu bulan bahkan hampir 2 bulan, tentu ia sangat hafal perubahan pada istri nya itu.


"Syukur lah, kakak sempat panik banget waktu dapat kabar dari Alfi kalau kalian diculik. Kakak harap, dalang penculikan itu segera di tangkap biar mereka segera mendapatkan hukuman yang setimpal" geram Zie dengan tangan mengepal.


la pun ikut emosi saat tau tentang peristiwa penculikan itu. Apalagi salah satu korban nya adalah anak nya, belum lagi pelecehan yang di alami Azura. Ingin Zie menanyakan perihal pelecehan itu, tapi dari awal Alfi telah meminta kakak nya jangan banyak bertanya dahulu sebab itu justru akan membuat Azura down dan proses pemulihan tubuh nya akan jadi lebih lambat.

__ADS_1


******


Kini Azura telah kembali ke apartemen Alfi. Setiba nya di sana, Azura langsung masuk ke kamar nya dan menutup rapat pintu nya. Alfi hanya bisa menghela nafas panjang melihat perubahan istri nya itu. Mungkin ia masih merasa tak nyaman mengingat peristiwa itu baru terjadi 3 hari yang lalu. Alfi pikir mungkin Azura memerlukan waktu untuk menenangkan diri.


"Ra, seminggu ini aku ada seminar di Bali, kamu mau ikut?" tawar Alfi yang di jawab Azura dengan gelengan. Saat ini mereka sedang berada di meja makan, mereka tengah menikmati sarapan yang telah Azura siapkan. Azura tetap melaksanakan tugas nya seperti biasa, hanya beda nya tidak ada lagi Azura yang ceria, suka bersenandung, suka mengusili nya, suka mengomel, suka menggoda, dan berdebat dengan nya. Alfi seakan kehilangan Azura-nya dan Alfi tidak suka itu.


"Beneran? Kamu di sini entar kesepian lho? Kalau di sana kan selesai aku seminar, kita bisa jalan-jalan. Hotel tempat ku menginap dekat pantai, kamu pasti senang bisa jalan-jalan ke sana" Alfi masih mencoba membujuk agar Azura mau ikut. la berharap, Azura-nya dapat kembali lagi setelah jalan-jalan di sana.


"Atau mau aku hubungi Hasna supaya menemani mu selama aku pergi?"


"Nggak usah, saya mau sendirian saja. Paling kalau bosan, saya yang menginap di sana" sahut nya datar.

__ADS_1


Kini Alfi benar-benar pasrah. Alfi menatap nanar Azura yang sikap nya makin berubah. Ia tidak tau apa yang terjadi dengan istri nya itu. la harap, sekembali nya dari Bali Azura-nya telah kembali seperti semula. Tanpa sadar, ia begitu merindukan canda tawa dengan istri nya itu. Tanpa sadar ia merindukan saat-saat mereka berdebat dan saling mengusili, tanpa sadar ia begitu merindukan tingkah manja dan absurd istri nya itu. Padahal baru beberapa hari saja sikap Azura seperti itu, tapi mengapa, ia seakan telah begitu lama tak melihat nya. la rindu, sangat rindu.


Sebelum berangkat, Alfi mencoba mendekat untuk mengusap kepala Azura, tapi sesuatu yang tak biasa terjadi. Bila biasa nya Azura akan dengan senang hati saat mereka melakukan skinship, tapi kini... Azura justru menghindar. Ia justru memundur kan tubuh nya, meninggalkan tangan Alfi yang menggantung di udara. Azura-nya... menghindari nya.


Udah double up ya kakak, ditunggu dukungan like, komen, dan hadiahnya. Vote bagi yang masih ada❤️❤️


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak


__ADS_2