
Mata nya kian mengerjap, mencoba mencerna apa yang sebenar nya terjadi pada diri nya. Hingga ia menyadari satu hal, mereka tengah di culik saat ini. Ya, mereka...
Bola mata Azura mulai berputar, mencari sosok bocah kecil yang dua hari ini menemani nya. Tanpa mempedulikan sepasang mata yang menatap nya dingin di depan nya.
"Angkasa..." panggil Azura saat melihat Angkasa tengah tertidur tak jauh dari posisi nya.
Angkasa pun mengerjapkan matacnya, dalam hitungan detik lelehan air asin telah membasahi pipi bulat Angkasa.
"Tante... tolongin Angkasa! Tangan Angkasa sakit" cicit nya dengan berlinangan air mata.
"Hei, kamu... kamu sebenar nya siapa, hah? Mengapa menculik kami?" pekik Azura dengan mata memerah marah.
Pria itu terkekeh lalu berjalan menuju pintu dan membuka nya. Muncul lah dua orang lelaki lagi dengan seringai me-sum nya.
"Silahkan masuk bos!" ujar pria itu menyambut kedua orang itu yang ternyata salah satu nya merupakan bos dari pria itu.
__ADS_1
Azura tampak mengenal salah satu dari mereka, tapi siapa dan dimana, Azura tidak ingat sama sekali.
"Hai cantik, sudah bangun, hm!" sapa salah seorang lelaki yang wajah nya sedikit familiar di mata Azura. Ia menaikkan sebelah alis nya berniat menggoda membuat Azura berdecih jijik.
Tepat saat kedua lelaki itu masuk, smartwatch Angkasa mengedipkan lampu notifikasi, pertanda ada yang menghubungi nya. Angkasa sempat menoleh, mata nya berbinar saat tau om nya lah yang menghubungi. Tapi saat ingin menekan tombol accept, Angkasa kesusahan sebab tangan nya terikat.
"Lepasin kami, breng-sek! Kalian mau apa?" teriak Azura penuh emosi.
Angkasa menoleh ke arah Azura yang tengah berteriak kepada ketiga lelaki yang menatap nya. Panggilan pertama Angkasa gagal mengangkat, panggilan kedua pun terabaikan, hingga panggilan ketiga, Angkasa berusaha menekan tombol accept menggunakan dagu nya dan berhasil.
"Lepasin kami,sialan! Kenapa kalian membawa kami ke sini, hah! Sebenar nya kalian siapa dan mau apa?" Pekik nya lagi tepat di depan wajah lelaki yang mencengkram rambut nya.
Plakkkk...
Sebuah tamparan melayang tepat di pipi kiri Azura membuat wajah nya terhempas ke samping. Sudut bibir nya pun berdarah akibat tamparan yang keras itu. Pipi Azura yang putih, kini telah berubah warna menjadi biru kemerahan.
__ADS_1
"Aaargh... " teriak Azura saat wajah nya terlempar ke samping.
"Tanteeee... hiks... hiks... hiks... " Air mata Angkasa turun makin deras. Ingin menolong, tapi ia tak bisa. Angkasa pun hanya bisa menangis menatap sang tante yang sedang kesakitan.
"Om Alfi... " bisik Angkasa takut-takut di depan smartwatch nya, khawatir orang-orang jahat yang menangkap mereka mendengar. Lalu diam-diam, Angkasa mendekat kan smartwatch nya ke telinga, berharap om Alfi nya mengatakan sesuatu.
"Sssst... jangan bersuara, dengarkan om, Angkasa tenang ya! Jangan khawatir! Om akan segera menjemput kalian" ucap Alfi yang di angguki oleh Angkasa.
"Angkasa jangan tutup telepon nya ya! Biar om bisa melacak keberadaan kalian" Kembali Angkasa mengangguk samar agar tak ada yang menyadari kalau ia tengah berkomunikasi dengan Alfi.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak