Gadis Unik Ku

Gadis Unik Ku
173


__ADS_3

Alfi terkekeh lalu mengecup singkat pipi Azura membuat istri nya itu bersemu merah.


"Emang belum pernah. Selama ini kan aku nggak mau mandangin cewek, kalau cewek baru suka banget mandangin aku. Kamu harus nya beruntung Ma Cherie, karena pria setampan aku justru memilih kamu sebagai pendamping hidup ku" Balas nya tak kalah narsis.


"Idih, percuma ganteng tapi galak. Yang ada orang-orang malah takut. Seharus nya mas itu yang bersyukur, aku itu udah cantik, manis, imut-imut, baik, penyayang, perhatian, dan yang terpenting mau menerima mas apa ada nya"


"Ya ya ya, aku emang laki-laki paling beruntung" Alfi akhir nya mengalah, namun ia tak memungkiri kalau apa yang di katakan Azura tadi ada benar nya.


"Udah siap?" tanya Alfi memastikan. Azura pun mengangguk, kemudian mereka pun segera pergi ke rumah sakit.


Di kamar rawat Lana, Lana di temani oleh bunda Yasmin. Ternyata ia telah menunggu sejak tadi. Lana tersenyum tipis saat melihat kedatangan saudara dan ipar nya tersebut.


"Gimana keadaan kak Lana? Kak Lana udah mendingan kan?" tanya Azura saat telah berdiri di samping brankar yang di tempati Lana. Lana mengangguk pelan mengiyakan.


"Aku udah mendingan kok. Makasih ya sudah mau datang kesini" Ujar Lana sambil melirik Alfi yang acuh tak acuh. Paham kalau ipar nya itu ingin sekali bicara dengan Alfi, ia pun menarik pelan lengan Alfi agar berdiri di samping nya.

__ADS_1


Mata Alfi melotot saat Azura menarik nya mendekat, tak mau kalah Azura pun balas melotot membuat Alfi akhir nya terpaksa pasrah.


"Al, gue minta maaf ya" ucap Lana memulai percakapan. Ia tahu, Alfi takkan mau bicara dengan nya jadi ia berinisiatif memulai terlebih dahulu.


Alfi hanya menatap datar Lana.


"Gue tahu, gue salah. Dosa gue pasti sudah sangat banyak, karena itu gue mohon maafin kesalahan gue. Gue menyesal Al, sangat menyesal. Gue udah nyakitin hati lo, bikin keluarga kita jadi nggak akur dan sempat ingin merebut posisi lo" imbuh Lana lagi yang hanya di respon Alfi dengan tatapan datar, nyaris tanpa ekspresi.


Geram melihat suami nya justru terdiam tanpa merespon, Azura lantas mencubit lengan nya membuat Alfi mengangkat alis nya seolah bertanya ada apa?


Azura pun melotot kemudian berbisik di telinga Alfi.


"Emang ada ya saudara durhaka?" tanya Alfi melirik Azura dan Azura pun terkekeh.


Alfi pun akhir nya mulai mendekat ke arah Lana dengan tatapan acuh tak acuh membuat Lana menghela nafas panjang. Ia tau kesalahan nya begitu besar sehingga sulit untuk di maaf kan. Ia pun pasrah yang penting ia telah menyesali nya dan sudah berusaha meminta maaf kepada saudara nya itu.

__ADS_1


"Gue udah maafin lo kok" ucap Alfi singkat namun Lana yang mendengar nya langsung kaget.


"Ini seriusan kan Al? Sekali lagi, gue bener bener minta maaf sama lo" titah Lana sembari mengulurkan tangan sebagai tanda permintaan maaf, namun Alfi tidak menanggapi uluran tangan Lana melainkan malah memeluk Lana dengan erat.


"Gue udah maafin lo, lo tenang aja ya"


"Makasih banyak ya Al, gue bersyukur banget ketemu orang sebaik lo. Lo yang udah anggap gue saudara, malah gue yang ngga tau diri sama lo" lirih Lana dengan pilu.


"Udah lupain aja yang lalu, kita akan tetap jadi saudara. Semua telah terlanjur terjadi, mungkin inilah takdir keluarga kita. Yang penting lo sekarang udah menyesali nya dan mau berubah" jawab Alfi seraya menepuk punggung Lana.


Bunda Yasmin tersenyum bahagia, akhir nya anak nya sudah bisa berdamai dengan masa lalu. Bukan kah hidup itu untuk masa depan. Namun, jadi kan masa lalu sebagai pelajaran agar kita tidak sembarangan dalam bertindak dan mengambil keputusan.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...


__ADS_2